MENIKAH DENGAN PILIHAN AYAH TIRIKU

MENIKAH DENGAN PILIHAN AYAH TIRIKU
Hari pertama kerja part 1


__ADS_3

Putri terbangun dari tidur nya, karena dia merasa leher nya sakit akibat posisi tidur yang salah. Setelah beranjak dari sofa dan berjalan ke arah tempat tidur, Putri melanjutkan tidurnya. Baru beberapa menit Putri memejamkan mata nya, alarm berbunyi.


Triiiiiiiiiiiiiiiiiiiingg . Bunyi alarm.


Putri mengambil alarm yang berada di meja samping tempat tidur nya dan mematikan bunyi alarm, Putri mencoba membuka mata nya dan melihat jam dinding yang berada di depan tempat tidur nya.


"Ya ampun, hampir saja aku terlambat, hari pertama kerja jangan sampai aku terlambat." Gerutu Putri berlari ke arah kamar mandi.


Setengah jam Putri turun ke lantai bawah, seperti biasanya, hanya Putri yang selalu bangun pagi pagi.


“Bi, yang lain nya belum pada bangun ya." Tanya Putri yang menghampiri Lasmi di dapur.


“Belum mbak," jawab Lasmi yang lagi memotong sayuran. “Mbak sarapan nya sudah bibi siapkan." Kata Lasmi menunjuk meja makan.


“Iya bi, makasih ya," ucap Putri berjalan ke maja makan.


Putri duduk di kursi makan dan sudah siap untuk sarapan, tiba tiba ponsel Putri bergetar.


Putri mengambil ponsel nya di dalam tas, ternyata ada WA masuk dari Zia.


Put, kita ketemuan di depan kantor ya. Pesan Zia.


Oke, nanti aku telpon kalau sudah berangkat ya. Balas Putri, terkirim.


Putri melanjutkan sarapan nya, sesekali Putri menguap, karena semalam tidur nya tidak nyenyak.


Ini hari pertama ku kerja, aku harus semangat, aku tidak boleh menyusahkan papa mama Sarah dan Rano.


Setelah memakan beberapa roti dan meminum susu yang sudah di siapkan oleh Lasmi, Putri menghampiri Lasmi yang berada di dapur.


“Bi, Putri berangkat kerja dulu ya." Kata Putri pamitan.


“Ia mbak, hati hati ya." Balas Lasmi.


“Kalau ada yang nanyain Putri, bilang saja


Putri sudah berangkat kerja ya." Ucap Putri berjalan meninggal kan Lasmi di dapur.


Diruang tengah ada Lela yang lagi mengepel.


”Pagi mbak," sapa Lela tersenyum.


“Pagi bi Lela." Balas Putri tersenyum.


Putri meninggalkan Lela yang sedang mengepel dan berjalan keluar rumah.

__ADS_1


“Mbak mau kemana, biar saya anterin." Tanya Rusmin menghampiri Putri yang berada di depan pintu utama.


"Daripada aku naik Taksi, mendingan aku terima saja tawaran pak Rusmin," batin Putri.


“Mbak," panggil Rusmin.


“Saya mau berangkat kerja pak Rus," jawab Putri berjalan menuju parkiran mobil.


“Baik mbak, silahkan masuk," ucap Rusmin membuka pintu mobil.


“Makasih pak," ucap Putri memasuki mobil.


Mobil yang di naik Putri sudah keluar komplek, perasaan Putri masih campur aduk, ada takut nya kalau bertemu dengan Arga dan Bram, bahagia nya ada juga , karena sudah mendapatkan pekerjaan baru.


“Mbak Put kerja nya dimana sekarang," tanya Rusmin.


"Di perusahaan Bahagia Group pak," jawab Putri.


“Oh iya, baik mbak." Kata Rusmin fokus menyetir.


“Pak Rus, pak Ujang gak masuk ya," tanya Putri.


“Masuk kok mbak, Ujang hari ini bawa mobil nona Sarah mbak." Jawan Rusmin.


“Oooh gitu," balas Putri.


Tut,tut,tut. Telpon terhubung.


Putri : Hallo Zi.


Zia ( di tempat lain ) : Hall Put, kamu dimana ?.


Putri : aku baru keluar dari komplek nih, kamu dimana ?


Zia ( di tempat lain ) : bentar lagi aku udah nyampe, aku tunggu kamu di depan kantor ya.


Putri : oke, tungguin aku ya.


Zia ( di tempat lain ) : oke.


Telpon terputus.


...Di kediaman Hermawan...


Sarah yang baru keluar dari kamar turun ke bawah untuk sarapan, sementara Rano masih di dalam kamar nya, sedangkan Arman dan Nia sudah berada di meja makan.

__ADS_1


“Pagi ma pa," panggil Sarah terdengar dari anak tangga.


“Pagi sayang," jawab Nia tersenyum.


“Pagi," jawab Arman.


Sarah duduk di kursi yang makannya, sementara Rano yang baru turun dari lantai 2 langsung duduk di samping Sarah.


“Putri mana," tanya Arman.


“Oh iya ya, kak Putri mana ya, tumben jam segini belum turu," ucap Sarah.


“Masih di kamar nya kali," jawab Rano.


“Bi, bi Lasmi." Panggil Nia.


Lasmi yang berada di dapur segera berjalan menuju suara Nia yang memanggil nya tadi.


“Iya nyonya, ada yang bisa saya bantu," tanya Lasmi.


“Bi, tolong panggilkan mbak Putri ya," kata Nia.


“Oh iya nyonya, mbak Putri pagi tadi sudah berangkat kerja dan dia sudah sarapan duluan tadi." Kata Lasmi.


“Putri berangkat nya di anter sopir kan bi," tanya Nia khawatir.


“Iya nyonya, mbak Putri di anter sama Rusmin nyonya," jawab Lasmi.


“Oh yasudah , bibi boleh ke dapur lagi," kata Nia.


Lasmi berjalan meninggalkan meja makan dan kembali ke dapur.


“Ayo Sarah Rano sarapan nya, nanti kalian terlambat," ucap Nia.


Sarah dan Rano hanya menggangkuk tanpa bicara lagi.


Semoga saja kak Putri tidak bertemu tuan Arga dan sekretaris nya. Batin Sarah.


Sarah sudah menghabiskan sarapannya dan beranjak dari duduk nya.


“Ma pa, Sarah ke kampus dulu." Ucap Sarah pamitan dan mencium punggung telapak tangan Nia dan Arman.


“Rano juga mau berangkat ke kantor dulu," kata Rano mencium punggung dan telapak tangan Nia dan Arman.


Sarah dan Rano meninggalkan Nia dan Arman di meja makan.

__ADS_1


“Mama sudah selesai," kata Nia beranjak dari duduk nya.


Arman tau kalau kejadian semalam membuat Nia bersikap dingin dengan nya, tetapi Arman tidak menghiraukan nya, lagi pula menikahkan Putri dengan Arga pilihan yang terbaik menurut Arman.


__ADS_2