MENIKAH DENGAN PILIHAN AYAH TIRIKU

MENIKAH DENGAN PILIHAN AYAH TIRIKU
Tabrak lari


__ADS_3

"Apa !! Baik ma. Arga segera ke rumah sakit." Arga menghidupkan mobil dan melaju dengan cepat.


Arga mengambil ponsel nya dan menekan nomor Bram.


"Bram. Kau ke rumah sakit segera. Selly di tabrak lari dan cari tau siapa yang berani melakukan nya !" ucap Arga kesal.


Arga mematikan telpon nya dan kembali fokus mengemudi.


***


...Di kediaman Arga...


"Ayo Ma Put. Kita ke rumah sakit sekarang. Selly sudah di bawa ke rumah sakit." Ajak Budi panik.


Putri dan Lina mengikuti Budi menaiki mobil yang di sopir oleh Ujang.


***


Putri menenangkan Lina yang cemas.


"Ma. Mama tenang ya. Ini minum dulu Ma. Putri nggak mau kalau mama kenapa napa juga." Putri memberi botol minuman ke tangan Lina.


"Makasih Put, mama hanya khawatir dengan Selly. Mama takut Selly kenapa napa ?" Lina semakin cemas.


Ujang mengemudi dengan cepat. Hanya butuh 45 menit mereka sudah berada di rumah sakit keluarga Atmaja.


Tidak lama kemudian mobil Arga pun datang. Arga segera turun dan menghampiri Putri Lina dan Budi yang baru mau melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah sakit.


"Ma Pa." panggil Arga berlari kecil mendekati Lina dan Budi.


"Sayang. Selly nak." Lina menangis memeluk Arga.


"Yasudah. Mama jangan nangis lagi ya. Ayo kita masuk." Ucap Arga menggandeng Lina.


Mereka pun masuk ke dalam rumah sakit.


Hey. Ada tuan Arga. Ya ampun ganteng nya. Terus wanita itu siapa. Itu kan bukan adik nya tuan Arga. Bisik para perawat yang mengetahui kedatangan Arga dan keluarga.


"Kenapa bergosip ! apa kalian hanya makan gaji buta ! cepat tunjukkan di rawat dimana wanita yang di tabrak lari tadi !" tegas Arga mengagetkan para perawat.


"Di ruang rajawali tuan muda." Jawab salah satu perawat.


Arga dan keluarga nya langsung menuju ruangan yang di sebut oleh perawat itu.


Cekrek. Lina membuka pintu ruangan di mana Selly di rawat.


"Sayang. Kamu nggak apa apa kan." Lina menghampiri Selly dan memeluk nya.


"Mama." Balas Selly memeluk Lina. "Selly nggak apa apa kok ma. Kepala Selly hanya terbentur stang mobil." Selly memegang kepala nya yang di perban.


"Kaki. Tangan dan yang lain nya sakit nggak." Tanya Lina memeriksa seluruh tubuh Selly.


"Nggak kok ma. Selly nggak apa apa kok." Balas Selly meyakinkan Lina, walaupun ia merasakan sakit namun Selly menutupi nya. "Kakak ipar. kenapa berdiri di situ." Panggil Selly melihat Putri berdiri di belakang Arga.


"Nggak apa apa kok Sel. Kakak di sini saja." balas Putri.

__ADS_1


Arga melirik ke arah Putri dengan mata sinis nya. Mau tidak mau Putri mengikuti kemauan Selly.


Putri melihat bubur yang tidak di makan Selly. "Bubur nya kok nggak di makan Sel." Ucap Putri.


"Selly nggak mau makan bubur rumah sakit kak. Nggak enak." kata Selly.


"Telpon Nining saja. Suruh Nining buatkan bubur untuk Selly." Sambung Arga.


"Tapi Kak. Putri tidak punya nomor telpon bi Nining. Nomor telpon rumah juga Putri nggak punya." balas Putri.


"Ini. Pakai ponsel ku. Rumah nama di ponsel ku." Arga memberi ponsel ke tangan Putri.


Putri mengambil ponsel yang di beri Arga dan mencari nomor telpon rumah.


Tidak lama kemudian, Bram pun datang dan di ikuti empat anak buah nya.


"Kamar rawat nona muda Selly di mana !" tanya Bram kepada salah satu perawat rumah sakit.


"Di ruanga Rajawali tuan." balas perawat itu gemetaran.


Bram pun melangkah kan kaki nya menuju ruang Rajawali.


Tok.tok.tok. Bram mengetuk pintu.


Budi membuka pintu.


"Tuan." Sapa Bram menunduk.


"Bram. Masuk !" Saut Arga yang melihat kedatangan Bram.


"Kak Arga. Ini ponsel nya. Bi Nining yang akan mengantarkan bubur nya ke sini." Kata Putri memberikan ponsel ke tangan Arga.


"Biar aku dan Bram pulang saja yang pulang ngambil bubur nya. Kau di sini saja, temenin mama sama papa. Ayo Bram." Arga meninggalkan Putri dan keluarga nya di ruang rawat Selly.


"Arga. Sekalian juga kamu minta sama Nining baju mama ya. Mama tidur di sini saja nemenin Selly." Saut Lina.


"Iya Ma." balas Arga dan melanjutkan langkah kaki nya yang terhenti.


***


Arga dan Bram meninggalkan rumah sakit. Sementara 2 anak buah Bram berjaga jaga di ruang inap Selly.


"Apa kau sudah tau siapa yang menabrak Selly." Tanya Arga.


"Belum tuan. Anak buah ku sedang mencari infomasi nya. Tuan muda tenang saja." Balas Bram meyakinkan Arga.


"Bagus."


****


...Di Kamar Rawat Selly...


"Ma Pa. Kalian makan dulu ya. Sudah siang, kalian belum makan siang kan.?" tanya Putri.


"Mama nggak nafsu makan lagi Put. Mama mau nemenin Selly saja. Put kamu juga belum makan siang ?" balas Lina.

__ADS_1


"Iya ma. Putri ke luar cari makan untuk mama sama papa ? kalau mama nggak makan nanti sakit siapa yang jagain Selly. Iya kan Sel." kata Putri.


"Iya lah. Terserah kamu aja mau beli makanan apa untuk mama."


"Papa ?"


"Terserah kamu aja Put.?" balas Budi.


"Iya udah Putri keluar bentar ya. Kalau ada apa apa mama telpon Putri."


Putri meninggalkan Selly Lina dan Budi di ruang inap.


***


... Di Mobil Arga...


"Pantau terus Clara. Jangan sampai dia berani bermain belakang dengan ku !" ucap Arga tanpa melirik Bram.


"Baik tuan. Salah satu anak buah ku, ku tugas kan memantau nona Clara. Terus masalah tabrak lari nona Selly. Anak buah ku sudah berada di lokasi kejadian ada hal aneh yang mencurigakan." Jelas Bram fokus menyetir.


"Cari tau. Hal aneh apa yang kalian curigai."


"Baim tuan.


Tabrak lari ini kemungkinan ada hubungan nya dengan nona Clara dan musuh di balik selimut tuan Arga.


...***...


... Di Rumah Sakit...


Putri sudah berada di kantin rumah sakit dan memesan makanan untuk Mama dan Papa mertuanya.


"Putri." Terdengar suara seseorang wanita memanggil Putri.


Putri mencari sumber suara yang memanggilnya tadi. Putri melihat ke arah pintu masuk kantin.


"Putri."


"Mbak Rita." Balas Putri.


"Kamu ngapain kesini. Siapa yang sakit. Mama papa kamu yang sakit. Apa adik tiri kamu yang sakit ?" tanya Rita penasaran.


"Ee. Itu mbak." Putri terdiam, karena Rita tidak mengetahui tentang pernikahan Putri. Apa aku bilang saja sama mbak Rita ya kalau aku sudah menikah.


"Put." Panggil Rita membangunkan Putri dari lamunan nya.


"Kita duduk dulu mbak. Biar Putri bisa jelaskan. Tapi mbak Rita janji ya nggak bakalan marah sama Putri."


"Iya. Tapi apa dulu."


"Mbak janji dulu sama Putri."


"Iya mbak janji nggak bakalan marah."


"Jadi." Putri menggantungkan kata kata nya.

__ADS_1


__ADS_2