
Di perjalanan menuju toko, Putri mengingat perkataan Sarah sambil memegang ponsel nya.
Apa aku harus berhenti bekerja ya, dan mencari pekerjaan baru, perjalanan menuju toko lumayan jauh dan aku harus berangkat pagi pagi, gumam Putri.
Mobil terjebak macet yang panjang, saat Putri melirik gedung gedung tinggi di sekitar lampu merah, Putri melihat salah satu anak kecil yang sedang ngamen, seketika itu hati Putri luluh dan rasanya ia ingin mendekati nya, namun saat Putri mau membuka kaca mobil , lampu telah berubah menjadi hijau, mobil pun melaju dan meninggalkan sekumpulan anak kecil yang sedang mengamen.
Hugh, baru saja mau turun, batin Putri kecewa.
...Di mobil Arga...
"Tuan muda saya sudah mencari tau tentang nona itu," ucap Bram melirik Arga dari spion.
"Apa yang kau tau tentang gadis itu." Tanya Arga penasaran.
"Ternyata dia adalah keluarga pak Arman dan ibu Nia, nona itu anak tirinya pak Arman, ibu Nia sebelum menikah dengan pak Arman sudah menikah dan punya anak perempuan. suami bu Nia dulu nya sudah meninggal mengalami kecelakaan." Jawab Bram menjelaskan.
"Terus ." Tanya Arga semakin penasaran.
"Nona itu di titipan di Panti Asuhan sejak umur 8 bulan dan satu minggu kemarin dia di jemput keluarga pak Arman dan Ibu Nia." Ujar Bram fokus menyetir.
"Alasan ibu Nia menitipkan dia di Panti apa !" Tanya Arga nada sedikit tinggi.
"Kalau masalah itu anak buah saya sedang mencari informasi nya lagi tuan," kata Bram.
"Cari tahu informasi itu secepat mungkin dan beri bonus untuk anak buah mu yang sudah bekerja keras. " Ucap Arga.
"Baik tuan." Ujar Bram.
Ada apa dengan tuan muda, kenapa dia sangat ingin
tahu tentang nona itu, apa jangan jangan tuan muda menyukai nya, tidak mungkin, kalau tuan muda menyukai nona itu, sedangkan Clara. Gumam Bram heran.
Bram terus fokus mengemudi, di dalam mobil Arg tidak ada lagi percakapan di antara Arga dan Bram, karena Bram tahu Arga orang nya dingin, dia hanya berbicara yang penting saja.
Sementara itu Putri sudah sampai di tempat kerja nya, walaupun terlambat Rita tidak marah karena Putri sudah mengirim pesan kepada Rita bahwa dia akan terlambat ke toko.
Seperti biasanya pekerjaan Putri sangat mudah hanya mengepacs roti dan memberi lebel harga, sementara bagian penjualan Mika.
"Bagaimana Put keluarga Baru kamu, apa mereka baik pada mu," tanya Rita duduk di samping Putri.
"Alhamdulillah mbak ibu dan bapak tiriku sangat baik pada ku, apa lagi adik tiri ku mereka memperlakukan ku dengan sangat baik," jelas Putri tersenyum.
"Syukur deh kalau kamu di perlakukan dengan baik, Balas Rita tersenyum.
"Put, aku dengar dari Ratna adik tiri mu sangat ganteng ya," tanya Mika penasaran.
"Huh, kamu ini Mik, kalau cowok ganteng saja informasi nya cepat seperti kilat," kata Putri tertawa, Rita dan Mika juga ikut tertawa.
"Iya dong," balas Mika percara diri.
"Kalau adik tiriku ganteng kamu mau apa ?" tanya Putri melotot.
"Biasa aja kali mata nya Put tidak perlu di besar besarkan segala," kata Mika ketawa.
"Rano itu suka sama Nisa," kata Putri tertawa.
__ADS_1
"Aaccchhh, aku telat dong," kata Mika manyun.
"Kasian deh loh," ucap Putri mengejek.
"Mbak ke atas dulu ya," ucap Rita beranjak dari duduk nya.
"Iya mbak," balas Mika.
"Mbak, Putri mau bicara," kata Putri beranjak dari duduk nya dan mengikuti Rita ke lantai atas.
Rita hanya membalas dengan senyuman, di lantai bawa Mika mengepacs roti sendirian.
"Kenapa Put ?" tanya Rita menaiki anak tangga.
"Putri bingung mau ngomong nya gimana." Kata Putri.
"Bicara aja," ucap Rita.
Rita dan Putri sudah berada di lantai 2, Putri memilih rebahan di tempat tidur yang sudah di sediakan Baim suami Rita untuk mereka beristirahat, sementara Rita duduk di sofa yang tidak jauh dari tempat tidur.
Putri memejam kan mata nya, untuk berpikir sejenak, dan ingin memulai percakapan nya dari mana.
"Put, katanya mau bicara sama mbak, kok tidur sih," ucap Rita melirik arah tempat Tidur.
"Putri tidak tidur mbak, Putri hanya berpikir saja ,"
ucap Putri walaupun masih memejamkan mata.
"Ada apa , ada masalah apa," tanya Rita penasaran.
"Kamu sudah mendapatkan pekerjaan baru ya," tanya Rita.
"Belum mbak, Rencananya besok Putri nyari kerjaan baru," jawab Putri menggelengkan kepala.
"Ya , itu hak kamu Put , mbak ngak bisa melarang kamu untuk tetap bekerja dengan mbak," jawab Rita mendekati Putri dan duduk duduk di samping Putri.
"Terima kasih mbak," ucap Putri bangun dari tidur nya dan memeluk Rita.
"Iya, di tempat orang harus jaga diri dan kamu boleh main ke toko mbak kalau kamu rindu mbak," ucap Rita membalas pelukan Putri.
"Iya mbak, Putri sayang mbak." Kata Putri melepas pelukan nya.
"Mbak juga sayang Putri kok," balas Rita.
"Mbak Putri turun ke bawah ya, nanti Mika marah marah lagi," kata Putri beranjak dari tempat tidur.
Rita hanya membalas dengan senyuman, selain Putri Nisa dan Ratna, Rita juga di besarkan di Panti Asuhan. Rita pindah dari Panti semenjak dia menikah, sekarang memiliki satu anak laki laki.
Putri kembali ke tempat pengepacskan roti. sementara Mika hanya melebel roti sendirian.
"Mika !!" Panggil Putri mengagetkan dari belakang.
"Apaan sih kamu Put,aku kaget tau." Gerutu Mika kesal.
"Oke oke , maafin aku ya Mika cantik, nanti aku cariin cowok yang lebih ganteng dari Rano," kata Putri membujuk Mika.
__ADS_1
"Beneran ya," kata Mika tertawa.
"Iya, apa sih yang ngak bisa aku lakukan buat temen ku yang super duper cantik ini," balas Putri tersenyum.
Mika dan Putri pun tertawa, walaupun mereka sering marahan, tetapi mereka tidak pernah marahan sampai berjam jam, karena Putri yang selalu mengalah dengan Mika.
"Mik ?" panggil Putri.
"Apa ," jawab Mika.
"Aku hari ini terakhir kerja lo," ucap Putri lirih.
"Kamu mau kemana, mau ninggalin aku sendirian di sini," saut Mika.
"Di sini kan ada mbak Rita, kamu gak bakalan sendirian kok," ucap putri sambil melihat Mika. "Rencana nya aku mau cari kerjaan baru yang lebih dekat dengan rumah ku." Kata Putri.
"Ya sudahlah, aku mengerti kok," saut Mika polos.
"Kamu mengerti apa." Tanya Putri bingung.
"Iya, aku ngerti Putri, kalau rumah kamu jauh dari toko, kamu capek kan kalau pergi harus pagi pagi," jelas Mika.
"Iya, terima kasih sudah mau menjadi sahabat ku." Kata Putri memeluk Mika.
"Kamu jaga diri ya," ucap Mika membalas pelukan Putri.
"Makasih." Ucap Putri melepas pelukan nya.
Putri dan Mika melanjutkan mengepack roti, sementara Rita turun dari lantai atas dan ikut membantu, karena ada banyak pesanan yang harua di kirim hari ini.
...Di Perusahaan Bahagia Group...
"Bram !!" Teriak Arga dari dalam ruangan nya.
" mIya tuan muda," jawab Bram berlari kecil.
"Telpon anak buah mu. Cari tahu Frengki di mana sekarang, dia sudah berani berkhianat dengan ku." Perintah Arga tegas.
" mBaik tuan." Kata Bram mengambil ponsel di saku jas nya
"Frengki !! B*j**g*n !!! berani sekali kau bermain main dengan ku." Gerutu Arga marah dan melemparkan berkas yang ada di tangan nya.
Di luar ruangan, Jessinia dan Niko panik , karena mereka tahu kalau Frengki telah bekerja sama dengan perusahaan B untuk menghancurkan Arga Atmaja.
Bram menelpon semua anak buah nya, untuk mencari tahu dimana Frengki bersembunyi.
"Kumpulkan anak buah mu, untuk mencari tahu dimana Frengki Wijaya bersembunyi." Ucap Bram di telpon.
Di ruangan Arga belum bisa meredamkan emosi nya , Arga menekan telpon yang terhubung ke ruangan Jessinia.
"Iya tuan muda ," kata Jessinia gugup.
"Bawa keruangan ku berkas berkas itu sekarang juga." Kata Arga tegas.
"Baik tuuaan." Ucap Jessinia panik.
__ADS_1
Arga mematikan telpon nya, sementara Jessinia sudah menyiapkan berkas berkas yang di butuhkan Arga, dan Apa yang terjadi jika Arga tahu berapa uang yang telah di gelapkan oleh Frengki.