
Putri sudah berada di Restoran XXX. Pandangan Putri mencari Arga dan Bram, namun Putri tidak melihat nya.
"Ada yang bisa di bantu nona." Ucap salah seorang pelayan yang melihat Putri kebingungan.
"Maaf mbak, saya lagi nungguin seseorang." Putri tersenyum.
"Nona Putri ya ?" tanya pelayan itu.
"Iya mbak ?" Kok pelayan ini tau nama ku. Putri bingung.
"Oh ya nona, tuan Bram sudah memberi tahu saya kalau nona Putri sudah membuat janji dengan tuan muda Arga. Silahkan ikut dengan saya, saya akan mengantar nona Putri." Mununjuk lift.
"Iya." Putri mengangguk.
Putri mengikuti pelayan itu menaiki ke lantai 4, dimana lantai 4 hanya khusus ruangan VVIP.
Restoran nya di bawah, kenapa dia mengajak ku ke lantai atas. " Maaf mbak. Kita mau kemana ya, Restoran nya kan di lantai bawah." Tanya Putri bingung.
"Kita keruangan pribadi milik tuan muda nona. Nona jangan khawatir, tidak akan terjadi apa apa kok." Pelayan itu tersenyum seakan tau apa yang di pikirkan Putri.
Apa ! Ruang pribadi. Apa jangan jangan Restoran ini milik keluarga Atmaja juga. Putri diam tidak bertanya lagi. Putri hanya mengikuti apa yang di katakan pelayan itu.
Ting. Putri dan pelayan itu sudah berada di lantai 4, dimana ruangan nya tertutup, hanya orang orang penting yang bisa makan di ruang VVIP.
"Silahkan masuk nona." Mempersilakan Putri masuk ke dalam ruangan. "Duduk lah nona, jangan takut, sebentar lagi tuan muda segera datang. Saya permisi dulu nona." Pelayan itu pamitan dan melangkah kan kaki nya keluar ruangan.
Arga yang sudah berada di depan Restoran segera masuk dan menaiki lift. Tidak ada satu orang pun yang berani menatap langsung wajah Presdir dingin itu. Jangan kan menatap, melirik aja mereka tidak berani.
Langkah kaki Arga dan Bram semakin dekat dan terdengar sangat jelas di telingan Putri. Perasaan Putri yang awalnya berani berubah seketika menjadi tegang dan takut.
__ADS_1
Ya tuhan. Apa yang akan terjadi ? apa mungkin tuan Arga dan sekretaris nya ingin mematah kan kaki ku atau mereka akan memotong tangan ku. Putri yang semakin panik. Tubuhnya gemetaran dan detak jantung nya berdetak lebih cepat dari sebelum nya.
Cekrek. Bram membuka pintu.
Langkah kaki Arga yang semakin dekat membuat tubuh Putri merinding dan pikiran nya tak bisa di kendali lagi. Putri berdiri melihat Arga yang sudah berada di depan nya.
"Siapa yang menyuruh mu berdiri !" Arga duduk di sofa depan Putri.
Putri duduk kembali dengan perasaan yang tak karuan.
"Bram." Panggil Arga.
"Ini tuan." Bram memberi amplop coklat di tangan Arga.
"Baca ini !" melempar amplop coklat di meja. Arga melihat Putri ketakutan tersenyum sinis.
Tanpa melihat Arga, Putri mengambil amplop coklat di meja dan membuka nya secara perlahan.
1. Tidur di kamar yang berbeda.
2. Harus mengikuti peraturan suami. Tidak boleh
menolak atau membantah.
3. Melakukan tugas seorang istri dengan baik.
4. Tidak boleh melarang suami melakukan hal apa
pun.
__ADS_1
5. Tidak boleh keluar rumah tanpa izin suami.
6. Bersikap romantis di depan keluarga.
Ini tidak adil untuk ku. Mata Putri berkaca kaca membaca surat perjanjian ini.
Perjanjian ini tidak adil untuk ku tuan. Kenapa semuanya suami." Tanya Putri gugup.
"Kalau kau tidak setuju dengan perjanjian ini, bilang ke orang tua mu, batalkan pernikahan ini !" Bentak Arga memukul meja.
Bentak kan Arga membuat air mata Putri jatuh ke pipi nya.
"Jangan menangis di hadapan ku !! kalau kau menangis di hadapan ku, akan ku buat air mata mu itu menjadi darah." Ucap Arga menaikkan volume suaranya.
Ma pa. Ini tidak adil untuk ku. Kenapa papa memaksa ku menikah dengan laki laki jahat seperti ini. Aku tidak akan bahagia hidup dengan nya. Putri Menghapus air matanya
Mendengar ucapan Arga membuat Putri berhenti menangis. Dengan tangan yang gemetaran Putri terpaksa menanda tangani surat perjanjian menikah nya itu.
"Bagus !!" Arga merampas surat perjanjian itu di tangan Putri dan berjalan meninggalkan Putri di ruangan itu.
Setelah ke pergi an Arga, Putri keluar dari ruangan itu dengan wajah sembab, namun tidak ada yabg berani menanyakan apa yang terjadi di ruangan itu.
Putri kembali ke tempat kerja nya, walaupun pertanyaan demi pertanyaan Zia tanyakan. Putri tidak memberi tau apa yang terjadi dengan nya hari ini.
Jam kerja berakhir, Putri tetap tidak menceritakan nya kepada siapa siapapun termaksud keluarga nya.
***
...Di kediaman Atmaja...
__ADS_1
Semenjak kejadian siang tadi, Arga merasa sangat puas melihat gadis yang akan menikah dengan nya menderita.
Baru seperti itu, kau sudah sangat ketakutan. Lihat saja apa yang akan terjadi jika kau hidup bersama ku. Arga merebahkan tubuhnya di sofa dan tersenyum sinis.