
Arga yang sudah berada di kamar nya segera menghubungi Bram.
Tut.Tut.Tut.
Telpon terhubung.
Bram ( di tempat lain ) : Hallo tuan muda."
Arga : Bram buat janji pertemuan ku dengan Putri Hermawan."
Bram ( di tempat lain ) : Baik tuan."
Telpon terputus.
...Di Perusahaan Bahagia Group...
Putri yang setiap hari selalu sibuk dengan pekerjaan nya, membuat minuman, makanan, mengantar makanan dan membersihkan dapur itu yang selalu Putri kerjakan.
"Put, ponsel kamu bunyi terus nih." Zia melihat ponsel yang berada di atas lemari dan memberinya kepada Putri.
"Makasih." Nomor tidak di kenal. Siapa ? aku kan nggak pernah ngasih nomor hp ku ke orang, apalagi orang yang nggak aku kenal. Terus ini nomor siapa. Putri bingung karena ada nomor tidak di kenal yang menghubungi nya beberapa kali.
"Siapa Put ?" tanya Zia penasaran.
"Nggak tau." Putri mengangkat bahu nya. "Ya sudah lah nomor nggak di kenal, nggak penting juga lah. Kamu santai santai aja, emang nya kerjaan kamu udah selesai." Melanjutkan membersihkan kitchen set.
__ADS_1
"Belum." Zia tertawa menggelengkan kepala. "Aku lanjutin kerjaan aku dulu ya." Zia meninggalkan Putri.
Putri melanjutkan pekerjaan nya, namun ponsel Putri terus menerus berbunyi membuat Putri sedikit terganggu. Nomor tidak di kenal lagi, kenapa sih nelpon nelpon terus. Karena sudah terlalu banyak panggil tak terjawab, Putri mencoba mengangkat telpon nya.
Datang lah ke Restoran XXX jam 1 siang nanti, tuan Arga menunggu mu. Jangan sampai terlambat. Telpon terputus
Belum sempat Putri berbicara, telpon sudah di putus secara sepihak. Putri duduk dan mengingat ucapan laki laki yang menghubungi nya tadi. Tuan Arga. Apa tuan Arga Atmaja ! kenapa dia ingin bertemu dengan ku, apa jangan jangan dia ingin mematahkan kaki ku atau dia menerima perjodohan ini. Tidak tidak tidak, tidak mungkin kalau dia menerima perjodohan ini, lagian Selly bilang Arga sudah ada kekasih. Lalu ? kenapa dia ingin bertemu dengan ku.
"Putri. Panggil Zia mengagetkan Putri. "Kenapa sih, kamu sakit." Memegang kening Putri.
"Nggak Zi, aku nggak kenapa napa kok. Ya sudah aku mau ke toilet dulu." Putri beranjak dari duduk nya dan melangkah kan kaki nya ke toilet.
"Oh, Oke." Zia tersenyum melihat ke pergi an Putri.
Gimana ini, apa aku nggak usah pergi ke sana, lalu kalau tuan Arga marah dan akan mematahkan kaki ku gimana ?. Putri mencuci muka.
"Zi, istirahat makan siang ? boleh nggak ya aku izin ke pak Rudi keluar bentar, ada urusan yang harus aku selesaikan." Putri duduk di samping Zia.
"Coba aja langsung izin ke pak Rudi, siapa tau pak Rudi ngizinin."
"Baiklah, aku akan coba bicara sama pak Rudi. Aku lanjutin bersih bersih dulu lah." Putri beranjak dari duduk dan melangkahkan kaki nya ke dapur masak.
...Di kediaman Atmaja...
Gadis polos yang pemberani, kau sudah siap dengan permainan nya. Setelah menikah dengan ku, aku akan membuat mu menyesal telah menerima pernikahan ini. Kau sendiri yang akan meminta pisah. Gerutu Arga senyum sinis.
__ADS_1
Arga menghempaskan tubuh nya ke tempat tidur.
**Di perusahaan Bahagia Group**
Putri mengerjakan pekerjaan nya dengan rapi dan bersih. Semua sudah di kerjakan nya. Saat nya jam makan siang, Putri sudah meminta izin dengan Rudi segera keluar dari gedung perusahaan dengan terburu buru, karena Putri takut kalau sampai ia datang telat.
"Zi, aku pergi bentar ya. Balik istirahatnya agak telat " Ucap Putri meninggalkan Zia yang berada di samping nya.
"Iya Put, hati hati ya." Zia melambaikan tangan.
Putri tidak perlu menunggu taksi lagi. Saat jam kerja Putri sudah memesan taksi online melalui aplikasi.
"Pak. Kita ke Restoran XXX." Ucap Putri masuk ke dalam taksi.
"Iya mbak." Melajukan mobil.
...Di kediaman Armaja...
"Ma, Arga pergi dulu ya, mama istirahat saja, jangan memikirkan masalah yang membuat mama sakit. Kalau ada apa apa hubungi Arga ma." Ucap Lembut Arga.
"Iya Nak, hati hati ya ?" balas Lina tersenyum.
Arga membalas senyuman dan melangkah kan kaki nya keluar kamar Lina. Sementara di luar Bram sudah menunggu Arga di mobil.
"Apa kau sudah menyiapkan semuanya !" tanya Arga memasuki mobil.
__ADS_1
"Sudah tuan." Balas Bram.
Mereka pun melajukan mobil ke Restoran XXX dimana Putri sudah berada di sana.