
Seperti biasanya setiap makan malam Lasmi yang selalu memanggil ke kamar, sementara Sarah masih mengeringkan rambut Putri , dan Rano belum pulang kerja .
" Mbak Putri, mbak ,mbak makan malam sudah siap," panggil Lasmi mengetuk pintu.
Sarah yang menjawab nya. "Iya bi sebentar," jawab Sarah membuka pintu.
"Eh nona muda di kamar mbak Putri, pantesan saja saya manggil manggil nona di kamar gak ada jawaban nya." Ucap Lasmi menundukkan kepala.
"Iya bi. Bang Rano sudah turun ya." Tanya Sarah berjalan menuruni anak tangga.
"Belum non," jawab Lasmi.
Sementara Putri menyusul di belakangnya Lasmi dan Sarah. Sesampai di meja makan Sarah melihat Nia dan Arman tidak ada di kursi nya.
"Bi, Mama sama Papa belum pulang." Tanya Sarah sambil menarik kursi untuk duduk.
Sementara Putri masih berdiri di anak tangga, melihat tidak ada orang yang duduk di kursi makan.."Sar, Mama Papa gak ada di rumah ya," tanya Putri berjalan ke arah meja makan.
"Nyonya sama Tuan kata nya ada acara, kalau tidak salah katanya bertemu teman SMA." Jawab Lasmi sambil menuangkan minuman ke gelas Sarah.
"Oohhh Reuni SMA, ya sudah lah kak , kita makan berdua aja malam ini." Ujar Sarah yang sudah menyuap nasi ke mulut nya.
Sementara Putri masih mengisi nasi di piring nya.
...Ditempat Lain...
Di sebuah cafe yang terletak tidak jauh dari perusahaan Cahaya pratama. Nia dan Arman Reunian dengan teman SMA nya. Mereka berbincang bincang dengan teman lama nya.
"Nia, "panggil seseorang yang berada di belakang Nia.
"Wah Lina, sudah lama ya kita tidak bertemu." Kata Nia cepika cepiki "Bagaiman keadaanmu sekarang, pasti sudah sukses ya, suami mu mana," tanya Nia.
"Aku baik baik saja, Aku menikah dengan Bayu, Kamu tau Bayu kan, kakak kelas kita yang super kece." Jelas Lina ketawa " Kamu sendiri gimana ? Udah punya anak berapa ? eh jangan jangan kamu nikah nya sama kak Anton ya ?" tanya Lina menggoda.
"Iyaa. Dulu aku menikah dengan mas Anton, tapi " kata Nia terpotong, ekspresi muka Nia berubah menjadi sedih.
"Tapi apa Nia, ayo kita duduk di situ saja." Ucap Lina menunjuk kursi kosong.
Mereka pun berjalan ke arah kursi yang di tunjukan Lina tadi.
"Nia, tapi apa ?" tanya Lina masih penasaran.
"Mas Anton meninggal dunia saat aku lagi hamil 7 bulan," ujar Nia lirih dan Nia mengingat kejadian 26 tahun silam.
"Apa meninggal, kak Anton sakit ya ?" tanya Lina semakin penasaran.
"Tidak Lin. Mas Anton meninggal saat kecelakaan bekerja. Saat mas Anton lagi mandorin proyek," ucap Nia tak kuasa menceritakan nya.
"Aku turut prihatin ya Nia, maaf aku nggak tau kalau mas Anton sudah meninggal. " Ucap Lina memeluk Nia.
" Ya sudah lah semua sudah berlalu, ALM. mas Anton pasti tenang di surga." Ucap Nia menghapus air matanya. "Ayo kita ngambil cemilan dulu, sambil cari cari group gosip kita lain nya. Ajak Nia.
"Ayo, Itu suami ku," ucap Lina menunjuk kearah Bayu yang sedang mengobrol dengan Arman.
"Mas Arman juga di sana." Ucap Nia.
__ADS_1
"Kamu menikah dengan Kak Arman juga Nia." Tanya Lina heran.
"Iya Lin, sekarang juga sudah punya 2 anak sama mas Arman, eh ngomong ngomong anak kamu udah berapa Lin." Tanya Nia.
"Anak ku sudah 2 Nia, laki laki dan perempuan." Kata Lina menunjukkan foto di ponsel nya.
"Wah anak kamu ganteng dan cantik ya," ucap Nia melihat foto nya.
Nia dan Lina berjalan kearah Arman dan Budi.
"Wah, nyonya Budi, apa kabar," sapa Arman yang mengulurkan tangan nya untuk salaman dengan Lina.
"Tuan Arman, Alhamdulillah baik, Bagaimana dengan anda. Balas Lina.
"Man, ternyata anda beneran menikah dengan Nia. Kata Budi tertawa. "Apa kabar Nia." Sapa Budi.
"Ya, Seperti yang Anda lihat ini," jawab Nia sambil tertawa.
"Ayo duduk, ternyata capek juga lama lama berdiri, ucap Budi yang mengajak mereka duduk.
Sementara di meja lain sudah terisi penuh semua kursi.
"Ternyata anda bisa menaklukan nona jutek di sekolah kita ya," kata Budi mengejek Arman.
"Ya bisa di bilang begitu." Balas Arman tertawa.
Budi Lina dan Nia pun ikut terbawa suasana.
"Bagaiman tuan Arman dengan perusahaan anda," tanya Budi.
"Sama sama, Itu juga Arga yang menginvestornya, sekarang anak pertama saya yang memegang alih perusahaan," ucap Budi balas tersenyum .
"Wah wah wah, Anak anda memang jenius tuan Budi," ucap Arman memuji.
"Sambil ngobrol, Ayo kita makan, apa kalian tidak lapar. Kata Lina tertawa.
Mereka pun mengambil makanan yang telah di hidangkan oleh panitia.
"Iya, sayangnya putra Kami sampai sekarang belum menikah." Ucap Budi.
"Padahal kita sudah pengen gendong cucu. Saut Lina " Nia liat dong poto anak anak kamu sama tuan Arman," kata Lina.
"Iya Lin," kata Nia mengambil ponsel di tas nya dan memberikan nya pada Lina.
Arman dan Budi membahas masalah perusahaan, sedangkan Nia dan Lina membahas masalah anak masing masing.
Semenjak 28 tahun Nia tidak pernah lagi bertemu dengan Lina maupun Budi. Sedangkan Budi dan Arman bertemu hanya membahas masalah perusahaan.
Lina yang asik melihat lihat photo yang ada di ponsel Nia, lupa dengan makanan nya tadi, sementara Nia masih asik memakan makanan nya dan sesekali melirik Lina yang senyum senyum sendiri.
"Wah , anak anak kamu cantik dan ganteng ya._ Ucap Lina masih fokus mengeserkan layar ponsel Nia.
"Begitu lah, buah tidak jauh jatuh dari pohon nya." Kata Nia tertawa.
Lina yang mendengar perkataan Nia pun sontak tertawa, ya memang benar Nia dan Arman sangat cantik dan ganteng.
__ADS_1
"Dan ini siapa Nia." Tanya Lina penasaran.
"Ini Putri, anak pertama saya dengan ALM. mas Anton." Kata Nia menjelaskan.
Lina yang penasaran dengan photo jarak jauh itu pun mengezoom nya, Nia yang melihat Lina pun tersenyum.
"Cantik ya, manis lagi, dia sekarang dimana,_ tanya Lina.
"Di rumah, sekarang Putri tinggal bersama kami." Jawab Nia.
"Pa liat deh, anak Nia dan ALM. kak Anton cantik ya." Tanya Lina menunjukan ponsel ke Budi.
"Iya cantik," jawab Budi tersenyum.
"Gimana sih Man, kalian punya putri cantik tapi tidak mengenalkan nya dengan kami." Kata Budi.
"Itu Putri, dia tinggal bersama kami baru 10 hari, gimana mau ngenalin dengan keluarga Atmaja." Jelas Arman tertawa.
"Besok malam keluarga Atmaja ku undang makan malam di rumah ku." Kata Nia tersenyum.
"Beneran Nia, wah suatu kehormatan banget nih. Seru Lina.
Budi melihat alroji di tangan sudah menunjukan pukul 10 malam, para tamu yang lainnya sudah banyak yang pulang.
Lina mengembalikan ponsel Nia, dan mereka beranjak dari kursinya masing masing dan berjalan ke tempat parkir.
"Lin, besok malam jangan lupa." Kata Nia mengingatkan.
"Iya Nia. Balas Lina.
Mereka pun sudah menaiki mobil masing masing.
...Di kediaman Hermawan...
Selesai makan malam, Putri dan sarah kembali ke kamar masing masing dan Rano baru pulang kerja.
" Bi , Mbak Putri sama bontet sudah tidur apa ?" tanya Rano sambil berjalan ke arah kamar nya.
"Iya tuan, habis makan malam mereka sudah di kamar nya masing," jawab Lasmi sambil membawa tas Rano dan mengikuti Rano menuju kamarnya.
"Oh ya udah bi, terima kasih, Bibi bisa istirahat sekarang." Ucap Rano.
Tidak lama kemudian terdengar suara mobil Arman, Lasmi yang mendengar nya langsung keluar untuk menyambut nya.
"Selamat malam tuan, nyonya ." Sapa Lasmi.
"Anak anak sudah tidur bi," tanya Arman.
"Sudah tuan." Jawab Lasmi.
"Bibi istirahat saja," kata Nia.
"Baik nyonya tuan, saya saya permisi dulu." Ucap Lasmi pamitan.
Nia dan Arman menaiki anak tangga dan memasuki kamar mereka.
__ADS_1