
Selepas ke pergi an Arga, Putri masuk ke dalam rumah. Namun saat Putri ingin melangkah kan kaki nya ke anak tangga, terdengar suara Lina yang menyapa Putri.
"Putri," Terdengar suara Lina dari meja makan.
"Iya Ma ?" Putri menghentikan langkah kaki nya.
"Arga sudah berangkat kerja ya ? tumben sepagi ini ?"
"Iya ma ? Putri nggak tau Ma ?" Putri mendekat ke meja makan.
"Kamu sudah sarapan ?"
"Sudah ma, Putri sudah sarapan." Putri mengisi nasi goreng buatan nya di piring Budi dan Lina.
"Makasih Put ?" ujar Budi.
"Iya Pa ?"
"Ma, Pa. Kak Putri." Panggil Selly berdiri di anak tangga.
"Pagi sayang ?" Balas Lina menyapa.
Selly menarik kursi untuk duduk dan mengisi nasi goreng buatan Putri ke piring yang sudah di siap kan.
"Tumben ma bibi masak nasi goreng." Ucap Selly menyuap nasi ke mulut nya.
"Nggak tau, mama juga baru turun. Tapi nasi goreng nya enak loh." Sambil mengunyah.
"Iya ma, beda dari masakan Mira." Sambung Budi.
"Iya ma, beda dari masakan bi Mira ?" sambung Selly .
Mira yang mendengar Selly menyebut nama nya, menghampiri ke meja makan.
"Maaf nyonya, itu masakan nona Putri. Maaf nyonya, tadi saya sudah melarang nona Putri untuk masak." Kata Mira.
"Wah Pa, ternyata menantu kita pintar masak ya. Enak lagi." Kata Lina memuji Putri. "Sudah Bi, nggak apa apa ? bibi boleh kembali ke dapur.
"Maaf ma ? Putri tatadi ?" Putri menunduk.
"Put, nggak apa apa kok kalau kamu mau masak. Itu memang tugas seorang istri." Lina beranjak dari kursi dan menghampiri Putri.
"Iya kak, lagian masakan kakak enak kok." Sambung Selly. "Oh iya kak, ini ponsel kakak. Kemarin ketinggalan di ruang ganti." Selly memberi ponsel ke tangan Putri.
"Iya Sel, makasih ya. Ma Pa Sel, kalian lanjut sarapan lagi ya. Putri mau ke kamar dulu. mau bersih bersih kamar." Ucap Putri pamitan.
"Iya Put." Serentak Budi Lina.
"Ma, Pa.Selly berangkat dulu ya." Selly pamitan mencium punggung tangan Lina Budi.
***
...Di perusahaan Bahagia Group...
Arga yang sudah berada di kantor dan sudah siap untuk meeting dengan klaen.
"Jess. Berkas berkas nya sudah siap semua kan. Tidak ada yang ketinggalan." Kata Niko.
"Iya pak Niko ? berkas berkas nya sudah siap semua." Balas Jessinia.
"Tuan, Nona Ellisabet sudah berada di ruang meeting." Kata Jessinia.
"Hem." Gedam Arga. Arga beranjak dari kursi kerja nya dan melangkah kan kaki nya menaiki lift menuju ruang meeting. Tidak ketinggalan Bram yang selalu mengikuti Arga kemana pun ia pergi.
Hampir 2 jam Arga meeting dengan klaen. Meeting hari ini tidak mengecewakan. Perusahaan Bahagia Group selalu menang tender.
"Selamat bekerja sama tuan Arga Atmaja." Jabatan tangan.
"Senang bisa bekerja sama nona Ellisabet," balas Arga.
***
__ADS_1
...Di kediaman Atmaja...
Putri yang membereskan tempat tidur Arga, walaupun ia tidak tidur di tempat tidur dan Putri sudah menyiapkan beberapa koper yang akan di bawa nya ke rumah Arga.
Hah. Selesai. Gerutu Putri tersenyum tipis.
Putri duduk di sofa, sambil memainkan ponsel nya.
"Kok jam segini sudah ngantuk ya." Putri menguap. "Apa aku tidur saja ya, lagian semalam tidur ku tidak nyenyak." Tidak berapa lama Putri tertidur di sofa.
***
...Di perusahaan Bahagia Group...
"Jess. Apa jadwal ku hari ini," tanya Arga menekan telpon yang terhubung ke ruangan Jessinia.
"Tidak ada lagi tuan." balas Jessinia.
Arga beranjak dari kursi kerja nya dan keluar dari ruangan nya.
"Bram. Bagaimana dengan Clara." Muka datar.
"Iya tuan muda, sejauh ini nona Clara hanya melakukan fhoto shoot saja. Belum ada hal hal yang mencurigakan.
"Bagus ! pantau terus apa yang di lakukan Clara."
"Siang tuan muda." Sapa Andini Melisa serempak.
Arga tidak menjawab sapaan mereka. Arga fokus dengan langkah kakinya.
***
Arga dan Bram sudah berada di mobil.
"Bram kita pulang ke rumah mama papa ?" kata Arga.
"Baik tuan." Bram menyetir mobil dengan fokus.
"Bram. Arga kenapa ?" tanya Lina berada di ruang keluarga.
"Maaf nyonya, saya tidak tau." Kata Bram melangkah ke anak tangga.
"Kau mau ke mana Bram. Apa kau lupa. Bos mu sudah punya istri." Ucap Lina.
Iya aku lupa. Tuan muda sudah punya istri dan untuk apa aku ke kamar nya. "Maaf nya. Saya lupa." Bram menghentikan langkah kakinya.
***
... Di kamar Arga...
Cekrek. Arga membuka pintu kamar.
Arga melihat Putri yang ketiduran di sofa segera mengunci pintu.
"Putri !" Teriak Arga membangunkan Putri.
Putri yang mendengar suara teriak kan Arga langsung bangun dari tidur nya dan beranjak dari sofa.
"Maaf tututuan sasaya ketiduran." Kata Putri gemetaran.
"Aku tidak butuh penjelasan mu ! Apa barang barang mu sudah kau beres kan !".
"Susudah tutuan."
"Cepat bawakan barang barang mu turun." Arga meninggalkan Putri di kamar.
Putri membawa semua koper sendirian, sesampai di lantai dasar, Arga membantu Putri membawakan koper.
"Tersenyum." Arga berbisik dan meremas kuat lengan tangan Putri.
"Tutuan sakit." Putri menahan kesakitan.
__ADS_1
"Aku bilang tersenyum !" Menaikan volume suara nya dan semakin meremas kuat lengan tangan Putri.
"Kalian mau kemana Arga ?" Terdengar suara Budi dari belakang.
"Kita mau pulang ke rumah Arga pa ?" Kata Arga membalik badannya. Apa papa dengar semuanya. Gawat kalau papa sampai dengan semuanya.
"Iya pa, kita mau tinggal di rumah tuuuu eh mas Arga Pa." Kata Putri menahan kesakitan karena Arga meremas kuat lengan tangan nya.
"Arga Putri ? kalian mau kemana bawa koper ?" tanya Lina menghampiri mereka.
"Mereka mau pulang ke rumah Arga ma ? biarkan mereka mandiri." Jelas Budi.
"Tapi Pa ?"
"Iya ma, papa benar. Arga kan sudah punya istri. Lagian mama kan sudah nggak sakit lagi. Mama jangan khawatir kan ada Putri yang ngurusin Arga. Iya kan Sayang." Arga merangkul Putri.
"I.iya ma ?" Jawab Putri.
"Baiklah, kalau itu mau kalian. Mama nggak maksa kok. Lagian mama senang, kalau kalian bisa berduaan setiap hari, biar mama bisa cepat gendong cucu." Lina tersenyum.
"Iya ma. Mama jangan khawatir ya. Mama jaga kesehatan nya, biar nanti bisa gendong cucu." Kata Arga balas tersenyum. "Kita pergi dulu ya ma ?"
"Iya sayang. Hati hati ya. Kalau Putri di rumah nggak ada teman nya, Putri telpon mama saja." Kata Lina membelai rambut Putri.
"Iya ma, Putri pergi dulu ya ma pa ?" ucap Putri tersenyum.
Putri dan Arga melangkah kan kaki nya menuruni anak tangga dan di bantu oleh Bram membawa kopernya.
Sesampai di mobil Arga kembali memasang wajah arogan nya. Putri diam tidak berani mengangkat wajah nya dan Bram fokus menyetir.
"Jangan kau pikir aku mau punya anak dari mu ! dasar murahan !" Arga memegang dagu Putri dengan kuat dan melepaskan nya.
Putri tidak menjawab nya, Putri kembali menunduk dan menahan kesakitan batin dan fisiknya.
Dret dret. Ponsel Putri bergetar.
Putri melihat layar ponsel nya ada nama Nisa.
"Tutuan apa boleh saya mengangkat telpon adik sasaya." Ucap Putri terpatah patah.
"Hem." Gedam Arga.
Putri mengangkat telpon Nisa.
Telpon terhubung.
"Iya Nis, alhamdulillah kakak sehat sehat saja. Kalian semua gimana kabar nya.
"Syukur deh, kalau kalian baik baik saja. Maaf ya Nis, kakak jarang ke panti. soalnya kakak banyak kerjaan." Putri berbohong.
"Ya sudah nanti kakak telpon lagi ya.
Telpon terputus.
Putri kembali menunduk, tidak berani mengangkat muka nya.
Hampir 1 jam, mobil sudah berada di halaman rumah Arga.
Putri turun dan membawa semua koper tanpa di bantu oleh Bram.
Putri melangkah kan kaki nya memasuki rumah besar milik Arga.
"Nona, biar saya yang bawa." Kata pelayan menawarkan bantuan.
Arga melirik sinis Putri dan pelayan itu.
"Maaf nona, saya permisi dulu." Pelayan itu meninggalkan Putri.
"Kau pikir disini kau bisa enak enak kan ! kamar mu di sana !" Arga menunjuk kamar yang tidak jauh dari kamar nya.
"I..iya tuan." Putri melangkah kan kaki nya ke kamar yang di tunjuk oleh Arga. Sesampai di kamar, Putri segera membereskan barang barang nya dan menyusun rapi semua perlengkapan nya. "Aku harus semangat ! Putri kamu bisa melewati ini semua !" Putri menyemangati dirinya sendiri.
__ADS_1
Arga yang sudah berada di kamar nya, segera membersihkan tubuh nya dan menyegarkan dirinya di buthup. Sedangkan Putri masih sibuk membereskan semua perlengkapan nya.