MENIKAH DENGAN PILIHAN AYAH TIRIKU

MENIKAH DENGAN PILIHAN AYAH TIRIKU
Masuk angin


__ADS_3

Putri yang sudah selesai membereskan pakaian dan perlengkapan nya, segera mandi dan menyegarkan tubuh nya. Selesai mandi Putri Sholat Ashar. Selesai melakukan semua nya, Putri rebahan di tempat tidur.


Triiiiinnggg. Suara telpon rumah yang berada di kamar Putri.


Baru saja mau istirahat.


Putri mengangkat telpon nya.


"Halo."


"Cepat ke kamar ku !" Suara Arga terdengar dari telpon rumah.


"Baik tu."


Arga memutuskan telpon nya.


Untung saja aku sudah selesai melakukan semua pekerjaan ku. Gerutu Putri berjalan menuju kamar Arga.


Kamar tuan Arga yang satu mana ? disini ada banyak kamar. Apa yang ini. Putri menunjuk kamar besar.


"Permisi. Tuan tuan." Panggil Putri mengetuk pintu.


Arga yang mendengar suara Putri segera membuka pintu kamar nya.


Cekrek. Arga membuka pintu kamar.


"Tutuan." Putri menutup mata nya, karena melihat Arga telanjang dada.


"Hey ! kau kenapa ! Apa kau kira aku hantu !" Arga menaikan volume suara nya.


"Itu. Anu. Eeee." Putri menunjuk dada Arga.


"Cepat masuk ! apa mau ku patahkan kaki mu." Tegas Arga mengancam.


"Babaik tutuan." Putri masuk ke dalam kamar Arga. Kenapa tuan Arga nggak pakai baju sih. Emang nya nggak punya baju apa. Dasar nggak punya urat malu kali.


"Hey ! apa yang kau tunggu ! cepat siapkan baju ku !" Arga duduk di sofa hanya menggunakan bidangan handuk.


"Baju !" ucap Putri bingung.


"Iya baju ku ! apa kau tuli hah !" Arga menaikan nada suara nya.


"Iya tuan. tapi ?" Kata Putri bergantung.


"Tapi apa ! apa kau tak punya mata. Ruang ganti nya di sana !" jangan lama lama, apa kau sengaja menyuruh ku sakit karena masuk angin !"


"Iya tuan." Siapa suruh kau tidak pakai baju, punya kaki punya tangan ngambil baju sendiri aja nyuruh orang. Dasar monster nggak punya hati. Putri masuk ke ruang ganti dan mencari cari baju. Tuan Arga mau pakai baju apa ya. Aku lupa lagi nanyain nya. Mana baju nya banyak.


"Putriiiii !!! Teriak Arga.


"Iya tuan, sebentar." Gak sabaran banget jadi orang. "Oke. Pakai baju ini aja, kan udah sore, lagian ini simpel kok." Putri mengambil baju kaos warna putih dan celana santai.


Putri keluar dari ruang ganti.


"Ini tutuan baju nya." Menyerah kan baju ke tangan Arga.


"Kenapa lama ! apa kau sengaja menyuruh ku menunggu." Arga memakai baju yang di bawah Putri.

__ADS_1


Arga kembali duduk di sofa, sedangkan Putri masih berdiri di posisi yang sama.


"Kenapa masih berdiri di situ ! cepat pijat kepala ku ! gara gara kamu lama nyiapin baju nya, kepala ku jadi sakit." Kata Arga memijat kening nya.


"Babaik tuan." Siapa suruh nyuruh aku ngambil baju nya ! kan bisa ngambil sendiri. Putri berdiri di belakang Arga dan memijat kepalanya.


"Jangan kenceng kenceng ! apa kau sengaja hah !" Arga menatap tajam mata Putri.


"Mamaaf tutuan." Putri menunduk kepala dan menggigit bibir bawah nya.


Tring.tring.tring. Ponsel Arga berbunyi.


"Tolong ambil kan ponsel ku." Arga menunjuk meja hias.


Putri mengambil dan memberi ponsel ke tangan Arga.


Ada nama Clara di layar ponsel Arga.


Clara ! itu kan pacar nya tuan Arga. Putri mengingat.


Arga mengabaikan telpon dari Clara.


Tring. Tring. Tring. Ponsel Arga berbunyi lagi.


"Kenapa berhenti !" Arga melihat Putri.


"Mamaaf tutuan." Putri kembali memijat kepala Arga.


Arga mengangkat telpon dari Clara.


"Maaf ya sayang. Tadi ponsel nya di cas. Aku baru selesai mandi." Kata Arga berbohong.


"Iya sayang. Hati hati ya." Arga mematikan ponsel nya.


"Kencengan dikit mijat nya." Sambil memainkan ponsel nya.


Ting.ting.ting. Pesan masuk dari Bram.


Putri mengintip pesan masuk dari Bram.


"Apa kau mau matamu tidak bisa melihat selamanya." Kata Arga sinis.


Kok aku bisa ketahuan ya. **** **** ****. Kenapa juga aku kepo dengan urusan nya. Putri kembali fokus memijat kepala Arga.


Bram mengirim beberapa foto Clara dengan laki laki lain.


Ternyata ini yang di maksud mama. Clara ! kau akan terima akibat nya.


"Sudah ! cepat siap kan makan malam nya." Ucap Arga beranjak dari duduk nya.


"Baik tuan." Kata Putri meninggalkan Arga di kamar nya.


Setelah ke pergi an Putri, Arga menelpon Bram.


"Bram ! ikuti terus kemana Clara pergi. Beri anak buah mu bonus." Arga mematikan ponsel nya.


Kau bermain main dengan ku Clara !" Arga mengeser layar ponsel nya yang ada foto Clara dengan laki laki lain.

__ADS_1


***


Putri yang di bantu pelayan sibuk membuat makan malam untuk Arga.


"Bi, maaf ? boleh tau nama bibi siapa ?" Putri mengulur kan tangan.


"Maaf nona muda ? saya Rodiah, biasa saya di panggil Diah." Kata Rodiah menunduk dan tidak berani berjabat tangan dengan Putri.


Putri yang mengerti kenapa Rodiah tidak membalas jabatan tangan nya, hanya tersenyum.


"Oh bi Diah. Bibi udah lama kerja di sini ?" tanya Putri sambil memotong sayuran.


"Iya Non, bibi pelayan terlama di rumah tuan muda Arga.


"Oh gitu ? jadi bibi tau dong makanan apa yang di suka tuan Arga, terus hal apa yang membuat tuan Arga marah."


"Iya Non. Tuan muda suka makanan seperti Ayam kecap, Sepageti, Nasi goreng, apa lagi yang berbau Seafood. Terus tuan Arga nggak suka kalau membuat nya menunggu." Jelas Rodiah.


"Oh gitu ya, makasih ya bi." Pantesan saja tadi monster marah marah nungguin baju nya. "Bi, bibi lanjutin lagi ya masak nya, Putri mau ke kamar bentar." Putri meninggalkan Rodiah di dapur.


"Iya non."


***


Arga turun ke bawah dan duduk di sofa santai, sambil menonton TV.


"Bi Diah .! Teriak Arga memanggil Ningsih.


Rodiah yang mendengar panggilan Arga, berlari ke arah suara yang ia dengar.


"Putri mana !"


"Nona muda di kamar tuan." Kata Rodiah panik.


"Ya sudah !" Kata Arga.


Gadis itu ! Enak saja dia bisa santai santai di kamar ! Apa jangan jangan dia mencoba mau melarikan diri ! Gerutu Arga menaiki anak tangga.


Sesampai di depan kamar Putri, Arga mengetuk dengan keras pintu kamar Putri. Namun tidak ada jawaban.


"Putri ! Putri ! Panggil Arga mengetuk pintu dengan keras.


Putri yang baru habis Sholat, segera keluar ruang ganti dan membuka pintu kamar nya.


Cekrek.


Dengan Muka marah Arga memegang dengan sangat kuat dagu Putri, sehingga Putri kesakitan dan tidak bisa berbicara.


Arga yang berapi api menatap Putri. "Kenapa kau lama membuka pintu hah !" Teriak Arga.


Putri tidak bisa bicara lagi, hanya kesakitan yang bisa ia rasakan. Tanpa sadar Putri menjatuhkan air mata nya.


"Siapa yang menyuruh mu menangis !" Arga menghempas tubuh Putri di kasur.


"Mamamaaf tututuan." Ucap Putri terpatah patah.


"Kenapa kau lama membuka pintu !" mengulang kalimat yang sama dan mempertegas ucapan nya.

__ADS_1


"Sasaya."


__ADS_2