
Putri yang sudah di beri izin oleh perusahaan tempat ia bekerja selama dua minggu dengan alasan Putri pulang kampung. Walaupun pertanyaan demi pertanyaan yang di tanya Rudi Putri jawab berbohong.
***
Keesokan hari nya. Putri yang di temani Lina, Sarah dan Selly fitting baju pengantin di butik keponakan Atmaja.
Putri dan Sarah sudah berada di butik, sedangkan Lina dan Selly masih dalam perjalanan menuju butik.
"Selamat datang. Ada yang bisa kami bantu ?" tanya salah satu pelayan butik membuka pintu kaca.
"Iya kak. Kita sudah buat janji dengan nona Bianka. Nona Bianka nya ada ?" tanya Sarah.
"Iya, nona Bianka ada di ruangan nya. Silahkan duduk." Kata pelayan butik menunjuk arah sofa. "Nona mau fitting baju ?" tanya pelayan butik tersenyum ramah.
"Iya kak." Jawab Putri memaksa tersenyum walaupun hati nya tidak terima, tetapi Putri tidak pernah memperlihatkan wajah sedih nya.
"Apa nona mau liat liat gaun dulu apa mau langsung bertemu nona Bianka ?"
"Kita liat liat gaun dulu deh kak." Ucap Sarah melihat lihat ruang galery Bianka.
"Silahkan liat liat dulu nona. Ini keluaran terbaru, kayak nya cocok untuk nona." Menunjuk gaun putih di panjang di patung.
"Ini terlalu mewah, cari yang lain aja kak," Putri melihat lihat gaun lain nya.
Terdengar dari ruang lain suara Lina dan Selly menyebut nama Putri. Putri dan Sarah segera menemui Lina dan Selly.
"Tante. Selly." Sapa Putri cepika cepiki. Begitu juga yang di lakukan Sarah.
"Kalian sudah lama di sini ? sudah liat liat gaun nya. Apa Putri mau gaun rancangan terbaru ?" ucap Lina tersenyum.
"Tidak perlu rancangan terbaru tante, yang simpel simpel saja. Yang ini juga udah bagus kok ." Putri memegang gaun putih yang ia suka.
"Oh ya sudah, kalau kamu suka nya yang ini." Kata Lina.
"Kayak nya yang ini deh kak. Biar simpel tapi lebih waow gitu." Saut Selly memegang gaun putih di patung.
"Iya Sel, kayak nya kak Putri lebih cocok yang ini deh, walaupun simpel tapi lebih waow gitu " Sambung Sarah. "Kak. Coba yang ini aja dulu, pas nggak nya." Kata Sarah menunjuk gaun yang di pajang di patung.
"Iya kakak coba yang ini dulu ya." Balas Putri tersenyum.
"Nona. Ruang ganti nya di sana." Ucap pelayan membawa gaun pengantin.
__ADS_1
"Tante, Sarah Selly. Kakak ke ruang ganti dulu ya." Putri berjalan mengikuti pelayan itu.
"Iya kak." Serempak Sarah Selly.
"Kita nungguin di ruang tunggu ya Put." Saut Lina menunjuk ruang tunggu.
Putri yang di bantu pelayan butik memakai gaun pengantin.
"Wah. Nona terlihat sangat cantik." Pelayan itu memutar tubuh Putri. "Calon suami nona pasti bakalan terpesona melihat ratu nya cantik seperti bidadari." Kata pelayan memuji.
"Kakak jangan memuji ku seperti itu ah." Tersenyum maksa. Calon suami ? cantik seperti apa pun tuan Arga tidak bakalan memuji ku.
"Ayo nona, kita keluar." Ajak pelayan memegang ujung gaun.
Putri melangkah kan kaki nya secara perlahan keluar dari ruang ganti karena gaun yang ia pakai sangat panjang.
"Kak Putri ? kakak cantik sekali." Saut Selly bengong.
"Putri. Kamu cantik sekali Nak pakai gaun ini. Arga pasti bakalan terpesona melihat calon istri nya secantik ini." Lina memutar mutar tubuh Putri.
Ternyata Nona ini calon istri tuan muda Arga. Cocok sekali mereka, tuan muda tampan dan istri nya cantik dan manis. Beruntung nya nona ini bisa jadi istri CEO ternama di kota ini. Batin pelayan butik.
"Kalian semuanya berlebihan ah. Kakak kan jadi malu ?" Putri tersenyum malu. Seandainya Nisa dan Ratna di sini, pasti mereka bakalan memuji ku, sama seperti Sarah dan Selly. Nisa Ratna maafin kakak ya.
"Tante Lina, Selly. Bianka masuk ke ruang tunggu dan cepika cepiki. "Ini pasti kak Putri, calon kakak ipar Bi ya tante." Ujar Bianka melihat Putri.
"Iya Bi, ini calon istri Arga. Minggu nanti kamu harus merias Putri secantik mungkin ya. Pokok nya sulap menantu tante jadi sinderela." Ucap Lina tersenyum.
"Siap tante. Bi akan merias kakak ipar secantik mungkin. Pokok nya kak Arga bakalan pangling liatin istri nya yang cantik ini." Bianka tersenyum.
Semua nya tertawa dengan ucapan Bianka.
Hampir dua jam mereka berbincang bincang. Putri sudah memilih gaun yang akan di pakai nya di hari pernikahannya.
Mereka pamitan dengan Bianka dan masuk mobil masing masing.
***
... Di Mobil Sarah...
"Kak. kakak nggak apa apa kan ? Sarah perhatiin dari tadi kakak gelisah gitu. Ada apa kak ?" tanya Sarah fokus menyetir.
__ADS_1
"Nggak apa apa kok Sar, kakak hanya kepikiran anak anak panti saja."
"Apa kita undang saja mereka ke pernikahan kakak. Lagian mereka juga kan keluarga kakak." Sarah melirik Putri.
"Jangan Sar. Tuan Arga bakalan marah. Apa lagi kalau banyak yang tau kalau kakak menikah dengan tuan Arga." Balas Putri melirik Sarah.
Sarah menghembuskan napas kasar. "Tuan Arga memang nggak punya hati." Kata Sarah kesal.
"Sudah lah Sar. Nanti kalau waktu nya sudah tepat kakak akan bilang ke mereka kok. Kamu fokus nyetir aja, jangan mikir yang nggak nggak."
Sarah dan Putri sudah berada di rumah. Putri dan Sarah masuk kamar masing masing untuk beristirahat.
***
... Di kediaman Atmaja...
"Ma. Kak Putri cantik ya. Sudah baik, Sopan, Lembut, Imut lagi." Ucap Selly membayangkan.
"Iya Sel. Mudah mudahan mama nggak salah pilih istri untuk kakak kamu." Ujar Lina tersenyum. "Mama ke kamar dulu." Kata Lina meninggalkan Selly di ruang keluarga.
Selly tersenyum membayangkan jika Putri akan menjadi kakak ipar nya. Sama seperti drama korea yang ia tonton saat ini.
"Kenapa kamu senyum senyum sendiri. Kayak orang gila saja." Saut Arga dari belakang. "Bram ke kamar mu." Arga menaiki anak tangga.
"Iya tuan." Bram mengikuti Arga dari belakang.
"Bos sama sekretarisnya, sama sama Arogan." Gerutu Selly melihat kepergian Arga dan Bram.
Selly melanjutkan menonton drama korea yang membuat nya senyum senyum sendiri.
****
... Di kamar Arga...
"Bram. Tutup rapat rapat acara pernikahan ku minggu nanti. Aku tidak mau ada orang yang mengetahui nya termaksud Clara. Clara nggak boleh tau kalau aku sudah menikah. Masalah Clara, suruh anak buah mu mengikuti gerak gerik Clara !"
"Baik tuan muda. Aku sudah menyuruh anak buah ku memantau nona Clara."
"Bagus." Arga beranjak dari duduk nya. Putri ! gadis pemberani. Kau akan menjadi istri ku. Kita lihat saja nanti, sampai dimana kau bertahan menikah dengan ku. Arga senyum sinis. "Bram kau boleh pulang !" saut Arga.
"Baik tuan. Saya permisi." Bram meninggalkan Arga yang berada di kamar nya.
__ADS_1