MENIKAH DENGAN PILIHAN AYAH TIRIKU

MENIKAH DENGAN PILIHAN AYAH TIRIKU
Warung bakso


__ADS_3

Sesampai di warung bakso, Putri dan Zia duduk sambil melihat buku menu nya.


“Put, Aku bakso super aja, Soal nya lagi laper banget nih," Ucap Zia sambil senyum. "Kamu pesan bakso apa Put," Tanya Zia.


“Bakso super aja lah, Lagian aku juga laper." Saut Putri memegang perutnya.


“Bang," Lambai tangan Zia memanggil pegawai warung bakso. Abang nya berjalan menuju meja mereka.


“Iya, Menu nya sudah di pilih." Tanya abang bakso.


“Bakso super nya 2, Es teh manis nya 2." Ucap Zia.


“Iya, Tunggu sebentar ya mbak." Berjalan meninggalkan meja mereka.


“Oh ya Put, Habis ini kamu mau kemana." Tanya Zia yang lagi asyik mainin HP nya.


“Gak tau Zia, Mungkin langsung pulang ke rumah aja." Putri mengambil HP nya di tas.


Putri melihat HP nya ada 15 panggilan tak terjawab.


“Kenapa Put." Tanya Zia.


“Aku lupa kasih kabar sama adik adik ku, Mereka pasti khawatir dengan ku. Aku nelpon mereka dulu ya Zia." Ucap putri sambil menekan nomor HP Sarah.


Tut tut tut tut . Telpon terhubung.


Sarah ( di tempat lain ) : Hallo kak Put."


Putri : Hallo Sar."


Sarah ( di tempat lain ) : Kakak kemana aja, Sarah telponin gak di angkat angkat, Sarah khawatir tau sama kakak."


Putri : Iya, Maafin kakak ya Sar, HP kakak tadi silent, Soal nya kakak lagi interview kerja."


Sarah ( di tempat lain ) : Kok kakak gak bilang Sarah sih,Terus gimana hasilnya."


Putri : Cerita nya di rumah aja ya Sar, Soalnya kakak lagi makan siang sama teman baru kakak."


Sarah ( di tempat lain ) : Oh ya sudah kak, Pulang nya jangan ke sorean, Entar mama nanyain, Apa Sarah jemput aja kak ?"


Putri : Gak usah Sar, Kakak naik taksi online aja."


Sarah ( di tempat lain ) : Ya sudah, bay bay."


Tut.Tut.Tut. Telpon nya putus. Putri meletakkan ponsel nya di meja.

__ADS_1


“Kayak nya adik kamu sayang banget sama kamu Put." Tanya Zia yang fokus mainin ponsel nya.


“Iya Zia, Dia adik tiri ku , Biar pun aku kakak tiri nya, Dia sangat peduli dengan ku.


“Permisi mbak." Ucap pelayan warung mengantar bakso ke meja mereka.


“Makasih ya bang." Serentak.


“Orang tua kamu sudah berpisah ya Put ?" Tanya Zia sambil mengisi kecap saos ke mangkok bakso nya.


“Iya Zia, Ayah ku sudah meninggal dunia sejak aku berumur 8 bulan." Kata Putri sambil mengaduk bakso nya.


“Aku turut prihatin ya Put , Yasudah lewat kan saja cerita itu, Ayo makan." Kata Zia


Putri dan Zia makan bakso tanpa berbicara lagi.


...Sementara di Kantor Bahagia Group...


Muka Andini dan Melisa masih terlihat kesal.


“Loh apa apaan sih Nik, Main terima OB seenak jidat loh." Kata Melisa ketus.


“Mentang gadis itu cantik loh main terima terima segala." Ucap Andini sambil melempar berkas semua pelamar kerja.


“Santuy aja dong, Gak perlu ngegas ngegas kali." Kata Niko mulai kesal.


Arga dan Bram melewati mereka yang lagi debat.


“Tuan Arga." Ucap Andini.


Melisa dan Andini menundukan kepala.


U**uhhh Tuan Arga ganteng banget ya, batin Andini.


“Tuan muda," panggilNiko mengikuti Arga dan Bram.


Niko adalah keponakan Arga. Walaupun Niko keponakan nya Arga memperlakukan Niko sama seperti karyawan lain nya.


“Gimana, Sudah selesai interview khusus OB nya." Tanya Arga.


“Sudah Tuan, Ada 4 Wanita, 6 Laki laki." Jawab Niko.


“Bagus. Kembali lah keruangan mu jika urusan mu sudah selesai." Kata Arga berjalan meninggalkan Niko.


Sementara Niko masuk ke ruangan nya dan membawa berkas berkas yang akan bekerja. Niko mengambil MAP berwarna merah dan membuka nya. Gadis ini sangat manis, Tidak bosen di pandang, Semoga dia betah kerja di sini.

__ADS_1


Andini dan Melisa masih duduk di ruang interview.


“Besok kita harus kasih pelajaran buat cewek tadi." Ucap Melisa geram.


“Apa rencana mu." Tanya Andini penasaran.


“Tunggu aja permainan ini kita mulai." Senyum sinis.


"Aku siap membantumu. Ucap Andini.


Arga sudah ada di ruangan nya. Sementara Bram menunggu di depan pintu ruangan Arga.


Arga menekan nomor sekretarisnya Jessinia. "Jess keruangan sekarang." Perintag Arga.


Tidak lama Jessina masuk keruangan Arga. Dengan pakai sexy yang sering di pakainya dan rambut yang panjang yang selalu terurai.


“Permisi Tuan." Sapa Jessinia.


“Apa apa saja jadwal hari ini." Ucap Arga yang selalu ketus dengan orang.


“Jam 13.40 ada Meetting dengan Nona Stella Tuan." Jawab Jessinia.


“Baik lah. Keluar lah." Ucap Arga.


“Baik Tuan." Jessinia berjalan keluar ruangan Arga.


Sampai kapan Arga kamu selalu bersikap dingin dengan ku. Gumam Jessinia kecil.


...Di Warung Bakso...


Putri dan Zia sudah menghabiskan bakso nya. Mereka pun sudah membayar nya.


“Kamu mau kemana Put." Tanya Zia.


“Kayak nya aku pulang aja deh." Jawab Putri.


“Oh ya sudah, Aku juga mau pulang. Jangan lupa chat aku ya." Kata Zia sambil cepika cepiki.


“Oke, Sampai ketemu besok ya." Ucap Putri Melambaikan tangan nya.


Putri dan Zia berpisah di depan warung bakso.


...Di kantor Arga...


Arga menekan nomor sekretarisnya. "Jess, Siapkan berkas berkas nya kita berangkat sekarang.

__ADS_1


“Baik Tuan." Ucap Jessinia di telepon.


Arga bersiap siap untuk meetting. Di ikuti oleh Bram dan Jessinia. Sementara pengawal mengikuti Arga di mobil lain.


__ADS_2