
Rusmin melihat laki laki yang turun dari mobil, Rusmin sangat hafal dengan tubuh dua laki laki tersebut.
"Tuan Arga, Mbak Putri kan." Ucap Rusmin cemas.
Rusmin segera berjalan ke arah mobil nya, dan sesekali memperhatikan Arga dan Bram dari kejauhan.
Rano yang juga melihat Arga dan Bram turun dari mobil dan berjalan menuju masjid, tak kala panik nya dari Rusmin, Rano menghindar dan segera berjalan ke tempat pengambil wudhu khusus laki laki , sedangkan Putri dan Sarah tidak tau kalau ada Arga dan Bram di sini, karena tempat Wudhu perempuan dan laki laki berbeda.
Walaupun sekejam apapun Arga dan Bram, mereka tidak lupa dengan kewajibannya, walau hanya sesekali saja mereka melakukan nya.
Arga dan Bram berjalan menuju tempat Wudhu, mereka melewati Rano yang sedang berwudhu.
Apa jangan jangan tuan arga tau kalau kita mampir Sholat disini, kok tuan Arga wudhu nya di sebrang sana sih, Alhamdulillah mereka tidak melihat ku disini,
Rano kembali fokus mengambil Wudhu tanpa memikirkan apa yang akan terjadi jika Arga dan Bram mengetahui mereka berada di sini.
Sementara Putri dan Sarah berjalan masuk ke masjid dan sudah bersiap siap untuk Sholat, dan Rano masuk lewat pintu samping supaya Arga dan Bram tidak melihat dia.
15 menit telah berlalu, Putri dan Sarah sudah menyelesaikan Sholat nya, mereka keluar dari masjid dan berjalan ke arah mobil.
Braaakk. Arga dan Putri senggolan.
"Maaf tuan." Ucap Putri melirik ke belakang.
"Ternyata kamu !" kata Bram sinis.
"Bram. Arga memberi isyarat.
Bram yang mendengar panggilan Arga berhenti melangkah.
"Maaf tuan, kali ini anda yang menabrak saya," ucap Putri percaya diri.
"Kak Putri ?" bisik Sarah.
Arga tidak menggubris ocehan Putri, Arga hanya tersenyum sinis melihat Putri.
__ADS_1
Rano keluar masjid belakangan , yang tadi nya ingin menghindar dari Arga dan Bram.
"Kak Putri, Sarah," Kata Rano di teras Masjid.
Rano berjalan menghampiri Putri dan Sarah,
Arga dan Bram meninggal kan Putri dan Sarah tanpa berbicara sepatah kata pun, Rano sedikit lega karena tidak ada perkelahian antara Putri dan Bram.
"Dasar sombong ! mentang mentang kaya seenak nya saja ! tidak minta maaf lagi !" gerutu Putri kesal.
"Kak put, sudahlah jangan membuat masalah lagi dengan mereka lagi," kata Rano berada di belakang Putri dan Sarah.
"Habisnya kakak kesal sama mereka, mereka yang salah tapi tidak minta maaf lagi," kata Putri menaikan nada bicara nya.
"Tidak boleh loh kak marah marah di rumah Allah." Kata Sarah menenangkan Putri.
"Ya Allah," Putri mengusap mukanya.
Putri Sarah dan Rano berjalan ke arah mobil meninggalkan Masjid.
...Mobil Arga...
"Bram, apa kamu sudah mendapatkan informasi tentang perempuan itu," tanya Arga
"Belum tuan ! jawab Bram.
Wanita itu, jangan sampai aku melihat batang hidung mu lagi di kota ini, anda sudah merepotkan saya nona. gumam Bram kesal.
"Segera cari tahu informasi wanita itu, suruh anak buah mu mencari nya." Kata Arga tegas.
"Baik Tuan muda." Jawab Bram fokus mengemudi.
...Mobil Putri...
"Kenapa kita harus bertemu tuan Arga dan sekretaris nya lagi sih ?" tanya Rano heran.
__ADS_1
"Mana ku tau kalau ada mereka juga di sana." Jawab Sarah.
"Ini salah kakak kenapa kakak harus menentang tuan mereka," kata Putri lirih.
"Gak kok kak, ini bukan salah kakak," kata Sarah menenangkan Putri.
"Gimana kalau tuan Arga tau siapa kakak, pasti perusahaan Papa sama pekerjaan Rano terganggu," kata Putri melirik Sarah dan Rano.
"Sudah lah kak gak usah kita pikirkan lagi, kita berdoa saja supaya tuan Arga tidak mencari informasi tentang kita," ucap Sarah meyakinkan .
"Iya kak, lupakan saja masalah hari ini." Saut Rano.
hampir 1 jam mereka di mobil, komplek kediaman keluarga Hermawan sudah kelihatan.
Hanya menekan klakson, Rohim membuka pintu gerbang kediaman keluarga Hermawan, mobil yang di naikin Putri Sarah dan Rano memasuki halaman rumah keluarga Hermawan. Putri Sarah dan Rano turun dari mobil, dan segera masuk ke dalam rumah.
"Sudah kak jangan di pikirkan lagi kejadian hari ini," ujar Sarah merangkul Putri.
"Sar, bawa kak Putri ke kamar nya," ucap Rano perintah.
"Ayo kak," ajak Sarah.
Mereka bejalan menaiki anak tangga.
"Sar Ran, kakak istrirah duluan ya, kakak cape," kata Putri berjalan ke arah kamar nya.
"Iya kak." serentak Sarah Rano.
Mereka masuk ke kamar masing masing dan menutup pintu.
...Di kamar Putri...
Gimana kalau tuan Arga kerumah mencari saya dan seketaris nya itu mematahkan kaki saya , kalau mereka menghancurkan keluarga ini gimana.
Putri berjalan ke kamar mandi. "Lebih baik aku mandi saja dan menyegarkan tubuhku." Gerutu Putri.
__ADS_1
Putri pun mandi dan merendamkan tubuh nya di bathup dengan sensasi sabut aroma bunga mawar, tidak lama kemudian Putri tertidur, karena aroma harum nya yang membuat Putri tertidur di kamar mandi.