
Jam sudah menunjukan pukul 16.15 sore, waktu nya bubar kerja . Sebelum pulang Putri pamitan sama Rita dan Mika, sementara di luar Ujang sudah menjemput Putri sebelum jam 16.00.
"Mbak, Putri pamit pulang ya, jaga diri mbak baik baik, jangan lupa kabarin Putri ya mbak kalau minta bantuan," ucap Putri memeluk Rita.
"Iya putri sayang, kamu harus jaga diri baik baik juga, kalau kerja di tempat orang harus jaga sikap ya, kamu bisa ke toko kapan aja,pintu toko selalu terbuka untuk kamu." Kata Rita membalas pelukan Putri.
"Iya mbak, pesan bu Nimas selalu Putri pegang kok," ucap Putri melepas pelukan nya.
"Ini gaji kamu bulan ini," kata Rita menyerahkan amplop coklat di tangan Putri.
"Iya mbak, makasih." Balas Putri.
"Put,maafin aku ya, selama ini sudah merepotkan kamu," kata Mika.
"Iya Mik, jaga diri kamu baik baik, telepon aku kalau ada apa apa," ucap Putri memeluk Mika.
"Iya Put ,kamu hati hati ya, main main ke toko." Ucap Mika melepas pelukan Putri.
"Iya, tenang aja, aku bakalan mampir kok ke toko. Ujar Putri tersenyum " mbak Putri pamit dulu ya." Kata Putri berpamitan.
"Iya, hati hati." Balas Rita.
Putri pun melangkah ke arah mobil yang tidak jauh parkir nya, sementara Ujang sudah menunggu dan membukakan pintu mobil, Putri sudah masuk ke dalam mobil , dan membuka kaca jendela mobil dan melambaikan tangan ke arah Rita dan Mika.
Rita dan Mika membalas lambaian tangan Putri, mobil sudah melaju dan meninggalkan halaman toko.
Di perjalanan Putri hanya memikirkan apa bisa mendapatkan pekerjaan di kota, sementara ijazah nya hanya tamatan SMA.
Nanti malam aku harus mencari info tentang loker aku tidak mau kalau aku merepotkan Rano, mama dan papa, aku harus berusaha sendiri, batin Putri.
Tit tit. Ujang membunyikan klakson sehingga mengejutkan Putri dari lamunan nya.
"Ada apa pak ?" tanya Putri sambil melihat ke kearah depan.
"Tidak ada apa apa mbak,, cuma ada motor yang menyelip saja tadi." Jawab Ujang kembali fokus menyetir.
...Di perusahaan Bahagia Group...
Emosi Arga sudah mulai mereda, jam kerja sudah habis, hanya Niko yang masih di kantor , karena ada beberapa pekerjaan yang belum di selesaikan nya.
Staf dan karyawan lain nya sudah pulang , hanya ada 3 satpam yang berjaga jaga di perusahaan Bahagia Group.
"Kamu belum pulang." Tanya Arga melihat ruangan Niko masih terbuka.
"Belum tuan muda. Jawab Niko walaupun dia saudara Arga dia tetap menghormati Arga sebagai atasan nya.
Arga kembali berjalan menaiki lift dan meninggalkan Niko yang masih di ruangan nya.
__ADS_1
"Bram." Panggil Arga.
"Iya tuan." Jawab Bram di belakang Arga.
"Suruh salah satu anak buah mu menjaga Niko." Kata Arga.
"Baik tuan," balas Bram.
Di dalam lift Bram menelpon anak buah nya, untuk mengawal Niko yang masih berada di kantor.
Bram dan Arga sudah berada di lantai dasar, mereka berjalan ke arah mobil yang sudah di parkir kan satpam di depan pintu masuk kantor.
"Bram, kita ke apartemen saja." Ucap Arga
"Baik tuan," kata Bram tanpa membantah perintah Arga.
Bram melajukan mobil nya ke apartemen keluarga Atmaja, tidak ada orang yang tahu kalau apartemen itu milik keluarga Atmaja, kecuali keluarga Arga dan Clara.
...Di Mobil Putri...
Hampir satu setengah jam di perjalanan pintu masuk komplek sudah kelihatan dan gerbang rumah keluarga Hermawan sudah kelihatan.
Seperti biasanya, Ujang membunyikan klakson mobil, pintu gerbang selalu di buka oleh Rohim, Ujang selalu turun duluan untuk membuka pintu belakang, Ujang selalu telat karena Putri sudah bergegas membuka pintu mobil sendiri.
Putri masuk rumah dan Sarah duduk di ruang keluarga sambil menonton TV.
"Iya sar, kakak ke kamar dulu ya mau mandi." Kata Putri berjalan menaiki anak tangga.
"Iya kak, habis mandi turun lah ke bawah." Ujar Sarah.
Putri sudah berada di depan kamar nya, membuka pintu kamar nya dan berjalan menuju tempat tidur untuk rebahan. Putri teringat untuk mencari informasi loker dia bangun dari tidurnya dan berjalan menuju meja kerja yang biasa untuk menyimpan laptop nya.
Putri membuka beberapa situs situs loker dan akhir nya ada salah satu situs yang menginformasikan tentang loker.
Informasi loker.
Di butuhkan office girl/boy .
Min umur 20th _ max umur 30th.
Syarat tamatan SMA sederajat.
Kirim surat lamarannya ke perusahan Bahagia Group.
Alamat jalan.XXX ( baca Putri dalam hati ). Besok pagi aku harus mengirim surat lamaran nya.
Selesai membaca informasi loker Putri berjalan menuju kamar mandi, sementara Sarah masih menunggu Putri untuk turun ke bawah .
__ADS_1
"Kok kak Putri keluar kamar nya lama ya , apa kak Putri sakit." Gerutu Sarah.
Tok tok tok, Sarah mengetuk pintu kamar Putri, namun tidak ada jawaban nya, Sarah pun masuk ke kamar Putri."Oh ternyata kak Putri masih mandi." Gerutu Sarah.
Sarah berjalan ke arah sofa , sambil menunggu Putri selesai mandi. Putri pun keluar dari kamar mandi menggunakan piama tidur.
" Eh ada kamu Sar, udah lama kamu di kamar kakak ?" tanya Putri berjalan ke arah Sarah.
"Barusan kok sarah ke sini, kakak kok lama mandi nya," ucap Sarah memainkan ujung rambutnya.
"
Iya sar, tadi kakak rebahan sebentar, ehh kakak sampai ke tiduran." Kata Putri berbohong.
" Hem ya sudah, Sarah keringkan rambut kakak aja lah, sambil menunggu makan malam." Ujar Sarah menarik tangan Putri.
Putri mengikuti kemauan Sarah, Putri duduk di kursi hias sementara Sarah mengeringkan rambut Putri menggunakan haer dryer.
"Kak, kakak ngak apa apa lagi kan ?" tanya Sarah cemas.
"Gak Sar, kakak gak kenapa kenapa kok." Jawab Putri tersenyum.
"Syukur deh ," ucap Sarah lega.
"Rano belum pulang Sar," tanya Putri.
"Kayak nya belum deh kak," jawab Sarah fokus dengan haer dryer.
"Oh, lembur kali ya," ucap Putri melirik Sarah dari cermin.
"Mungkin." Balas Sarah menaikan bahu nya.
Sarah melanjutkan mengering rambut Putri, Putri yang hampir tertidur ,karena Sarah memijat kepala Putri yang membuat Putri keenakan.
...Di apartemen Arga...
Arga memilih sendirian di apartemen untuk menenagkan emosi nya, dan menyuruh Bram untuk pulang kerumah nya.
Baru sampai di depan kamar apartemen nya , ponsel Arga bergetar dan Arga mengambil i saku jas nya.
Di layar ponsel nya ada nama Clara, beberapa kali Arga menghiraukan nya dan meletakan ponsel nya di meja lampu kamar, Arga memilih untuk rebahan di tempat tidur nya, dan membiarkan ponsel nya bergetar terus menerus. Hampir 10 kali Clara menelpon dan akhirnya Arga mengangkat telpon dari Clara.
Telpon terhubung.
Clara ( di tempat lain ) : Sayang, kemana aja sih kamu, aku udah berapa kali nelpon nggak di angkat angkat."
Arga : Sayang, aku capek. Aku mau istirahat dulu."
__ADS_1
...Arga memutuskan telpon nya dan kembali merebahkan tubuh nya di atas kasur yang empuk....