
Sambil menunggu taxi, Putri menelpon Nisa.
Tut.Tut.Tut. Telpon terhubung
Nisa ( di tempat lain) : Hallo kak."
Putri : Hallo Nis."
Nisa ( di tempat lain ) : Iya kak. Ada ap ?"
Putri : Gpp, Kak kangen kalian aja.
Kamu lagi kerja ya ?"
Nisa ( di tempat lain ) : Iya kak, Warungnya lagi ramai, entar aku telpon kakak lagi ya."
Putri : Iya Nis."
Tut Tut.Tut. Telpon putus.
Taxi yang di pesan Putri online sudah datang.
Putri segera naik ke dalam mobil.
" Pak kita ke jalan XXX ya." Ucap putri.
" Baik nona." Balas sopir taxi.
Mudah mudahan aku betah kerja di perusahan itu, biar pun jadi OB gpp lah yang penting halal. Kenapa nona nona itu tidak suka dengan ku.
Hampir 30 menit di perjalanan, Putri sudah sampai di pintu gerbang rumah nya.
Seperti biasanya, satpam selalu membuka pintu gerbang itu.
" Silahkan masuk mbak." Ucap pak Slamet yang menundukan punggung nya.
" Makasih pak Slamet. Ucap Putri yang berjalan meninggalkan pintu gerbang.
Apa mereka gak capek, setiap hari kerja nya menunduk kan kepala nya. Gerutu Putri kecil.
Sarah yang tahu dengan kedatangan Putri segera keluar rumah.
" Kak Put," panggil Sarag berjalan menuju Putri dan memeluknya. " Sarah kangen sama kakak." Melepaskan pelukannya.
" Eh baru setengah hari loh gak ketemu kakak. Ayo masuk kakak capek Sar." Menggandeng tangan Sarah." Kita ke kamar Kakak aja ya Sar." Menaiki anak tangga.
__ADS_1
" Iya kak." Ucapa Sarah terus menggandeng Putri. " Bik Lasmi tolong bawakan es jeruk ke kamar kak Putri 2 gelas ya." Teriak Sarah dari lantai 2.
" Iya non." Jawab Lasmi sambil melihat ke lantai 2.
" Sar, Kita turun ke bawah aja ya bawa minum ny sendiri. Gak baik perintah perintah kayak gitu. Bik Lasmi kan lebih tua dari kita." Ucap Putri mengelus elus kepala Sarah.
" Iya kak. Sekali ini aja ya. Habis itu Sarah bakalan mandiri kok." Ucap Sarah manja.
Mencubit pipi Sarah." Janji ya sama kakak." Kata Putri.
Mereka pun masuk ke kamar Putri. Putri yang terlihat capek langsung rebahan di kasur. Sementara Sarah duduk di sofa.
" Kak. Kakak kok gak bilang ke Sarah sih kalau kakak mau cari pekerjaan baru. Abang Rano dan Papa pasti bisa bantuin kakak." Kata Sarah sambil main game di ponsel nya.
Putri hanya tersenyum mendengar adik tirinya bicara." Sar, bukan nya kakak ngak mau bilang sama kalian, tapi kakak mau mandiri Sar." Saut Putri.
" Terus, Kakak kerja di mana." Tanya Sarah.
" Kakak kerja di Perusahaan Bahagia Group sebagai OB." Kata Putri.
Sarah kaget mendengar ucapan Putri dan menghentikan game nya. " Perusahaan Bahagia Group." Kak, Kakak tau gak itu Perusahaan siapa." Tanya Sarah heran.
" Gak tau." Jawab Putri menggeleng kepala.
" Kak, Kakak inget gak Tuan yang hampir memakan tubuh kita." Sarah berjalan ke arah Putri.
" Bahagia Group itu Perusahaan Tuan Arga Atmaja CEO ternama di kota ini." Kata Sarah menjelaskan.
" Apa ! Putri bangun dari rebahannya. " Apa kakak gak salah dengar Sar." Tanya Putri panik.
" Iya kak. Semoga aja Tuan Arga dan Sekretaris nya tidak mengenal kakak lagi." Ujar Sarah.
Apa jadi nya kalau aku kerja di perusahaan monster itu, lalu kaki ku. Putri mengingat perkataan Bram waktu itu. Ah tidak tidak tidak, aku gak boleh bertemu dengan mereka.
Permisi nona. l" Ucap Lasmi sambil mengetuk pintu.
Sarah membuka pintu dan mengambil 2 gelas es jeruk. " Makasih bik." Menutup kembali pintu kamar nya .
" Ini kak minum dulu." Memberi gelas ke tangan Putri.
" Iya makasih Sar." Putri langsung meminum nya, karena dia sangat haus .
Kembali ke mobil Arga
Arga satu mobil dengan Jessinia. Di dalam mobil tidak ada percakapan sama sekali. Ya karena Arga sangat dingin orang nya.
__ADS_1
" Tuan, nona Stella sudah di Restoran." Kata Jessinia yang membuka percakapan. Tapi sayang nya tidak ada balasan dari Arga maupun Bram.
Tuan Arga tolong lah jangan bersikap dingin seperti ini. Mendingan aku bicara sama orang gila aja di banding bicara sama Tuan Arga kayak ngomong sama tembok.
Tiba Tiba ponsel Arga berbunyi. Arga mengeser layar Androit nya muncul nama Clara.
Clara ( di tempat lain ): Hallo Sayang kamu di man." Di potong oleh Arga.
Arga :Clara nanti aku telpon lagi." Mematiakan panggilannya.
" Padahal aku belum selesai bicara. Gerutu Clara ( di tempat lain ) yang kesal karena telpon nya di matikan secara sepihak.
Arga menyimpan ponsel di saku jas nya. " Bram nanti telpon Clara." Kata Arga intonasi datar.
" Baik tuan." Balas Bram fokus menyetir.
Sementara Jessinia masih diam tidak mengeluarkan suara nya lagi.
Mobil pun sudah sampai di depan Restoran. Para pelayan Restoran berdiri menyambut ke datangan CEO Bahagia Group.
" Silahkan tuan muda, nona Stella sudah menunggu tuan." Ucap salah satu pelayan Restoran.
Tanpa menjawab, Arga dan Jessina berjalan menuju ruang VVIP, ruang khusus Arga untuk bertemu para klain.
" Hallo tuan Arga." Sapa Stella tersenyum.
Arga yang menghiraukan sapaan Stella langsung duduk di sofa.
" Hay nona Jessinia." Kata Stella mengulur tangan dan cepika cepiki. " Bagaimana kabar anda." Tanya Stella.
" Baik nona Stella." Jawab Jessinia dan melepaskan jabatan tangan nya.
Jessinia dan Stella duduk di sofa.
" Nona Stella, boleh kita baca berkas nya." Kata Jessinia.
" Boleh, silahkan." Ucap Stella memberi map.
" Ini tuan." Kata Jessina.
Arga yang menerima map dari Jessina membuka dan membaca nya.
Di kediaman Hermawan
" Sar , gimana kalau mereka mengenal kakak." Tanya Putri Panik.
__ADS_1
" Kita berdoa saja kak, semoga mereka tidak mengenal kakak." Ucap Sarah menenangkan Putri.
Putri dan Sarah akhir nya.