
Lina yang mengetahui ke pulangan Arga, segera menemui Arga di kamar nya.
"Arga " Lina mengetuk pintu.
Arga yang mendengar Lina memanggil nya, segera membuka pintu kamar nya. "Mama ? mama kenapa kesini sih, kalau ada apa apa biar Arga saja yang ke kamar mama." Arga menggandeng tangan Lina dengan hati hati.
Lina tersenyum melihat kelakuan Arga yang sangat khawatir dengan nya. "Nak, mama nggak kenapa napa lagi sayang. Mama udah baikan kok." Lina duduk di sofa kamar Arga.
Arga ikut duduk di samping Lina. "Ada apa ma ? ada yang sakit ma." Arga menggenggam tangan Lina.
"Mama nggak apa apa lagi Nak, mama ingin bicara saja sama kamu ?"
"Kenapa mama nggak nelpon Arga saja, Arga bisa turun ma ? mama mau bicara apa ?" tanya Arga.
"Apa benar kamu mau menikah dengan Putri ?" mama harap sih itu benar, karena mama tau Putri gadis yang baik." Lina tersenyum penuh harapan.
"Iya ma, Arga akan menikah dengan Putri. Arga akan melakukan apa pun yang membuat mama bahagia. Tapi ?" ucap Arga menggantung.
"Tapi kenapa Nak ?" tanya Lina penasaran.
"Arga mau pernikahan Arga tidak ada yang mengetahuinya. Hanya keluarga yang akan hadir di pernikahan Arga. Arga tidak mau kalau media sampai meliputi istri Arga ma."
"Kenapa ?" tanya bingung Lina.
"Arga tidak mau kalau media sampai mengganggu istri Arga ma ?" ucap Arga berbohong.
"Baiklah mama akan mengikuti kemauan kamu, asalkan kamu mau menikah dengan Putri."
Aku tidak mau ada seorang pun yang mengetahui kalau kau istri ku, walaupun kau cantik tapi kau sangat lah tidak menarik untuk ku. Jangan harap kau bahagia menikah dengan ku ! aku tidak akan membiarkan mu tenang hidup dengan ku ! Arga tersenyum sinis.
***
...Di kediaman Hermawan...
Sejak pulang kerja Putri tidak keluar dari kamar nya, ia hanya merenungi dengan nasib nya. Selesai Sholat Putri turun ke bawah untuk makan malam. Putri tidak mau membuat keluarga nya khawatir dengan keadaan nya.
"Kak Putri." Sapa Sarah yang melihat kedatangan Putri .
__ADS_1
Putri tersenyum dan segera duduk di kursi makan samping Sarah.
"Ayo makan." Ucap Arman.
Saat di meja makan, semua anggota keluarga Hermawan tidak ada lagi yang bicara.
Putri sudah menyelesaikan makan nya lebih cepat. "Ma pa Putri ke kamar dulu ya." Putri beranjak dari duduk nya.
"Putri, papa mau bicara." Ucap Arman menghentikan langkah kaki Putri.
"Iya pa," Putri berjalan ke ruang keluarga di ikuti Sarah yang sudah selesai makan.
"Kak, kakak nggak kanapa napa kan ?" tanya Sarah bingung, karena tidak seperti biasanya nya Putri bersikap diam seperti itu.
"Nggak Sar, kakak nggak apa apa kok." Kata Putri berbohong.
Sarah dan Putri duduk di sofa keluarga sambil menonton TV. Arman yang sudah makan langsung ke ruang keluarga.
"Putri," panggil Arman duduk di sofa lain.
"Iya pa ?" jawab Putri menunduk.
"Tapi pa ?" Putri memandang Arman.
"Papa tidak mau mendengar alasan mu. Jangan buat papa marah." Arman meninggalkan Putri dan Sarah di ruang keluarga.
"Kak, sabar ya. Maafin papa ya kak ?" Sarah memeluk Putri.
"Iya Sar, nggak apa apa kok. Papa benar, seorang istri harus mengurus suami nya di rumah." Ucap Putri menyembunyikan kesedihan nya.
Nia dan Rano menyusul ke ruang keluarga.
"Putri. Tadi tante Lina nelpon mama, katanya jumat ini kamu harus fitting baju di Butik langganan Atmaja."
"Iya ma." Jawab Putri singkat.
"Terus ? tante Lina juga bilang ke mama, nikah nya di gedung pribadi kepunyaan keluarga Atmaja dan tante Lina bilang tidak boleh ada yang tau tentang pernikahan kalian." Ujar Lina.
__ADS_1
"Terus orang panti ma ?" tanya Putri.
"Arga tidak mau kalau ada media yang tau tentang pernikahan kalian. Kita kuti saja apa mau nya Arga."
"Ini nggak adil buat kak Putri dong ma." Saut Rano.
"Iya ma, nggak adil dong ma. Orang panti kan juga keluarga kak Putri ma, terus kenapa tuan Arga tidak mengizinkan mereka tau tentang pernikahan kak Putri." Tanya Sarah heran.
"Mama juga nggak tau, kita ikuti sajalah. Mama ke kamar dulu ya." Ujar Lina beranjak dari duduk nya.
Putri menghembus napas panjang. "Yasudah lah."
"Kak, nanti fitting baju aku ikut juga ya." Ucap Sarah.
"Iya Sar. Kakak ke kamar dulu ya." Putri beranjak dari duduk nya.
"Iya kak." Serentak Sarah Rano.
***
... Di kediaman Atmaja...
Keluarga Atmaja sedang makan malam bersama. Jarang sekali mereka bisa berkumpul makan malam bersama, karena Arga yang tidak tinggal serumah dengan Orang Tuanya.
"Arga, jum'at nanti kamu temenin Putri fitting baju pengantin ya." Ucap Lina tersenyum.
"Aku ikut juga ya kak." Saut Selly.
"Kamu saja yang nemenin nya. Kakak banyak kerjaan." Ucap Arga ketus. "Ma, pa Arga ke kamar dulu." Beranjak dari duduk nya.
Lina dan Budi tersenyum melihat Selly yang memanyunkan bibirnya.
Diperjalanan menuju kamar Arga selalu mengancam Putri yang akan menjadi istri nya. Aku harus menghubungi Clara, sudah 2 hari dia tidak mengabari ku. Gara gara ngurusin wanita itu, aku jadi lupa dengan Clara. Kau tidak akan pernah bahagia, lihat saja sampai di mana air mata mu bertahan. Arga tersenyum sinis.
***
... Di kediaman Hermawan...
__ADS_1
Putri yang menangis di teras balkon kamar nya. Hanya tangisan yang bisa ia lakukan untuk memuaskan rasa sakit hati nya.
Minggu depan aku akan menikah dengan laki laki pilihan ayah tiri ku. Laki laki yang tidak aku kenal, laki laki yang sangat kejam. Laki laki yang tidak punya hati. Aku benci laki laki itu. Putri menangis dalam lamunan nya.