
Arga pun menjemput Clara di apartemen nya.
"Sayang, kamu kok lama sih." Kata Clara masuk ke mobil.
"Tadi macet. Kau mau kemana." Tanya Arga sedikit dingin. Arga harus bersikap baik dan pura pura tidak tau apa yang dilakukan Clara di belakang nya karena Arga ingin tau kenapa Clara sampai bermain gila dengan rekan bisnis nya.
"Hemm." Clara berpikir. " Sayang bagaiman kalau club saja."
Tanpa basa basi, Arga mengikuti kemauan Clara.
Hampir 1 jam perjalanan menuju club malam. Arga dan Clara sudah sampai.
"Sayang, ayo masuk." Ajak Clara menggandeng Arga. Clara tau kalau Arga tidak pernah masuk ke sini.
"Iya sayang. Kamu duluan saja." Kata Arga, Arga memasang perekam suara di baju dalam nya, karena Arga tau apa yang akan di rencana Clara.
Clara melihat lihat tempat duduk yang kosong. "Kita di pojok sana aja ya sayang." Kata Clara menunjuk.
Arga mengikuti apa yang di katakan Clara. Walaupun Arga sangat enek berada di tempat ini.
Clara memesan 2 gelas jus alpukat.
"Sayang, kamu kenapa beberapa hari ini cuek sih, jarang ngabarin. Aku kan kangen sama kamu." Rengek Clara di bahu Arga.
"Maaf ya sayang, beberapa hari ini aku sibuk. Oh ya gimana kerjaan kamu di luar kota." Tanya Arga mengalih pembicaraan.
Clara bercerita dengan Arga apa saja yang ia lakukan di sana, walau cerita nya sedikit benar, bohong nya banyak. Arga hanya mendengar, karena Arga tau apa yang di lakukan Clara di belakang nya.
Sambil ngobrol, Clara dan Arga minum jus, karena Clara tau Arga tidak suka alkohol.
"Sayang, kamu sayang nggak sih sama aku." Clara memainkan dasi Arga.
"Menurut kamu ?"
"Makasih sayang kamu sudah membuat hari hari menjadi sempurn." Kata Clara senderan di bahu Arga.
Aku ikuti permainan kalian. Munafik ! "Iya sayang." Arga mengusap kepala Clara.
***
__ADS_1
Sementara Putri masih dengan tangisan nya.
Ningsih yang cemas dengan Putri karena tidak keluar kamar sejak sore tadi.
"Diah, apa nona muda susah turun untuk makan." Tanya Ningsih.
"Belum mbak Ning. Kau Lis, apa kau liat nona muda turun ke bawah ?" tanya balik Rodiah.
"Belum juga sih, tadi aku dengan tuan muda bentak bentak nona muda , tapi nggak tau juga sih, apa aku saja yang salah dengar. Mbak Nining, coba aja panggil nona muda, nona muda belum makan dari siang tadi." Kata Lilis.
Ningsih pun mengikuti usulan Lilis untuk memanggil Putri.
***
"Non. Nona " panggil Ningsih mengetuk pintu namu tidak ada jawaban dari Putri. "Non." panggil Ningsih lagi. Karena tidak ada jawaban, Ningsih membuka pintu menggunakan kunci serep.
"Non. Nona Putri." Ningsih menggoyangkan tubuh Putri. Namun tidak ada respon dari Putri. Ningsih memegang kening Putri. "Ya Allah nona Putri sakit." Ningsih panik dan keluar kamar. " Lis, Diah. Kesini sebentar." Teriak Ningsih dari lantai atas.
"Iya mbak Ning." Saut Lilis dari bawah. "Mbak Diah. Mbak Nining manggil. Kenapa ? kok sampai teriak teriak segala."
"Ayo Lis. Kita liat. Jangan jangan nona Putri ?" Rodiah menggantung kata nya.
Lilis dan Rodiah berlari menaiki anak tangga. Sesampai di kamar Putri mereka melihat Putri yang terbarik di kasur, kondisi muka yang pucat.
"Cepat buat kan bubur untuk nona muda, dan bawakan juga obat. Kayak nya nona muda telat makan. Lilis tolong telpon tuan muda, bilang kalau nona muda pingsan." Perintah Ningsih.
"Iya mbak." Serempak Lilis dan Rodiah.
Rodiah dan Lilis turun ke lantai bawah. Lilis menelpon Arga sedangkan Rodiah membuka bubur untuk Putri.
****
Arga yang mendapat kabar dari rumah bawah Putri sakit segera pulang dan mengantarkan Clara pulang ke apartemen nya.
"Sayang, kamu nggak kangen apa sama aku . Kok cepat sih pulang nya. Siapa yang sakit, Keluarga kamu kan nggak tinggal sama kamu, terus siapa yang sakit di rumah kamu ?" rengek Clara.
"Itu, Keponakan papa. Baru pulang dari london. Nanti kita bisa jalan lagi." Kata Arga berbohong.
"Boleh aku ikut ? lagian dia kan bakalan jadi adik ipar aku juga ?" Rayu Clara.
__ADS_1
"Lain kali saja ?"
"Tapi sayang ?" Clara merengek di bahu Arga.
"Clara. Nan ?"
Clara mencoba mencium bibir Arga, namun Arga menolak dan mengehentikan nya.
"Sayang." Clara merajuk dan membuang muka.
"Clara sayang, nanti saja ya. Aku harus pulang." Arga membujuk Clara dengan mengelus elus tangan Clara. Aku harus sabar ngadepin wanita licik ini. Aku harus tau apa rencana mereka.
"Aku tuh kangen kamu Arga. Apa kamu nggak kangen sama aku." Clara mencoba menggoda Arga lagi dengan mengelus bibir Arga.
Karena terbuai nafsu, Arga langsung mencium bibir munyil milik Clara dan Clara membalas permainan bibir yang sangat panas.
Arga semakin ganas, sehingga tangan nya mulai liar turun ke bawah dan bermain di gunung kembar milik Clara. Sedangkan Clara mencoba membuka kancing kemeja Arga satu persatu. Belum semua kancing kemaja Arga terbuka, Arga menghentikan nya.
"Kenapa kok berhenti sayang ?". Clara menggoda Arga lagi, dengan mengelus elus dada Arga.
"Clara. Aku harus pulang. Kau boleh turun." Kata Arga menghentikan tangan Clara yang menggoda nya.
Dengan muka sangat kecewa, Clara pun turun dari mobil dan masuk ke dalam apartemen.
Di ruang tunggu apartemen, Arga melihat sekilas ada seseorang laki laki yang menunggu ke datangan Clara.
"Bagus ! permainan kalian sangat hebat !" Arga menghidupkan mobil dan pergi dari apartemen
Arga mengambil ponsel di saku jas nya dan mendengar apa saja yang di bicarakan Clara dengan laki laki itu.
...Flasback on...
"Sayang." Clara mencoba menggoda Arga dengan mengelus elus bibir Arga.
Ini kesempatan ku, Arga mencium bibir munyil milik Clara tanpa ampun, sehingga Clara terbuai nafsu. Karena Clara sudah sangat nafsu, Arga menempel perekam suara di tas Clara. Setelah berhasil menempel perekam suara, Arga menghentikan ciuman nya.
...Flasback of...
"Bagus ! terus lah bermimpi wanita munafik !" Arga tertawa mendengar obrolan rekaman Clara dan laki laki itu.
__ADS_1
***
Sementara Putri masih belum siuman.