
Nia yang keluar dari kamar Putri, berjalan ke kamar nya. Sementara Sarah masih sibuk dengan pakaian nya.
Ceklek. Nia membuka pintu.
"Pa ? " panggil Nia melangkah ke tempat tidur.
"Kenapa ma ?" jawab Arman yang masih tiduran di kasur.
"Anak anak ngajakin liburan ke taman." Kata Nia duduk di pojok kasur.
"Terus ?" tanya Arman.
"Kita ikut ya." Ucap Nia tersenyum.
"Papa mau istirahat di rumah hari ini ma." Ujar Arman membuka selimut nya.
"Ayolah pa, kita sudah lama tidak liburan keluarga, apalagi sekarang ada Putri ?" rayu Nia.
"Ya, baik lah, papa mandi dulu, " kata Arman bangun dari tidur nya.
"Iya pa, mama ke bawah dulu ya ?" kata Nia beranjak dari duduk nya.
Nia keluar kamar, dan turun ke lantai bawah untuk mempersiapkan bekal yang akan di bawa nya. Sementara Arman masih berada di kamar nya.
"Putri ikut ke taman juga, aku akan menghubungi Lina dan Budi untuk menyusul ke taman." Gumam Arman tersenyum licik.
Sarah yang sudah mandi dan sudah siap siap turun ke bawah. "Oh iya, bang Rano kan masih tidur." Gerutu Sarah. Sarah pun berjalan ke arah kamar Rano.
"Bang, bang Rano." Panggil Sarah mengetuk pintu. " Pintu nya gak di kunci, aku masuk aja lah." Ucap Sarah bicara sendiri.
Rano sudah bangun dari tidur nya, namun ia masih malas malasan di tempat tidur.
"Bang." Panggil Sarah.
"Apa sih Sar, bang bang bang bang." Saut Rano.
"Cepatan mandi, kita mau ke taman tau !" ucap Sarah kesal.
"Bentar lagi lah," kata Rano menarik selimutnya sampai kepala.
"Ayo, semuanya sudah nungguin ?" ucap Sarah menarik selimut.
"Iya, Abang mandi." Kata Rano beranjak dari tidur nya.
"Oke, jangan lama lama," ucap Sarah tersenyum.
Sarah berjalan keluar kamar Rano, sedangkan Putri sudah berada di dapur menyiapkan bekal yang akan di bawa.
"Hey Sar," sapa Putri melihat Sarah menghampiri mereka.
"Papa mana ma ?" tanya Sarah.
"Masih di atas Sar." Jawab Nia "Abang mu sudah di bangunin belum." Tanya balik Nia.
"Udah ma, Sarah bawain tikar ke mobil dulu ya." Kata Sarah membawa tikar.
Sarah membawa semua bekal ke mobil yang di bantu Lasmi dan Rano.
__ADS_1
"Semuanya sudah di bawa kan, tidak ada yang ketinggalan." Kata Nia melihat isi bagasi mobil.
"Iya nyonya, semuanya sudah di bawa." Jawab Lasmi.
Mereka membawa dua mobil. Nia dan Lasmi masuk ke mobil yang di sopir Arman, sementara Putri dan Sarah di mobil Rano.
***
Keluarga Hermawan sudah berada di taman, mereka mencari teman yang nyaman untuk keluarga.
"Ma Pa, kita ke sana aja," ucap Sarah menunjuk arah danau.
"Boleh, kayak nya tempat nya enak nih." Kata Nia.
Nia dan Sarah berjalan ke arah tempat yang di tunjuk Sarah. Arman dan Rano masih di parkiran mobil, sementara Lasmi dan Putri membawa bekal yang masih tersisa di mobil.
"Bi. Tikar nya di sini aja, kayak nya pemandangan nya sejuk deh." Kata Nia melihat arah danau.
"Baik nyonya," ucap Lasmi.
Putri meletakkan bekal bekal di atas tikar. Rano menghidupkan api, sementara Sarah asyik dengan ponsel nya.
"Sarah." Panggil seseorang dari arah jalan
Sarah mencari sumber suara yang memanggil nya tadi. Terlihat seseorang dari jauh menghampirinya. "Selly," panggil Sarah berjalan menghampiri Selly.
"Kalian di sini juga ya," tanya Selly cepika cepiki.
"Iya Sell, kamu sama siapa." Tanya balik Sarah.
"Tante, Om." Sapa Sarah mencium telapak tangan.
"Kamu sama siapa Sar," tanya Lina pura pura tidak tau.
"Keluarga tante," jawab Sarah. "Mama papa di sana tante." Ucap Sarah menunjuk ke arah danau.
"Ayo kita ke sana pa," ucap Lina.
Mereka pun berjalan ke arah danau.
"Kak Putri," teriak Selly.
Putri heran dengan ke datangan keluarga Atmaja. "Hey Sel. Om tante," Sapa Putri tersenyum.
Lina dan Budi membalas senyuman Putri.
"Lin, liburan juga ?" tanya Nia.
"Iya nih, Selly ngajakin ke taman." Jawab Lina tersenyum ke arah Selly.
"Gabung aja sama kita," saut Arman.
"Iya Man," kata Budi.
Mira yang di bantu Lasmi meletakkan bekal yang ia bawa di atas tikar.
Rano masih fokus dengan api yang ia buat di bantu Sarah. Nia dan Lina berbincang bincang masalah fashion, sedangkan Arman dan Budi ngobrol sambil ngopi.
__ADS_1
"Kak, aku bantu ya." Kata Selly melihat Putri yang mengupas kulit jagung.
"Iya Sel, makasih ya." Ucap Putri tersenyum.
"Api nya sudah siap, mana jagung nya." Kata Rano menghampiri Putri dan Selly.
"Ini bang," kata Selly memberi jagung di tangan Rano.
Sambil menunggu jagung bakar, mereka makan hidangan yang di bekal dari rumah masing masing.
Suasana di taman sangat heboh, karena kelakuan Sarah dan Selly membuat semuanya tertawa.
"Bud, gimana masalah lamaran mu untuk Putri ?" tanya Arman.
Semua nya terkejut, termaksud Putri yang menghentikan makan nya.
"Maksud papa ?" tanya Nia bingung.
"Keluarga Atmaja melamar Putri, papa menerima nya." Ucap Arman santai.
"Iya Nia, aku melamar anak pertama mu." Sambung Lina tersenyum.
"Pa, kita tanyain kak Putri dulu lah." Saut Rano berada di belakang Putri.
"Pa, menikah itu harus ada landasan cinta nya pa." Ucap Putri lirih.
"Putri sayang, tante jamin kamu pasti bisa mencintai anak tante, seiring berjalannya waktu," ujar Lina meyakinkan Putri.
"Tapi tan," ucap Putri.
"Kita tidak bisa maksain Putri Lin, kalau dia tidak bisa mencintai anak kalian gimana ?" kata Nia membela Putri.
" Papa menyetujui pernikahan Putri dan Arga." Ucap Arman tegas.
"Apa putra kalian menyetujui pernikahan ini." Tanya Nia.
"Tentu saja Nia, Arga akan menyetujuinya, Arga selalu menuruti perkataan ku," Kata Lina percaya diri.
Putri hanya menunduk, tidak bisa berkata apa apa lagi. Pa aku tidak mau menikah dengan laki laki yang tidak aku cintai.
Putri pun meninggalkan mereka, dan berjalan mencari tempat di mana ia bisa meluapkan sedih nya.
Sarah yang melihat Putri duduk sendirian, Mereka bingung melihat muka murung Putri, karena Sarah dan Selly tidak mengetahui cerita nya.
"Kak Put, kenapa ?" tanya Sarah bingung.
"Gak apa apa kok Sar," kata Putri tersenyum menyembunyikan kesedihan nya.
"Oh, kirain kakak kenapa napa." Ujar Sarah.
"Gak kok," kata Putri .
"Ayo Sel kita ke sana." Ajak Sarah.
Aku tidak mau nikah dengan laki laki itu, aku mau menikah dengan suami pilihan ku, lagi pula aku belum ada niat menikah muda, ya tuhan tolong aku. Tanpa sadar air mata Putri jatuh dan tidak bisa di tahan tahan lagi.
Sementara Nia yang mengetahui Putri tidak duduk bersama mereka, mencoba mencari nya.
__ADS_1