
"Tuuuuaaan jangan masuk !" teriak Putri menutupi tubuh nya yang tidak memakai apa apa dengan tangan.
Arga tidak mengubris teriakan Putri, malahan Arga menyelonong masuk. Namun Arga mengalih pandangan ke arah lain. "Ni pakai handuk nya, kalau mandi jangan telanjang kayak gini." Arga memberi handuk di tangan Putri.
"Makasih." Putri menerima pemberian handuk dari tangan Arga walaupun muka Putri berubah memerah karena malu.
"Cepat siap kan air panas untuk ku !" Perintah Arga.
Putri pun menyiapakan air panas untuk Arga. Sesekali Arga melirik tubuh muncil Putri yang hanya di bidang handuk.
Setelah selesai menyiapkan keperluan Arga, Putri pun menggantikan pakaian nya dan segera turun ke bawah.
***
"Ma Pa ? kapan kalian datang. Kok nggak bilang Putri sih." Tanya Putri pura pura tidak tahu dengan kedatangan Lina dan Budi.
"Semalam mama di telpon Lilis ? katanya kamu pingsan. Jadi mama sama papa kesini dan nginep di sini. Kamu nggak apa apa lagi kan ?" tanya Lina mengusap pipi Putri.
"Nggak ma ? Putri nggak apa apa lagi kok." Balas Putri tersenyum. " Eh. Mama Papa udah sarapan belum, Putri buatin ya ?"
"Putri. Putri kan lagi sakit. Biar bi Nining aja yang a
masak. Putri duduk di sini aja, temenin mama nonton." Cegah Lina.
Dengan terpaksa Putri mengikuti kemauan Lina untuk menemaninya nonton. Tidak lama kemudian Budi turun ke bawah dan duduk di samping Lina sedangkan Arga sudah bersiap siap turun ke bawah.
***
"Pagi ma pa ?" sapa Arga dari anak tangga.
"Pagi sayang ? sudah rapi sekali. Pasti Putri yang nyiapin semuanya ya ?" goda Lina.
Putri tersenyum malu.
"Ayo kita sarapan dulu. Nining sudah masak makanan kesukaan Arga. Putri kamu sudah tau belum makanan apa yang di sukai Arga ?" tanya Lina menggoda Putri.
Putri hanya menggeleng kepala nya. "Belum ma ?" jawab Putri jujur, karena ia belum sepenuh nya mengetahui apa yang di suka dan tidak di sukai Arga.
"Gimana sih pengantin baru nggak tau makanan kesukaan suaminya." Goda Lina lagi.
Putri dan Arga duduk bersampingan, sementara Lina dan Budi berada di depan Arga dan Putri.
Putri mengambil makanan untuk Arga, setelah itu Putri mengambil makanan di untuk nya sendiri, mereka pun sarapan bersama.
Setelah selesai sarapan, Arga pamitan untuk berangkat kerja. Sementara Lina dan Budi kembali duduk di ruang keluarga.
***
...Di Kediaman Hermawan...
Sarah Rano Nia dan Arman sarapan bersama.
"Ma, Sarah kangen kak Putri ? kapan kapan kita main yuk ma ke rumah kak Putri. Sudah 10 hari kak Putri menikah. Sarah kangen kak Putri ." Rengek Sarah.
"Besok malam kita ke rumah kak Putri." Sambung Rano.
"Beneran bang ? abang nggak lagi bohongin Sarah kan ?" Kata Sarah kurang percaya.
"Iya beneran. Emang nya kau kira abang bohong apa ?" saut Rano jengkel.
__ADS_1
"Sudah lah. Sarah Rano habiskan makanan kalian. Sudah jam 8, bukan kamu ada kelas Sarah ?" tanya Nia memperhatikan Sarah makan.
"Iya ma ? hari ini Sarah ada kelas dan kayak nya Sarah pulang malam deh ma ?" Sarah menghabiskan sarapan dan minum susu yang sudah di buatkan oleh pelayan. Setelah selesai sarapan Sarah pamitan dengan Nia dan Arman. Rano juga melakukan hal yang sama.
"Ma pa berangkat dulu ya ?" kata Rano Sarah serempak.
Nia dan Arman tersenyum memperhatikan tingkah anak anak mereka.
****
...Di kediaman Arga...
"Ma Pa ? Putri boleh bicara ngga ?" tanya Putri gugup.
"Boleh. Ayo sini duduk." Jawan Lina menepuk sofa di samping nya.
Putri melangkah kan kaki nya mendekati Lina dan duduk di samping Lina.
"Ma. Kemarin sebelum Putri nikah sama kak Arga kan Putri masih kerja ? terus kemarin Putri cuti sama atasan di kasih hanya 2 minggu . Terus ?" ucap Putri menggantung.
"Terus apa Put ?" tanya Budi yang mendengar penjelasan Putri.
"Terus kalau Putri izin kerja sama kak Arga di izinin nggak ya ? Putri udah biasa kerja ma ? lagian Putri masih ada tanggungan ?" jelas Putri raut wajah sedih.
"Tanggungan apa Put ? bukan nya kamu bisa menggunakan uang pemberian suami kamu ? Arga nafkah in kamu kan ?" tanya Lina bingung.
"Iya ma ? kak Arga nafkah in Putri kok. Tapi ?" Kata Putri menggantung.
"Tapi kenapa sayang, jangan buat mama makin bingung deh ?" ucap Lina penasaran.
"Keluarga Putri yang di panti ma ? sedikit banyak mereka bergantung dengan Putri juga ma. Kalau Putri tidak kerja gimana mereka ? sekolah mereka ? kira kira kak Arga ngizinin ngga ya ? Putri nggak mau nyusahin semua orang."
"Iya ma pa. Makasih ya kalian selalu mengerti Putri. Putri beres beres dapur dulu ya ma ?" Putri pamitan dan meninggalkan Lina dan Budi di ruang keluarga.
Aku rindu keluarga ku di panti, hampir 2 minggu aku tidak berkunjung ? nanti aku telpon Nisa aja lah. Batin Putri di setiap langkah kaki nya.
****
...Di perusahaan Bahagia Group...
Setelah sampai di depan kantor. Arga melihat Clara duduk di loby.
Kenapa lagi wanita licik ini kesini. Geram Arga.
Clara yang mengetahui ke datang Arga segera menghampiri Arga yang masih di dalam mobil.
"Tuan nona Clara ?" kata Bram melihat Clara menghampiri nya.
"Aku sudah tau !" balas Arga ketus.
Tok.tok.tok. Clara mengetuk kaca mobil.
Arga yang tidak mau Clara mencurigai nya segera turun dari mobil.
"Sayang ? jam segini sudah di sini ?" Arga melihat alroji nya.
"Iya sayang ? kita sarapan di luar yuk. Aku kangen sarapan berduaan sama kamu ?" rengek Clara merangkul Arga.
"Sayang ? jaga sikap ya. Kalau keluarga ku liat kita masih menjalin hubungan ini, nanti aku tidak dapat mewaris semua nya." Kata Arga yang menahan amarah nya.
__ADS_1
Clara menarik tangan Arga masuk ke dalam mobil. Arga pun masuk kedalam mobil walaupun terpaksa.
"Bram. Kau urus semua urusan ku. Bilang Jessinia kalau aku keluar sebentar." Saut Arga memerintah Bram.
"Baik tuan." Bram turun dari mobil.
Arga mengganti posisi duduk nya, yang tadi nya di kursi tengah pindah ke kursi sopir. Sam hal nya dengan Clara yang berpindah duduk.
Bram meninggalkan mobil Arga dan masuk ke dalam kantor.
Arga mengemudi mobil nya ke restoran yang tidak jauh dari kantor nya. Setelah selesai sarapan Arga mengantar Clara pulang ke apartemen nya.
"Sayang mampir bentar ya ? kapan sih kita bisa berdua dua an lagi ? semenjak aku pulang dari luar kota, kamu nggak ada waktu lagi untuk ku. Apa kamu nggak sayang lagi sama aku ? apa kamu selingkuh ya." Tanya Clara mencurigai Arga.
Arga mengikuti kemauan Clara, karena Arga tidak mau kalau Clara mencurigai nya.
***
Arga masuk ke dalam apartemen Clara dan duduk di sofa. Sementara di kantor Bram menghendel semua pekerjaan Arga karena Arga sudah mengirim pesan untuk Bram.
Clara sudah menganti pakaian nya dengan pakaian sangat terbuka dan membawa minuman untuk Arga.
"Sayang ini minuman nya ?" Clara duduk di samping Arga. "Sayang. Kapan hubungan kita bisa direstui keluarga kamu ? aku capek setiap kali mau jalan harus diam diam terus. Apa kamu emang sengaja menyembunyikan hubungan kita ?" Clara memainkan dasi Arga.
"Nanti. Belum saat nya." Arga mulai risih dengan Clara yang menggoda nya.
"Tapi kapan sayang ? kamu mau hubungan kita seperti ini terus." Clara tiduran di paha Arga.
"Sayang. Aku ke kantor dulu ya. Nanti masalah ini kita bahas lagi. Lagian sekarang sudah jam 10. Nanti Bram menunggu ku." Arga mengalih pembicaraan.
"Kan ada sekretaris kamu ?" Clara membuka kancing jas Arga.
Aku harus mengikuti permainan Clara. Arga Membiarkan Clara membuka kancing jas nya.
Tak menunggu lama. Arga dan Clara berciuman dan Arga menikmati permainan panas yang di minta Clara. Namun belum sempat mereka melakukan nya, ponsel Arga berbunyi terus menerus.
Arga mengambil ponsel yang berada di saku jas yang di letak kan Clara di sofa.
Arga menggeser layar ponsel nya.
Ada nama Mama yang menghubungi nya beberapa kali.
"Siapa sayang ?" tanya Clara merapikan pakaian nya.
"Mama." balas Arga singkat.
"Kenapa ?"
"Ngga tau. Aku pulang dulu. Jangan jangan mama di kantor lagi. Kalau mama papa tau aku nggak kerja, mereka akan mencurigai ku " Arga memakai jas nya.
"Ya sudah. Hati hati." Clara mengantar Arga sampai pintu apartemen nya.
****
Sesampai di mobil. Arga menghubungi Lina.
"Mama nelpon ? ada apa ma ?" tanya Arga.
"Apa !"
__ADS_1