
Sarah dan Putri masih asik selfi, tidak menghiraukan dua laki laki yang duduk di kursi depan.
Tidak terasa gerbang Panti Asuhan sudah kelihatan, ekspresi Putri berubah seketika menjadi lebih ceria.
Rasanya aku ingin memeluk mereka,
Nisa, Ratna, Riko, Angel kakak datang,
gak terasa aku sudah meninggalkan mereka seminggu.
Mobil berhenti di depan gerbang Panti, Putri yang tidak sabaran ingin bertemu, langsung turun dari mobil meninggalkan Sarah dan Rano.
Anak anak Panti yang melihat kedatangan Putri pun berteriak. "Kak Putri." Teriak salah satu anak Panti dan. berlari menghampiri Putri.
"Kak aku kangen sama kakak, aku juga kangen main sama kakak." Saut anak Panti.
"Iya kakak kan menepati janji kakak kalau kakak akan berkunjung kesini seminggu sekali." Kata Putri jongkok dan memeluk mereka semua.
Terdengar dari dalam rumah, suara anak anak yang memanggil Putri, Nimas pun keluar melihat nya.
"Putri." Panggil Nimas dari pintu.
"Kakak ke dalam dulu ya, kalian boleh main lagi." Kata Putri bangun dari jongkok nya dan berjalan ke arah Nimas.
"Bu, apa kabar ibu." Kata Putri bersalaman dan mencium punggung tangan Nimas
"Ibu baik baik saja sayang." Ucap Nimas mengusap kepala Putri.
Nisa dan Ratna yang berada di kamar, mendengar Nimas berbicara dengan seseorang pun keluar.
"Kak Putri." Serempak Nisa dan Ratna.
Nisa dan Ratna berjalan menghampiri Putri dan Nimas.
"Kak aku kangen kakak." Ujar Nisa merengek.
"Aku juga kangen kakak, nginep disini ya." Kata Ratna.
Sarah dan Rano masih di dalam mobil, memperhatikan Putri dari kejauhan. Sarah yang melihat dari jendela mobil tersenyum melihat Putri ketawa lepas.
"Kak, kakak pergi sendiri ya." Kata Nisa.
"Ooh iya, kakak lupa, kakak kan sama Sarah dan Rano." Ucap Putri.
"Sarah Rano, siapa mereka kak." Tanya Ratna melihat ke arah luar rumah.
"Mereka adik kakak juga." Jawab Putri tersenyum.
"Yasudah, mungkin mereka malu turun, jemput mereka di mobil. Kata Nimas menyuruh.
"Iya bu." Ucap Putri. "Ayo Nis Rat." Ajak Putri.
Nisa dan Ratna pun mengikuti Putri.
Sarah dan Rano turun dari mobil dan membawa plastik yang berisi roti dan cemilan lain nya.
"Maafin kakak ya, habisnya kakak kangen sama mereka sampai kakak lupa sama kalian. " Ucap Putri.
"Kita gak apa apa kok kak, kita juga tau kalau kakak rindu mereka." Kata Rano senyum.
"Sini, biar saya bawa." Kata Nisa yang mengambil plastik hitam di tangan Sarah.
"Oh iya, makasih." Ucap Sarah tersenyum ramah.
"Nisa Ratna kenalin ini Sarah dan ini Rano." Kata Putri menunjuk ke arah Sarah dan Rano.
"Aku Nisa." Ucap sambil mengulurkan tangan.
"Aku sarah." Kata Sarah membalas nya.
"Senang bisa berteman dengan kalian." Ucap Sarah senyum.
"Aku Rano, adik terganteng kak Putri." Kata Rano percaya diri bersalam dengan Nisa dan Ratna.
"Elah sok ganteng banget lu." Kata Sarah nyolot.
"Aku ratna." Sapa Ratna.
"Pak Rusmin, mau ikut masuk apa di sini saja." Ucap Rano.
"Saya di mobil saja tuan muda," saut Rusmin.
__ADS_1
Mereka pun berjalan meninggal kan parkiran mobil. Nimas yang masih berdiri di pintu, hanya tersenyum melihat ke arah Putri.
"Terima kasih kalian sudah mau mampir kesini." Ujar Nimas menyambut ke datangan Sarah dan Rano.
"Ini kan masih rumah ku juga." Kata Putri memeluk Nimas.
Desi yang duduk di sofa kantor, bangun dan menghampiri Putri dan yang lain nya.
"Bu Desi." Panggil Putri memeluk Desi.
"Gimana kabar mu Put," tanya Desi membalas pelukan Putri.
"Alhamdulillah baik bu." Ucap Putri melepaskan pelukan nya.
"Apa kalian sudah sarapan, kalau belum ibu bikinin kalian sarapan." Tanya Desi.
"Gak perlu repot repot bu, kita sebelum kesini udah sarapan kok ." Ucap Sarah.
Sementara di luar Rano dan Nisa asik membagikan roti dan cemilan dengan anak anak, sesekali mereka saling lirik.
"Kak Put, kamar kak Put dulu mana, apa boleh Sarah melihat nya." Tanya Sarah.
"Gak mau ahh, kamar kakak sempit kecil beda dengan kamar kamu." Ucap Putri.
"Yaaa, kak Putri jahat ahh, sama aja loh kak. Sarah gak pernah ngebedain kamar besar atau kecil, boleh ya ?" ucap Sarah lirih.
"Baiklah, tapi ada syarat nya." Kata Putri.
"Kak, kok pakai syarat segala sih." Ujar Sarah merengek.
"Syarat gampang kok." Kata Putri senyum.
"Apa." Ucap Sarah bingung.
"Cium." Ucap Putri menunjuk pipi nya.
Tanpa banyak waktu Sarah mencium Putri
muaacch muuaccch muaaccchhh. "Puas kan." Kata Sarah ketawa.
"Puas dong." Kata Putri senyum.
"Kalian liat liat kamar Putri dulu, ibu ke dapur dulu ya." Kata Desi beranjak dari duduk nya.
"Kak Put, coba liat Nisa dan Rano, kayak orang sudah saling kenal saja." Kata Ratna menunjuk ke arah Rano dan Nisa.
"Kalau kamu mau, kesana aja siapa tahu Rano juga akrab sama kamu." Ujar Putri mengejek Ratna.
"Gak aahh, Ratna mau melepas rindu dengan kakak." Ucap Ratna menggandeng tangan Putri dan bersender di bahu Putri.
Mereka pun sampai di depan kamar Putri. Putri membuka handel pintu kamarnya.
"Waahhh, rapi sekali kamar kakak, sejuk lagi gak panas padahal gak pakai AC." Ujar Sarah melirik kanan kiri.
"Iya Sarah kamar kak Putri dari dulu tersusun rapi." Saut Ratna.
"Apa ini poto kakak masih kecil, kok unyu unyu sih, so cute." Kata Sarah memegang pipi nya.
Sarah yang terpanah melihat lihat isi kamar Putri dan album poto Putri kecil.
...Halaman panti...
"Nisa kamu kerja dimana ?" tanya Rano melirik Nisa.
"Saya kerja di warung bakso di perempatan komplek Ran." Jawab Nisa menunduk tersipu malu.
"Hheeeemmmm, kenapa kamu gak kerja di kota aja," tanya Rano.
"Gak ah Ran, jauh, kak Putri aja kalau mau berangkat kerja dari pagi nyampai tempat kerja nya hampir jam 8, capek kalau harus bolak balik Panti." Kata Nisa memperjelas.
"Kenapa gak ngekost di sana aja kalau jauh ?" Tanya Rano.
"Uang nya sayang kalau aku ngekost Ran, mendingan kasih Ibu Nimas biar bias bantu bantu kebutuhan panti." Kata Nisa senyum.
"Hemm gimana kalau aku kangen sama kamu mau bertemu kamu," Kata Rano keceplosan.
Apa apaan sih Rano, kenapa kamu langsung berbicara gitu, kan baru kenal juga.. memalukan sekali, ya memang si Nisa orang nya cantik baik manis lagi, pasti dia sudah punya pacar.
"A..apa, kangen." Ucap Nisa mengulang kata kata Rano.
Rano tersenyum malu, sedangkan pipi Nisa berubah menjadi pink merona.
__ADS_1
"Apa kak Putri di sana baik baik saja." Ucap Nisa mengalih pembicaraan.
"Ya tentu dong, kita kan orang nya baik baik, apa kamu kira kita bakalan marah sama kak Putri, masak kita harus jahat sih sama kak Putri, biarpun kak Putri itu kakak tiri kita tapi kita kan masih satu rahim." Jawab Rano tersenyum.
Mereka bener bener menyayangi kak Putri dengan tulus, pasti kak Putri bahagia di sana , semoga aja mereka bener bener tulus.
"Ooohh, syukur deh." Saut Nisa membalas senyum.
...Kamar Putri...
Sarah sudah banyak sekali mendengar cerita dari Putri dan Ratna tentang kehidupan mereka di Panti. Ada suka duka yang terjadi
selama puluhan tahun tinggal di Panti Asuhan.
Putri melihat jam dinding kamar nya sudah jam 11. "Sar, sudah jam 11 siang, ayo kita keluar, kata nya mau jalan jalan." Ucap Putri.
"Iya kak, nanti kesorean kita nonton nya." Ujar Sarah.
"Wah asik dong kalian, bisa nonton." Kata Ratna.
"Ya nanti kita juga jalan jalan ya Rat," kata Sarah.
Mereka keluar kamar, berjalan ke arah ruang tamu Panti, tiba tiba Nisa dan Rano datang menghampiri mereka di ruang tamu.
"Apa kalian sudah selesai PDKT nya." Saut Sarah tertawa.
Nisa pun menunduk tersipu malu mendengar ucapan Sarah, sedangkan Rano hanya tersenyum.
"Apa sih lho." Ucap Rano sewot.
"Apa kalian sudah bertukar nomor ponsel." Kata Ratna menggoda Nisa di samping nya.
Wajah Nisa berubah menjadi merah, Putri dan Sarah hanya tersenyum lucu menperhatikan nya.
"Sudah lah, jangan menggoda Nisa, liat muka Nisa jadi malu kan. Ujar Putri senyum.
Nisa berjalan ke arah Putri dan memeluk Putri.
"Kamu kenapa Nis langsung main peluk peluk kak Putri aja, mana ponsel mu." Kata Rano memberanikan diri.
"Kak Nisa malu." Ucap Nisa berbisik di telinga Putri.
"Gak apa apa, kasih saja, Rano baik kok orang nga." Jawab Putri berbisik.
"Ini." Kata Nisa memberi Ponsel ke Rano. Rano menekan nomor di layar ponsel Nisa.
"Nisa Ratna kakak pulang dulu ya, sudah siang, takut nya datang kerumah sudah ke sorean." Kata Putri.
Anak anak Panti yang tadi nya asik bermain melihat Putri Sarah dan Rano bersiap siap akan pergi, mereka segera menghampiri Putri.
"Kok kak Putri cepat banget pulang nya aku kan masih mau main sama kakak ini, kak Putri nginep aja ya." Ucap anak anak Panti.
"Iya sayang, kakak ada kerjaan, kalau kakak ngak ada halangan kakak kesini lgi deh," ucap Putri jongkok dan memeluk mereka.
"Kakak janji ya," serentak.
"Iya kakak janji, kalian jangan nakal nakal ya, jangn nyusahin Ibu dan kakak kakak ya." Kata Putri tersenyum.
"Iya kak," serentak.
Nimas dan Desi yang berada di ruangan sebelah menghampiri Putri.
"Putri, kalian mau pulang ya ," ujar Nimas berada di belakang Putri.
"Iya buk, kita pamit dulu ya " Ucap Putri memeluk Nimas.
"Iya nak, hati hati, kalau tidak ada kerjaan pintu Panti selalu terbuka untuk kalian." Kata Nimas membelai kepala Putri.
Putri melepas pelukan Nimas, Putri berjalan memeluk Desi. "Bu, Putri pamit dulu ya." Kata Putri.
"Iya Putri." Ucap Desi membelai Rambut Putri.
Semua nya mengantar Putri Sarah dan Ratno ke mobil, sesampi di mobil.
"Nis, jangan lupa hubungi aku ya,"kata Rano.
"Iya Ran." Kata Nisa tersenyum malu.
"Ratna kamu juga jangan lupa hubung aku, aku tunggu ya," kata Sarah.
"Oke Sar," kata Ratna.
__ADS_1
Putri melambai kan tangan nya. Semua orang di Panti membalas nya. Mobil berjalan cukup jauh meninggal kan Panti dan sudah keluar dari komplek.
Putri masih tersenyum bahagia, karena hari ini dia bisa berkunjung ke Panti.