
Keesokan pagi nya, Putri yang sudah bersiap siap berangkat kerja. Putri yang selalu bangun lebih awal dan sarapan duluan sebelum keluarga Hermawan bangun.
"Pagi mbak Putri." Sapa Lela sopan.
"Pagi bi Lela," balas Putri tersenyum.
"Mbak Putri, sarapan nya sudah bibi siapkan." Lasmi menunjuk meja makan.
"Iya bi, makasih ya,".
Lasmi selalu menyiapkan sarapan lebih awal dari sebelum nya, karena Lasmi tau kalau Putri akan berangkat kerja sebelum keluarga Hermawan turun ke bawah.
Putri memakan semua sarapan yang sudah di siapkan Lasmi dengan sangat lahap, karena semalaman Putri tidak makan.
"Bi kalau ada yang nyariin Putri, bilang aja Putri sudah berangkat kerja ya bi," Putri meletakkan piring kotor di wastafel cuci piring.
"Iya mbak," ucap Lasmi.
"Putri berangkat kerja dulu ya bi," Putri melangkah kaki nya meninggalkan dapur.
"Iya mbak, hati hati ya." Balas Lasmi tersenyum. Semenjak kehadiran mbak Putri di sini, rumah ini seperti hidup kembali. Biasanya rumah ini seperti tidak ada penghuni nya.
Setiap Putri akan pergi keluar rumah, Putri selalu di anterin sopir, semenjak Nia melarang Putri menaiki taksi.
***
Sesampai di perusahaan Bahagia Group. Putri berjalan ke arah dapur, namun situasi kantor masih sepi belum ada satu orang pun.
Putri menghela napas panjang. "Baiklah. Putri kamu tidak perlu memikirkan masalah pribadi mu di sini. Pokok nya aku harus semangat !" gerutu Putri kecil.
__ADS_1
Di dapur belum ada siapa siapa, karena sekarang jam masih menunjukkan pukul 07.45 . Putri yang sudah berada di kantor sejak jam 07.30 segera melakukan pekerjaan yang biasa ia kerjakan. Satu persatu staf OB sudah datang.
Zia yang heran dengan Putri, karena tidak biasa ya ia datang sepagi ini. "Hay Put, kamu mimpi apa sih semalam kok pagi pagi gini sudah di kantor."
Putri tidak menjawab ucapan Zia, Putri hanya membalas dengan senyuman. "Ini susu untuk kamu,".
"Kamu kemasukan hantu apa sih Put, biasanya aku yang minta, baru dibuatin." Ucap Zia heran.
"Ya sudah kalau kamu nggak mau," Putri mengambil gelas yang ada di tangan Zia.
"Mau lah, ini mah rezeki nomplok." Saut Zia merebut gelas berisi susu yang hampir di minum Putri.
"Aku bikin dua tau." Ujar Putri ketawa.
Sebelum melakukan pekerjaan masing masing Putri dan Zia duduk di meja dapur sambil meminum susu yang sudah di buatkan oleh Putri.
***
Arga sudah mengabari Jessinia bahwa hari ini ia cuti kerja dan memilih merawat Lina di rumah. Di kantor Niko yang menggantikan pekerjaan Arga.
Arga sudah bangun lebih awal dari biasanya dan sudah selesai sarapannya. Arga beranjak dari duduknya dan berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Lina.
"Ma," panggil Arga mengetuk pintu.
"Ma, suara kak Arga." Ucap Selly yang sudah berada di kamar Lina sejak tadi.
"Iya Sel, kayak nya kakak kamu nggak kerja deh hari ini, baiklah mama pura pura tiduran aja." Ucap Lina menyelimuti tubuhnya.
"Mama, ma." Panggil Arga lagi.
__ADS_1
"Iya kak tunggu bentar." Saut Selly dari dalam kamar. Arga terus mengetuk pintu. "Nggak sabaran banget jadi orang !" gerutu Selly kesal.
"Kenapa lama banget buka pintu nya." Arga menerobos masuk ke dalam.
"Kakak tuh yang nggak sabaran jadi orang." Saut Selly dari belakang Arga.
"Mama udah baikan ?" Arga duduk di samping Lina.
"Iya sayang, mama sudah sedikit baikan, kamu nggak kerja ?" Lina melihat jam dinding kamar nya.
"Nggak ma, Arga cuti kerja hari ini, Arga mau nemenin mama di rumah." Arga mengelus lembut tangan Lina. Siapa sangka Arga yang bersikap dingin dan arogan bisa lembut seperti ini.
"Ma, Selly ke kampus dulu ya," ujar Selly beranjak dari duduk nya. "Jagain mama, awas kalau mama sampai kenapa napa." Melotot ke Arga.
"Ma, mama istirahat saja ya. Arga keluar dulu sebentar, ada urusan yang harus Arga selesaikan." Arga beranjak dari duduk nya dan melangkah kan kaki nya keluar kamar Lina.
"Arga !" panggil Lina menghentikan langkah Arga.
"Iya ma," jawab Arga membalikkan badan.
"Menikah lah dengan Putri ya Nak ?" ucap Lina lirih.
Arga diam melihat Lina yang begitu menginginkan nya menikah dengan Putri. "Iya ma." Arga melanjutkan langkah kaki nya dan meninggalkan Lina di kamar.
Apa aku tidak salah dengar ? Arga mau menikah dengan Putri. Gerutu Lina tidak percaya.
Arga berjalan melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamar nya. Putri, gadis pemberani itu ? hah ! ternyata kamu gadis yang akan di nikahkan dengan ku.
***
__ADS_1
Lina menghubungi Nia untuk memberi tahu, bahwa Arga mau menikah dengan Putri.