MENIKAH DENGAN PILIHAN AYAH TIRIKU

MENIKAH DENGAN PILIHAN AYAH TIRIKU
Vidio Call


__ADS_3

"Aku tidak butuh penjelasan mu ! Sudah lah, cepat kau siap kan makan malam untuk ku ! jangan membuat aku menunggu lagi !" Arga meninggalkan Putri dan kembali duduk di sofa keluarga.


Putri pun menghapus air mata nya, dan kembali turun ke lantai bawa dan menyiapkan makan malam untuk Arga.


Tuan Arga selalu tidak mau mendengar penjelasan ku. Ya tuhan, kuat kan aku.


"Non. Nona muda ?" Panggil Rodiah.


"Eh iya, maaf bi Diah." Putri kembali menyiapkan


makan malam untuk Arga.


"Nona nggak apa apa kan. Apa nona sakit ?"


"Nggak kok bi, saya nggak apa apa kok." Kata Putri tersenyum. "Ayo bi, tolong bawakan ini, entar tuan Arga marah lagi, kalau dia lama nungguin nya ?" Kata Putri membawa makanan yang ia masak ke meja makan.


Putri dan Diah membawa makanan ke meja serta di bantu oleh Ningsih.


"Sudah selesai. Makasih ya bi." Ucap Putri tersenyum.


Putri pun melangkah kan kaki nya ke ruang keluar untuk memanggil Arga.


"Tutuan." Panggil Putri menunduk.


"Hem." Gedam Arga.


"makan malam nya sudah siap."


Arga beranjak dari duduk nya, dan melangkah kan kaki nya ke ruang makan. Putri mengikuti Arga dari belakang.


Arga sudah duduk di kursi makan, sedang kan Putri masih berdiri di belakang Arga.


"Apa kau sengaja menyuruh ku menunggu lagi ! apa kau tidak tau tugas seorang istri itu apa hah !" Arga menaikan volume suara nya.


Putri yang mendengar kata kata Arga segera mengisi makanan ke piring Arga dan menuangkan air minum di gelas yang sudah di siapkan oleh Ningsih.


Arga makan dengan lahap tanpa menghiraukan Putri yang berada di belakang nya. Setelah selesai makan, Arga beranjak dari duduk nya, dan meninggalkan Putri yang masih berada di belakang nya.


Putri yang melihat ke pergi an Arga langsung duduk dan langsung mengisi makanan ke piring nya.


"Kasihan Nona muda ya Ning ?" Ucap Rodiah melihat Putri dengan lahap makan.


"Iya Diah, kita bisa apa, kita hanya pelayan." Balas Ningsih. "Lanjutkan kerjaan mu, nanti tuan Arga tau ia bisa marah " Lanjut Ningsih.


Putri sudah selesai makan. Ia segera membersihkan meja makan.


"Nona muda, biar saya saja yang membereskan." Kata Ningsih melihat Putri membersihkan meja makan.


"Tidak apa apa kok bi, bibi udah makan ? ini untuk kalian, tadi kan kita masak nya banyak. Sayang kalau makanan nya di buang." Putri menyerahkan makanan ke tangan Ningsih.

__ADS_1


"Putri !" Teriak Arga dari lantai atas.


"Bi, Putri ke atas dulu ya. Bibi lanjutkan beres beres nya." Putri meninggalkan Ningsih dan berlari kecil menaiki anak tangga.


"Kasian Nona muda." Gerutu Ningsih.


***


"Tuan manggil saya."


"Hem ! kenapa lama !" Arga mencengram lengan tangan Putri dengan kuat.


"Mamaaf tuan." Putri menahan kesakitan.


"Mama vidio call. Awas kalau mama sampai curiga !" Arga memberi ponsel ke Putri.


Putri menarik napas panjang dan menghembuskan secara perlahan.


"Hallo ma ? Kata Putri tersenyum.


"Putri ? baru sebentar mama sudah kangen kalian." Kata Lina di layar ponsel.


"Kalian mesra banget." Sambung Selly.


Putri hanya tersenyum di balik rangkulan Arga.


"Ma, udah dulu ya. Kita mau istirahat." Kata Arga.


"Jangan senang dulu ya ! aku bersikap baik dengan mu hanya di depan orang tua ku ! cepat pergi dari sini. Lama lama aku muak liat kamu."


Putri pun beranjak dari duduk nya dan meninggalkan Arga di kamar nya.


***


Putri yang berada di kamar nya langsung rebahan sambil memandang foto keluarga panti asuhan nya.


"Aku rindu anak anak panti, hampir 1 bulan aku nggak main ke panti. Ibu Nimas, Putri kangen. Putri sakit bu, Batin Putri sangat sakit bu, Putri mau pulang ke panti bu. Bukan nya ibu pernah bilang, kalau sudah menikah kita akan jadi ratu di keluarga kita. Tapi kenapa baru beberapa hari menikah Putri selalu di siksa bu." Putri menangis tersedu sedu.


Pa, kenapa papa memaksa Putri menikah dengan dia pa, Putri sakit pa, batin dan raga Putri sangat sakit pa. Ma jemput Putri ma. Putri menangis memandang langit langit kamar nya.


Karena terlalu lama menangis, Putri pun tertidur sambil memeluk foto anak anak panti.


****


Keesokan hari nya, Putri bangun lebih awal dari biasanya. Sehabis Sholat Subuh, Putri segera memasak sarapan untuk Arga.


"Nona muda ?" panggil Ningsih.


"Iya bi, ada apa ?"

__ADS_1


"Nona jam segini sudah selesai siapain sarapan untuk tuan muda ?". Tanya Ningsih tidak percaya.


"Ya, seperti yang bibi lihat." Kata Putri tersenyum dan membawa makanan ke meja makan.


"Nona memang istri yang baik." Puji Ningsih.


"Ini kan memang tugas seorang istri bi Nining ?" ucap Putri tersenyum. Ya walaupun aku tidak pernah di anggap sebagai istri oleh tuan Arga.


"Non, bibi ke belakang dulu ya." Ningsih pamitan.


Putri kembali menyiapkan sarapan nya sendiri.


"Sudah selesai." Aku harus menyiapkan pakai kerja untuk tuan Arga. Putri meninggalkan meja makan dan melangkah kan kaki nya menaiki tangga dan menuju kamar Arga.


Tuan Arga marah nggak ya, kalau aku langsung masuk kamar nya. Tapi kalau dia tidur nya nggak pakai baju gimana ? apa aku ketuk aja pintu nya. Putri masih berdiri di depan kamar Arga.


"Oke, mendingan aku panggil saja, lagi an kan sudah jam 6 pagi." Gerutu Putri.


"Tuan. Tuan. Tuan Arga." Panggil Putri mengetuk pintu kamar Arga.


Apa tuan Arga masih tidur ya.


"Tuan.Tuan." Ketuk Putri lagi.


"Masuk " terdengar suara Arga dari dalam kamar.


Putri yang mendengar suara Arga langsung masuk ke kamar Arga.


Cekrek.


"Maaf tutuan. Sudah jam 6 pagi, apa tuan tidak kesiangan." Kata Putri gemetaran.


Tidak ada jawab dari Arga.


Apa aku siapkan air panas saja untuk tuan Arga. Putri masuk ke kamar mandi Arga.


Setelah sudah menyiapkan air panas untuk Arga, Putri masuk keruang ganti dan mencari pakaian yang akan di gunakan Arga untuk berangkat ke kantor.


Kemeja dan jas ini kayak nya cocok deh untuk tuan Arga. Apa aku siapkan saja pakaian nya. Putri mengambil kemeja dan jas warna biru dongkar.


"Oke. Mudah mudah tuan Arga suka dengan warna ini." Gerutu Putri sambil membawa pakaian yang ia pilih ke luar dan meletakkan di atas sofa.


Air untuk mandi sudah. Pakaian nya sudah. Sarapan nya sudah. Sudah semua nya. Aku ke kamar lagi lah, sambil nungguin tuan Arga bangun.


Putri keluar dari kamar Arga dan masuk ke kamar nya.


Mendingan aku telpon Nisa dan Ratna saja. Mereka kan belum berangkat kerja. Lagian tuan Arga masih tidur kok.


Putri menelpon nomor Nisa. Hampir 1 jam mereka telponan melepas rindu. Putri mematikan telpon nya karena ia mendengar suara teriak kan Arga memanggil nya.

__ADS_1


"Putriiiii !!!" Teriak Arga memanggil Putri.


__ADS_2