
Keesokan Harinya, Putri bangun lebih awal dan sudah mempersiapkan CV yang akan di bawa ke perusahaan tempat dia melamar kerja. Sementara yang lain masih tidur.
Putri keluar kamar dan menuruni anak tangga , tidak ada siapa siapa di meja makan, hanya ada para pelayan yang melakukan pekerjaan nya sebelum keluarga Hermawan turun ke bawah.
Apa aku berangkat ke perusahaan itu sendirian aja ya , kalau aku berangkat nya di antar sopir pasti Sarah dan Rano tau, mendingan aku rahasiakan dulu masalah pekerjaanku ini dengan mereka . Batin Putri sambil berjalan ke meja makan . Putri pun sarapan nya hanya roti dan segelas susu.
Lela yang melihat Putri duduk sendiri menghampiri nya ."Mbak mau kemana, kelihatan nya buru buru sekali.?" Tanya Lela yang menuangkan minuman ke gelas Putri.
"Kalau ada yang nanyain Putri bilang saja ya bi Putri lagi cari kerjaan." Ucap Putri mengunyah roti.
"Iya mbak Put," ucap Lela dan meninggalkan Putri di meja makan sendirian.
Putri melihat arloji nya susah jam 7, Putri segera menghabiskan susu nya dan berjalan terburu buru ke luar rumah.
"Mbak, mau kemana ? biar saya anter." Ucap Rusmin menawarkan.
"Tidak perlu pak, Saya bisa naik taksi saja, kalau ada yang nanyain Putri, bilang aja Putri lagi nyari kerjaan ya pak." Ucap Putri berjalan meninggal kan pos satpam.
Tidak lama kemudian Taksi online yang di pesan Putri sudah datang dan Putri memasuki nya.
Mudah mudahan aku bisa ke terima kerja di perusahaan itu, gak apa apa lah kalau hanya jadi OB yang penting halal.
30 menit kemudian Putri sudah berada di depan perusahaan Bahagia Group. Ada puluhan orang yang sudah menunggu kantor buka.
Bismillahirrahmanirrahim . Putri turun dari taksi dan berjalan menuju ruang tunggu. Apa aku keterima ya, yang melamar juga banyak, sedangkan perusahaan hanya butuh 10 orang. Batin Putri. Putri duduk di kursi yang sudah di sediakan perusahaan.
Putri hanya melihat kanan dan kiri, tidak ada satu pun yang dia kenal, ada salah satu wanita duduk di samping Putri, Putri tetap diam karena dia tidak mengenal nya.
"Hey, Melamar kerja juga ya." Sapa wanita yang duduk di samping Putri.
"Iya," Jawab Putri senyum.
"Oh ya, perkenalkan aku Zia, senang berteman dengan mu," kata Zia sambil mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan.
"Eh, ya aku Putri," ucap Putri membalas jabatan tangan Zia.
Para pelamar kerja, silahkan kumpulkan CV kalian di meja yang telah di siapkan. Terdengar suara seseorang laki laki dari micropon.
Para wanita yang melamar kerja terkesima melihat Rudi yang berdiri di depan micropon.
__ADS_1
"Wah , ganteng banget, keren , unyu nya." Terdengar dari beberapa wanita yang berada di dekat Putri.
Apa apa sih mereka, hanya melihat fisik doang langsung klepek klepek. Batin Putri .
"Ayo Put kita kita ngumpulin CV kita, siapa tau nama kita cepat di interview." Ajak Zia yang menunjuk ke arah Meja tempat mengumpulkan CV.
"Ayo Zia," balas Putri, mereka pun berjalan bersama menuju meja pengumpulan CV.
"Ya ampun, keren banget, semoga aja aku bisa keterima kerja di kantor ini, bakalan cuci mata setiap hari ni," ucap Zia yang melihat Rudi dari dekat.
Putri hanya tersenyum mendengar ucapan Zia. "Mudah mudahan saja kita keterima." ucap Putri.
Putri dan Zia berjalan dan duduk kembali di tempat semula sambil menunggu beberapa orang sedang di interview.
"Put, Boleh minta No hp kamu gak, siapa tau kita bisa bertemu lagi." Ucap Zia sambil memberi ponsel nya ke Putri.
"Tentu boleh dong Zia. Putri menekan nomor hp nya dan mencoba menelpon nya. "Entar kita bisa chatan pulang dari sini." Kata Putri.
"Oke." Balas Zia tersenyum.
Tidak beberapa lama terdengar nama Putri. Putri Amelia , terdengar panggilan untuk Putri dari micropon.
"Iya ni, aku deg degan loh, Bissmillah aja lah," ucap Putri berjalan ke ruangan interview.
Diruangan interview ada beberapa staf kantor, Andini Melisa dan Niko, Mereka yang me interview para pelamar.
"Silahkan duduk," ucap Andini yang ketus.
"Iya bu," jawab Putri gugup. Muka nya pada judes semua, batin Putri.
Kok dia imut ya, batin Niko. "Keahlian kamu di dapur apa." Tanya Niko lembut.
"Saya bisa masak, bikin kopi, buat teh, nyapu, ngepel pak." Kata Putri menjelaskan.
"Kalau itu semua cewek juga bisa." Saut Melisa jengkel.
"Mel gak usah ketus ketus kali ngomongnya," ucap Niko membela Putri.
Melisa dan Andini geram melihat Niko sok perhatian dengan Putri, Niko tau kalau Melisa dan Andini tidak menyukai wanita yang akan bekerja di perusaahan ini berpenampilan menarik dan cantik.
__ADS_1
"Maksudnya, selain itu apa nona bisa disiplin bertanggung jawab dan jujur." Tanya Niko tersenyum melirik lembut Putri.
"Tidak perlu manis manis ngomong nya, nanti mereke besar kepala." Saut Andini melirik Niko geram.
"I..Iya pak, In sya allah saya bisa disiplin, bertanggung jawab dan jujur." Balas Putri menundukan kepala nya.
"Baik lah, Besok kamu bisa masuk kerja, info selanjutnya nona bisa menanyakan dengan kepala office." Niko menunjuk kearah Rudi.
"Iya pak, bearti tinggal 3 orang lagi yang kita butuhkan." Saut Rudi yang berdiri tidak jauh dari meja interview.
"Apa apaan lho Nik, Andini memukul meja nya, Lho ngak tau kinerja kerja nya gimana main asal asal terima segala." Ujar Andini kesal.
"Santai An, Kita kan butuh nya OB bukan nya sekretaris atau asisten. Lagian kelihatan nya dia pekerja keras kok." Saut Niko datar.
Sementara Putri keluar ruangan dengan ekspresi senang, Putri pun berjalan menuju Zia.
"Zia." Panggil Putri memeluk Zia. "Aku keterima kerja di sini," ujar Putri bahagia.
"Alhamdulillah Put. Aku seneng dengar nya," Zia melepaskan pelukan nya saat nama Zia di panggil
Zianika Oktari . Terdengar suara micropon memanggil Zia.
"Eh giliran aku lagi ni." Ucap Zia berjalan menuju ruang interview.
"Semoga lulus inteview Zia." Ucap Putri menyemangat Zia.
Putri duduk di kursi tunggu sambil menunggu Zia interview.
Besok mulai masuk kerja, aku tidak boleh terlambat. Nona Andini dan nona Melisa kelihatnya gak menyukai ku, apa memang watak mereka ketus gitu.
Teriakan Zia membangunkan Putri dari lamunan nya.
"Put !! Aku keterima juga." Ucap Zia girang.
Mereka pelukan saking senang nya tidak menghiraukan sekitar nya.
"Ayo makan bakso di sebrang jalan sana Put, bakso nya enak loh." Ajak Zia menunjuk kearah warung bakso.
"Kebetulan juga perut aku sudah laper ni," Ucap Putri memegang perut nya.
__ADS_1
Putri dan Zia pun keluar dari gedung perusahaan Bahagia Group dan berjalan ke arah warung bakso yang berada di perepatan jalan depan perusahaan Bahagia Group.