
Putri yang sedang ketiduran di bath up terbangun karena mendengar suara ketukan pintu kamar nya.
"Kak, kak Put," suara Sarah terdengar dari luar kamar Putri. "Sarah masuk ya," ucap Sarah masuk ke kamar Putri, kebetulan pintu kamar Putri tidak di kunci.
"Kak," panggil Sarah mendekat kamar mandi.
"Sebentar Sar." Teriak Putri dari kamar mandi.
Sarah yang mendengar Putri berada di kamar mandi, berjalan ke arah sofa.
Putri yang bangun dari bath up langsung membersihkan tubuh nya di shower, setelah selesai mandi Putri keluar kamar mandi menggunakan baju handuk.
"Ada apa Sar," tanya Putri berjalan ke arah Sarah.
"Tidak apa apa kak, kakak nggak apa apa kan." Tanya Putri khawatir.
"Kakak gak apa apa kok," ujar Putri senyum.
"Syukur deh kalau kakak gak apa apa, Sarah keluar ke kama dulu ya."Kata Sarah beranjak dari duduk nya.
"Iya," saut Putri berjalan mengikuti Sarah keluar kamar.
"Bay kak," kata Sarah melambai tangan nya.
Putri hanya tersenyum melihat tingkah konyol Sarah.
"Setengah 6 Sore, aku ketiduran jadi nya gak Sholat Ashar." Gerutu Putri sedih.
Putri duduk di ujung tempat tidur nya dan termenung, mengikat kejadian hari ini yang menyebalkan buat Putri.
"Ganti baju aja lah , sudah mau magrib." Gerutu Putri.
Seperti biasa nya , makan malam sudah di siapkan para pelayan, Lasmi pelayan yang di tugaskan di dapur dan memanggil seluruh keluarga Hermawan untuk makan.
Tok tok tok , Lasmi mengetuk pintu kamar Putri. " "Mbak, mbak Putri makan malam nya sudah siap ." Kata Lasmi dari luar kamar.
"Iya bi, sebentar, ucap Putri berjalan membuka pintu. "Kenapa bi," tanya Putri.
"Makan malam nya sudah siap mbak," kata Lasmi.
"Aku masih kenyang bi, bilang yang lainnya aku masih kenyang dan tidak ikut makan malam." Kata Putri.
"Apa mbak Putri mau makan di kamar saja, biar bibi bawakan makanan nya ke kamar mbak." Ucap Lasmi.
"Tidak usah bi,aku sudah makan tadi." Kata Putri menolak.
"Baik lah mbak, kalau ada perlu apa apa, jangan sungkan sungkan dengan saya mbak, saya pamit dulu mbak." Ucap Lasmi menunduk.
"Iya bi, makasih." Kata Putri senyum.
Lasmi pun meninggal kan kamar Putri dan berjalan ke kamar Sarah, sementara Putri melanjutkan rebahan di kamar nya.
__ADS_1
Lasmi sudah memanggil Sarah dan Rano, Sarah dan Rano sudah berada di meja makan, begitupun Arman dan Nia sudah berada di meja makan.
Nia yang melirik ke kursi kosong tahu kalau Putri tidak ada. " Bi Putri sudah bibi panggilkan belum." tanya Nia melihat ke arah Lasmi.
"Sudah nyonya, tapi mbak Putri bilang dia masih kenyang dan sudah makan tadi." Jawab Lasmi menjelaskan.
"Oh ya sudah bi," bibi boleh kembali ke dapur." Ucap Nia.
Kok tumben tumben nya kak Putri tidak turun makan , apa kak Putri masih memikirkan masalah tadi ya , batin Sarah.
"Papa sudah lapar Ma," kata Arman memberi isyarat .
"Iya Pa," jawab Nia.
Nia mengisi makanan ke piring Arman , sementara Sarah dan Rano masih memikirkan keadaan Putri di kamar.
Habis makan aku ke kamar kak Putri saja, batin Rano.
Sarah dan Rano makan nya tidak nafsu, karena kepikiran Putri, sementara Putri masih duduk di ujung tempat tidurnya, dengan menghadap ke cermin besar yang ada di depan tempat tidur nya.
Aku Sholat Isya dulu aja, biar pikiran ku tenang habis itu baru tidur , tubuh ku sangat lelah sekali hari ini, karena bertemu monster monster itu, monster yang menyebalkan sombong lagi . gumam Putri.
Seperti biasa Putri Sholat di ruang ganti, karena menurut Putri tempat ini cukup membuat sholat nya khusyuk.
Ya Allah jauhkan aku dari orang orang yang ingin berniat jahat dengan keluargaku dan lindungi kami ya allah ..( doa putri ).
Putri segera membereskan mukenah dan keluar dari ruangan ganti menuju tempat tidurnya, tiba tiba terdengar suara ketukan pintu kamar nya.
"Kak, kak Put," panggil Sarah dan Rano barengan
"Kakak gak apa apa kan." Tanya Rano cemas.
"Kakak gak apa apa kok," ucap Putri meyakinkan .
"Kenapa kakak gak turun makan malam tadi,* tanya Sarah penasaran.
"Kakak cepek Sar, kakak mau istirhat," kata Putri.
"Ayo Sar ,jangan ganggu kak Putri, kak Putri mau istirahat." Kata Rano.
Sarah dan Rano berjalan meninggalkan Putri yang masih berdiri di depan pintu.
"Aku mau tidur juga lah." Kata Sarah masuk ke kamar nya.
Rano diam, dan masih melangkah ke kamar nya.
"Aku tidur saja lah, semoga besok lupa dengan ucapan yang mematikan itu." Gerutu Putri menutup pintu kamar nya, Putri berjalan menuju tempat tidur dan sudah bersiap siap untuk tidur, tidak lupa pula Putri mematikan lampu kamar nya.
"Maaf tuan jangan patahkan kaki saya, maafkan saya tuan, maaffffffffffffffffffffff." Teriak Putri mengigo.
Sarah yang mendengar teriakan Putri dari kamar nya, berlari keluar kamar nya dan menuju kamar Putri.
__ADS_1
"Kak, kak Putri ngak apa apa." Ucap Sarah cemas.
Putri yang ketakutan dan suhu tubuh nya berubah jadi dingin, Putri langsung memeluk Sarah. Sarah yang panik menelpon Rano.
Tut tut tut.
( Telpon terhubung ).
Rano ( di tempat lain ) : Kenapa.
Sarah : Ke kamar kak Putri sekarang.
Sarah mematikan telpon nya, sementara Rano berlari panik karena Sarah tidak memberi tahu apa yang terjadi.
Sarah masih memeluk Putri, Putri yang masih ketakutan memeluk Sarah dengan erat.
"Kak Putri kenapa Sar," tanya Rano cemas.
"Kak Putri mimpi buruk." Ucap Sarah berbisik dengan Rano.
"Ini kak minum dulu," ucap Rano sambil menyerahkan gelas air minum ke tangan Putri
sehabis minum putri memeluk Sarah kembali.
"Kak, kakak mimpi apa sampai kakak ketakutan seperti ini," ucap Sarah menenangkan Putri.
"Sar kamu tidur di kamar kak Putri saja, temenin kak Putri tidur." Kata Rano.
"Sar Ran , kakak bermimpi bertemu tuan Arga dan sekretaris nya, tuan Arga mematahkan kaki kakak dan menghancurkan keluarga kakak," ujar Putri lirih.
"Sudah tidak usa takut kak, mimpi hanya bunga tidur, kan disini ada Rano sama Sarah yang jagain kakak," ucap Rano memegang punggung tangan Putri.
"Tapi gimana kalau mereka beneran ingin mematahkan kaki kakak dan mengahancurkan kalian," kata Putri melepas pelukan nya dan menatap Sarah dan Rano penuh ketakutan.
"Mudah mudahan mereka tidak benar benar melakukan nya, kakak tidur lagi saja, untuk malam ini Sarah bakalan nemenin kak Putri tidur malam ini," ujar Sarah menenangkan Putri.
"Janji ya kamu jangan pergi kalau kakak sudah tidur," kata Putri menghempaskan tubuhnya ke kasur.
"Iya kak, Sarah janji, Sarah bakalan nemenin kakak tidur malam ini," ujar Sarah meyakinkan Putri.
"Kalau begitu Rano balik ke kamar lagi ya kak, tidak usa di pikirkan lagi kak." Kata Rano.
"Iya Ran, makasih atas perhatian kalian sama kakak." Kata Putri lirih.
"Iya, kakak ngak usah khawatir, kita bakalan jagain kakak kok," ujar Rano tersenyum. " Kamu jagain kak Putri, kalau ada apa apa, telpon abang saja," kata Rano.
"Iya bang," jawab Sarah mengantar Rano keluar pintu kamar.
Sarah menutup pintu kamar dan mematikan lampu kamar, hanya lampu tidur yang menyala, Sarah rebahan di samping Putri, dan melirik Putri penuh kasih sayang, sementara Putri sudah tidur, Sarah pun ikut memejam kan mata nya.
Rano yang berada di kamar nya, masih kepikiran tentang mimpi Putri, sehingga Rano tidak bisa memejamkan mata nya.
__ADS_1
Kak Sarah saja sampai kebawa mimpi ucapan tuan Arga dan sekrertaris nya, gimana kalau mimpi kak Putri beneran terjadi, semoga tuan Arga tidak melakukannya, gumam Rano.
Sementara di kamar Putri, Sarah dan Putri sudah tertidur sangat nyenyak.