
Putri yang mendengar Arga memanggil nya, segera berlari ke kamar Arga.
"I.iya tuan. Tuang manggil saya." Putri menunduk ketakutan.
"Dasi ku mana ! cepat ambilkan dasi ku ! hari ini aku ada meeting. Jangan buat aku telat ke kantor !" Arga merapikan kancing kemeja.
Putri segera masuk ke ruang ganti, dan mencari dasi. Dasi, di mana tuan Arga menyimpan dasi nya. Putri membuka semua lemari pakaian Arga.
"Putri cepetan ! aku sudah telat ke kantor !" Arga menaikan volume suaranya.
"Sebentar tuan." Ini dia, tapi warna apa yang cocok untuk kemeja yang di pakai tuan Arga. Hitam kayak nya cocok deh. Putri mengambil dasi bewarna hitam dan berlari keluar ruang ganti.
"Ini tuan." Putri memberi dasi.
"Lama !" Arga mengambil dasi dengan kasar dan melangkah kan kaki nya keluar kamar.
***
Di bawah Bram sudah menunggu Arga.
"Pagi tuan muda, nona muda." Sapa Bram.
"Ayo Bram, kita sudah telat." Arga merapikan jas nya.
"Tutuan. Sarapan nya."
"Kau makan sendiri saja !" Arga meninggalkan Putri yang berdiri di ruang tamu.
Dengan muka sedih Putri melangkah kan kaki nya ke meja makan.
Padahal aku sudah bangun sangat pagi untuk siapin ini semua. Putri menghembuskan.
"Bi, kalian belum sarapan kan, ayo kita sarapan sama sama." Ajak Putri.
"Tidak perlu nona muda, nanti kita bisa sarapan sendiri." Saut Ningsih.
"Jangan takut, tuan Arga tidak bakalan tau kok. Tenang saja bi ?" kata Putri meyakinkan para pelayan.
"Baik nona." Serempak para pelayan.
Putri dan para pelayan sarapan bersama.
***
Di Perusahaan Bahagia Group
"Selamat pagi tuan muda ?" sapa serempak dua satpam kantor nya.
Seperti biasa nya, Arga tidak pernah menjawab sapaan para staf dan karyawan nya.
Arga melangkah kan kaki nya ke lift dan menekan tombol 7, di mana ruangan nya berada di lantai 7.
Ting. Lift terbuka.
Tuan muda datang. Tuan Arga hari ini beda ya. Itu tuan Arga. Bisik para karyawan.
"Pagi tuan." Sapa Andrian.
"Ya." Balas Arga dengan muka dingin nya.
Arga melangkah kan kaki menuju ruangan nya, tidak ketinggalan Bram yang selalu mengikuti nya.
Arga menekan nomor telpon yang terhubung ke ruangan Jessinia.
"Jess. Bawakan aku sarapan dan kopi. Segera." Arga mematikan telpon nya.
__ADS_1
Jessinia yang mendengar perintah Arga, langsung menghubungi Rudi.
Tidak lama kemudian Zia membawakan sarapan dan kopi untuk Arga.
"Nona sarapan nya." Kata Zia mengetuk pintu.
"Masuk."
"Ini sarapan dan kopi nya nona ?" Zia meletakan baki yang berisi sarapan dan segelas kopi di meja tamu.
"Iya. Maksih ." Ucap jessinia tanpa melirik.
"Iya nona, saya permisi." Zia pamitan dan keluar dari ruangan Jessinia. Tidak ketinggalan 4 mata jahat yang selalu mengintai Zia di waktu Putri cuti kerja.
"Eh temen lho yang kampungan itu mana hah ! udah seminggu nggak kerja. Baru kerja sudah seenak jidad nya." Kata Melisa ketus.
Namun Zia tidak mengubris ucapan Melisa dan Andini. Zia fokus dengan langkah kaki nya yang centil melewati ruangan mereka.
***
...Di ruangan Arga....
"Permisi tuan Bram. Tadi tuan Arga memesan sarapan dan kopi." Kata Jessinia sedikit gugup.
"Hem." Bram membuka pintu ruangan Arga.
Jessinia pun masuk ke dalam ruangan Arga.
"Permisi tuan muda, sarapan dan kopi nya." Kata Jessinia melirik Arga namun Arga fokus dengan layar laptop nya.
"Iya. Letakkan di meja, kau boleh keluar."
"Baik tuan." Jessinia menaruh baki yang ia bawa di meja tamu dan segera keluar dari ruangan nya.
Arga memakan sarapan yang di bawa oleh Jessinia, sehabis makan, Arga minum kopi yang di buat Zia.
Kopi nya beda, sudah berapa hari kopi nya beda.
Karena tak enak hati, Arga menekan nomor telpon yang terhubung ke ruangan Jessinia.
"Jess, kenapa berapa hari ini kopi nya beda.
"Kepala staf dapur bilang, bagian masak nya cuti pulang kampung tuan."
"Baik lah." Arga mematikan telpon nya.
Selesai sarapan Arga melanjutkan kerja nya sampai jam makan siang. Sehabis makan siang Arga dan Jessinia melakukan meeting dengan Claen di Restoran kepunyaan Atmaja.
****
...Di kediaman Arga...
Semenjak ke pergi an Arga ke kantor. Putri hanya menonton TV, karena Arga melarang nya untuk keluar sendirian.
"Sarah dan Rano kira kira lagi ngapain ya. Apa aku telpon mereka saja." Gerutu Putri memainkan ponsel nya.
Tut.tut.tut. Namun tidak ada jawab dari Sarah maupun Rano.
"Apa aku telpon Nisa saja. Tapi jam segini Nisa lagi kerja. Ratna juga pasti lagi kerja." Gerutu Putri.
"Coba aja kalau aku sudah masuk kerja, pasti aku nggak bakalan kesepian seperti ini." Putri rebahan di tempat tidur.
Hampir 15 menit Putri memainkan ponsel nya, akhir nya Putri tertidur dengan sendiri nya.
***
__ADS_1
...Di Perusahaan Bahagia Group...
Sehabis meeting dengan claen, Arga dan Jessinia kembali ke kantor. Arga melanjutkan pekerjaan yang belum selesai. Hampir jam 5, semua karyawan sudah pulang termaksud Jessinia dan Niko yang sudah bubar kerja. Di kantor hanya ada Arga dan Bram.
Hampir jam 5 sore, kerjaan Arga sudah selesai. Arga dan Bram pun pulang ke kediaman Arga.
***
Sesampai di pekarangan halaman rumah Arga. Arga di sambut hangat oleh asisten rumah tangga dan para satpam.
"Jo, nona muda ngapain aja seharian ini. Apa dia melakukan hal yang aneh aneh." Arga memberi tas kerja nya kepada Paijo.
"Tidak tuan. Sejak kepergian tuan muda ke kantor, sehabis sarapan nona muda hanya di kamar nya saja tuan." Jelas Paijo.
"Bagus Jo. Pantau terus gerak gerik nona muda. Kalau dia melakukan hal yang mencurigakan lapor ke saya."
"Baik tuan."
"Kau boleh kembali bekerja." Ucap Arga.
"Baik tuan. Permisi tuan muda, tuan Bram." Paijo pamitan dan meninggalkan Arga dan Bram di ruang tengah.
"Bram. Ikut aku ke ruang kerja." Arga melangkah kan kaki nya, di ikuti oleh Bram dari belakang.
"Permisi tuan."
"Ada apa bi Ning." Arga menghentikan langkah kaki nya.
"Maaf tuan. Nona muda sehabis sarapan tidak ada keluar kamar. Makan siang juga tidak ada." Kata Ningsih.
"Panggil dia. Suruh dia makan ! jangan sampai dia sakit dan menyusahkan saya !" Arga melanjutkan langkah kaki nya.
Ningsih mengikuti Arga dan Bram dari belakang.
Arga dan Bram masuk keruang kerja Arga, sedangkan Ningsih berada di depan kamar Putri.
***
"Nona. Non. Nona Putri." Panggil Ningsih mengetuk pintu.
Putri yang mendengar seseorang memanggil nya membuka mata secara perlahan.
"Non. Nona Putri." Panggil Ningsih lagi.
"Iya bi, tunggu sebentar. Apa sudah jam setengah 6 ! apa tuan Arga sudah pulang kerja. Gawat ! nanti dia tau kalau aku tidur. Habis lah aku. Putri beranjak dari tidur nya dan membukakan pintu kamar.
Cekrek.
"Bi. Apa tuan muda sudah pulang dari kantor ?" Putri panik.
"Iya nona. Tuan muda baru saja pulang kerja." Jawab Ningsih.
"Terus tuan Arga kemana ?" Putri melihat ke arah kamar Arga.
"Di ruang kerja nya nona."
"Oh, ya sudah bi. Saya harus buru masak untuk nya. Bibi boleh pergi duluan, nanti saya nyusul." Kata Putri masuk kamar nya.
Ningsih yang turun duluan ke lantai bawah. Sedangkan Putri masih berada di kamar nya.
Gimana kalau tuan Arga marah lagi dengan ku. Kenapa aku samapi ketiduran selama ini. Dasar ceroboh. Kenapa aku nggak bangun duluan sebelum tuan Arga pulang. Putri memaki maki dirinya sendiri di dalam hati sambil menutup pintu kamar nya dan segera turun ke lantai bawah.
"Putri ! Kau dari mana saja !" Kata Arga menghentikan langkah kaki Putri.
Dengan tubuh yang gemetaran Putri menoleh sumber suara yang memanggilnya dengan nada keras.
__ADS_1