
Arga berlari menuju kamar Lina, Karena jika mendengar kalau orang tuanya sakit, Arga sangat cemas dan panik.
"Mama," panggil Arga cemas. " Pa, mama kenapa pa, kok mama bisa sakit kayak gini ?" tanya Arga memeluk Lina.
"Tadi di taman mama pingsan kak, mungkin mama kecapean kak." Saut Selly dari belakang Arga.
"Ma, kita ke rumah sakit ya, Arga gak mau mama kenapa napa ?" ucap Arga melepas pelukkan nya.
"Tadi dokter Relly sudah ke sini Ga ," sambung Budi.
"Terus apa kata Relly pa ?" tanya Arga penasaran.
"Kata Relly mama Anemia Ga, mungkin mama kurang istirahat." Jawab Budi.
"Arga," panggil Lina pelan.
"Iya ma, Arga disini, mama gak kenapa napa kan ." Ucap Arga lirih.
"Mama gak apa apa sayang, mama hanya memikirkan kapan mama bisa punya menantu ?" kata Lina lirih.
"Mama tadi ngigo kak, katanya mama sudah mau nimang cucu," saut Selly dari belakang Arga.
"Iya ma, mama jangan khawatir, Arga akan segera menikahi Clara ma, pokok nya mama jangan memikirkan masalah pernikahan Arga ma. Mama harus jaga kesahatan mama." Kata Arga mencium telapak tangan Lina dengan lembut.
__ADS_1
"Arga, mama tidak setuju kalau kamu menikah dengan Clara. Nak Clara bukan gadis yang baik baik sayang," kata Lina lirih.
Arga tidak menjawab perkataan Lina, karena Arga tau keluarganya tidak menyukai Clara sejak ia mengenalkan Clara dengan mereka.
Arga tetap menjalanin hubungan nya dengan Clara, walaupun Arga tau keluarga nya tetap tidak merestui hubungan mereka.
"Ma, mama jangan memikirkan hal yang tidak penting ma, mendingan mama istirahat saja. Masalah Clara nanti Arga pikirkan lagi." Kata Arga mengalih pembicaraan.
"Mama tidak mau istirahat Arga. Mama mau kamu menikah dengan Putri anaknya teman mama SMA dulu." Kata Lina menaikan nada suaranya.
"Ma, sudah lah ma, jangan banyak bicara lagi, ingat kata Relly tadi, mama harus banyak banyak istirahat." ucap Budi duduk di samping Lina.
"Ma, mama istirahat saja ya ? nanti Arga pikirkan lagi masalah wanita itu." Kata Arga mengusap tangan Lina.
"Iya ma, Arga sangat menyayangi mama, bahkan mama adalah satu satunya wanita di hidup Arga ma. Arga gak mau mama kenapa napa ?" ucap Arga.
"Arga mama mohon, tinggalkan Clara ya Nak, menikah lah dengan Putri, Clara wanita yang tidak baik untuk kamu sayang." Ucap Lina lirih.
Lina dan Selly sudah beberapa kali mempergoki Clara jalan berduaan dengan laki laki lain. Namun mereka tidak memberi tahu Arga tentang itu, karena Lina dan Selly tau kalau Arga tidak semudah itu percaya kalau tidak ada buktinya.
"Iya ma, mama istirahat saja ya ma, sudah hampir tengah malam ma. "Kata Arga mencium punggung tangan Lina.
"Arga kamu juga harus istirhat." Ucap Budi.
__ADS_1
"Mama. Selly ke kamar dulu ya, mama harus istirahat, jangan memikirkan sesuatu yang membuat mama stress," ucap Selly mengusap tangan Lina.
"Iya Sel," balas Lina mengangguk.
"Selly ayo keluar, mama papa mau istirahat." Kata Arga
Arga dan Selly berjalan keluar kamar tanpa bicara, sifat dingin dan overprotektif Arga terhadap Selly yang membuat Selly jengkel dengan Arga.
"Sel. Kamu tau siapa wanita yang di maksud mama !" tanya Arga
"Tau ." Jawab Selly singkat.
"Siapa."
"Kak Putri, anak nya tante Nia dan om Arman. Sudahlah Selly capek kak, Selly masuk kamar dulu." Kata Selly masuk kamar.
Arga berjalan menaiki tangga, karena kamarnya di rumah ini berada di lantai 3. Setiap langkah kaki nya menaiki anak tangga, Arga selalu kepikiran ucapan Lina tentang Clara wanita tidak baik baik.
Arga yang sudah berada di kamarnya segera membersihkan diri. Arga yang sudsh sangat ngantuk pun langsung tertidur setelah ia mengganti pakaianya.
Di kediman Hermawan
Putri yang masih terjaga dengan tidur nya.
__ADS_1