
Sehabis membuat minuman untuk semua karyawan Bahagia Group, Putri melanjutkan membersihkan dapur dan membereskan kitchen set.
Saat nya jam makan siang. Putri Zia dan staf lain nya bubar kerja, mereka makan siang di kantin kantor. Makan siang hanya 1 jam, Putri dan yang lainnya melanjutkan pekerjaan nya. Jam terus berputar hingga menunjukkan pukul 15.30.
Putri setiap gerak gerik nya selalu memperhatikan jam dinding dapur. Zia sesekali memperhatikan Putri yang selalu melihat jam dinding.
"Kenapa Put ? aku perhatiin dari tadi kamu liatin jam terus." Tanya Zia.
"Gak apa apa Zi, pengen cepet-cepet pulang aja." Jawab Putri.
"Bentar lagi kok, ayo beres beres lagi, jangan liatin jam mulu." Ucap Zia.
"Iya iya." Balas Putri.
Putri dan Zia melanjutkan membersihkan dapur sebelum bubar kerja, sedangkan yang lainnya membersihkan bagian luar, menyapu mengepel dan membersihkan lainnya.
Rudi sudah membagikan tugas masing masing kepada semua staf OB. Sebelum bubar kerja, para staf OB selalu berkumpul di dapur.
Jam menunjukkan pukul 16.00 WIB, para staf OB melakukan breafing sebelum bubar kerja. Rudi selalu mengabsen semua kerja staf nya.
"Apakah tugas kalian hari ini sudah selesai semua nya !" tanya Rudi tegas.
"Sudah pak." Jawab serentak.
"Jangan sampai aku melihat ada yang tidak di bersihkan di setiap ruangan nya !" ucap Rudi.
"Iya pak." Jawab serentak.
"Terutama dapur dan toilet, jangan sampai aku melihat dapur dan toilet kotor !" ujar Rudi.
"Iya pak." Jawab serentak.
"Baik. Kerja hari ini saya bubar kan." Kata Rudi.
"Baik pak." Jawab serentak.
Putri, Zia dan lain nya membubarkan diri dan menggantikan sarangam kerja nya sebelum pulang.
Putri dan Zia mengganti seragam nya di toilet dapur, sementara yang lain nya di ruang ganti.
"Put, kamu mau ngambil tas kan, sekalian tas aku juga ya." Ucap Zia senyum.
"Iya Zi." Balas Putri tersenyum.
Putri berjalan ke arah kontener yang tidak jauh dari ruang ganti. Zia yang sudah selesai mengganti baju nya menyusul Putri.
"Kamu pulang nya di jemput apa naik Taksi Put," tanya Zia.
__ADS_1
"Di jemput Zi, ayo." Ucap Putri
Putri dan Zia sudah keluar kantor dan sudah berada di halaman, sementara Ujang sudah menunggu Putri di parkiran.
"Putri Zia." Panggil Andrian berada di belakang Putri.
Putri dan Zia berbalik badan ke arah suara yang mereka dengar. Andrian tersenyum dan menghampiri mereka.
"Put, kamu pulang nya sama siapa ?" tanya Andrian.
"Di jemput tuan," balas Putri.
"Yah, baru saja mau ngajakin kalian berdua makan." Ucap Andrian kecewa.
"Zi aku pulang duluan ya. Pak ujang nungguin nih, maaf tuan saya pamit dulu ya." Ucap Putri berjalan meninggalkan Zia dan Andrian.
"Tuan saya permisi dulu ya," ucap Zia pamitan.
"Iya Zia, hati hati ya." Saut Andrian melambaikan tangannya.
Melisa dan Andini yang melihat dari jauh Andrian dekat dengan Putri geram.
"Apa Andrian juga menyukai gadis kampungan itu." Ucap Melisa marah.
"Sudahlah jangan di pikirkan, ayo kita pulang." Ujar Andini.
Andrian yang tidak bisa bicara lebih lama dengan Putri akhirnya memutuskan untuk pulang juga.
...Di Mobil Putri...
Di perjalanan pulang, Putri tidak banyak bicara, muka nya terlihat lelah dan sesekali ia memejamkan matanya.
Oke, ini hari pertama kerja. Putri kamu harus kuat, kamu tidak boleh lemah.
"Mbak kita langsung pulang atau mau mampir ke tempat lain." Tanya Ujang membuka percakapan.
"Langsung pulang aja pak," jawab Putri.
Hampir seharian Putri tidak memegang ponsel nya, karena hari pertama kerja, Putri sangat sibuk sehingga Putri tidak bisa bermain main dengan ponsel nya.
Putri mengambil ponsel di tas dan melihat nya. Tidak ada pesan masuk, hanya ada beberapa pesan masuk.
Putri membuka pesan masuk satu persatu dan membaca nya.
**Mama Nia "Sayang, semangat ya kerjanya ? jangan lupa makan, mama selalu mendukung dan mendoakan mu nak."
Nisa "Kak Put, semangat ya kerja di tempat baru nya."
__ADS_1
Ratna "Kakak, cie yang kerja di tempat baru. Semangat ya."
Rano "Kakak. Semangat kerja nya."
Sarah "Kak, semangat. Sarah selalu mendukung kakak**."
...Flashback On...
Sehabis Sholat magrib, Putri menelpon Nisa dan Ratna, mereka Videocall bertiga.
Telpon terhubung
Nisa Ratna ( di tempat lain ) : Hallo kak.?"
Putri : Hallo Nis, Rat. Kalian lagi apa nih.?
Ratna ( di tempat lain ) : Habis Sholat kak, kakak lagi apa ?"
Putri : Sama dong, kakak juga habis Sholat. Eh ngomong ngomong ibu Nimas dan yang lain nya kemana ?"
Nisa ( di tempat lain ): Lagi pengajian kak."
Putri : Oh, jadi di rumah hanya kalian dan anak anak lain nya.
Nisa Ratna ( di tempat lain ) : Iya kak."
Putri : Eh Nis Rat, kakak gak kerja lagi loh di toko mbak Rita.
Ratna ( di tempat lain ) : Kenapa kak."
Nisa ( di tempat lain ) : Apa kakak tidak di suruh kerja lagi sama kelurga kakak."
Putri : Gak kok Nis,? kakak sudah dapat kerjaan baru, lagian rumah sama toko mbak Rita jauh Nis, kakak Cape' kalah bolak balik."
Nisa ( di tempat lain ) : Oh, syukur deh."
Ratna ( di tempat lain ) : Ratna kira kak Putri gak di suruh kerja lagi."
Mbak mbak Putri." Panggil Lasmi mengetuk pintu
Putri : Eh, Nis Rat, udah dulu ya, kakak mau turun ke bawah dulu, nanti kita lanjutin ya."
Nisa Ratna ( di tempat lain ) : Iya kak."
Tut tut tut . Telpon terputus
...Flashback Off...
__ADS_1
Putri yang membaca semua pesan masuk tersenyum dan terharu dengan perhatian orang orang yang ia sayangi.
Apa yang pernah Putri pikirkan tentang keluarga tirinya tidak semua nya benar. Hanya Arman yang terkadang bersikap dingin dengan Putri, sementara Sarah dan Rani sangat menyayangi Putri