MENIKAH DENGAN PILIHAN AYAH TIRIKU

MENIKAH DENGAN PILIHAN AYAH TIRIKU
berhenti bekerja


__ADS_3

Hari sudah pagi, Sinar matahari sudah masuk ke celah celah intalasi kamar Putri , Sarah yang sudah bangun dari tadi sudah selesai mandi, dan Putri masih tidur dengan nyenyak . Sarah tidak membangunkan Putri karena Sarah tau Putri tidur nya tidak terlalu nyenyak, akibat habis mimpi buruk itu, Sarah berjalan keluar kamar Putri, dan membuka pintu kamar dengan pelan, karena tidak mau membangunkan Putri.


Cekrekk. Suara pintu di buka Sarah.


“Sar kamu sudah bangun." Saut Putri terbangun mendengar suara pintu terbuka.


"Kak, kakak istirahat saja." Pinta Sarah yang menghampiri Putri.


"Apa sudah setengah delapan ! Kenapa kamu tak bangunkan kakak Sar." Kata Putri beranjak dari tempat tidur nya.


“Sarah kira kakak lebih baik istirahat saja di rumah, kakak kan terlihat capek." Ujar Sarah.


“Kamu bilang apa Sar, kalau kakak gak kerja nanti kakak bakalan di pecat," jawab Putri.


“Sarah bilang tadi, mendingan kakak tidak usah masuk kerja hari ini, biar bang Rano yang menemui bos kak Putri dan meminta izin, Sarah tau kakak semalaman tidak bisa tidur dan muka kakak kelihatan sangat pucat." Ucap Sarah.


"Kakak mandi dulu," kata Putri menutup pintu kamar mandi.


Sarah yang tadi nya mau keluar kamar Putri, niat nya di urung, karena mendengar Putri yang maksa ingin bekerja, Sarah menunggu Putri di sofa, hanya menunggu 20 menit Putri sudah keluar kamar mandi, dan Putri masih menggunakan baju mandi.


Putri yang melihat Sarah masih menunggu nya di sofa pun berjalan ke arah sofa, dan duduk di samping Sarah.


"Kakak sudah mendingan kan," tanya Sarah khawatir.


"Iya Sar, makasih sudah menjaga kakak semaleman," kata Putri berjalan ke arah sofa.


"Kakak hari ini izin saja ya, kakak istirahat di rumah saja lah kak," pinta Sarah.


“Kalau kakak hari ini tidak berkerja, gaji kakak akan di tahan dan di kasih minggu depannya, kalau gaji kakak di tahan kakak telat ngasih ibu Nimas uang bulannya, Lagi pula kakak tidak apa apa,kakak hanya sedikit lebih lelah." Kata Putri tersenyum meyakinkan Sarah.


"Tapi kak," ucap Sarah memaksa.


"Sayang,kakak gak apa apa kok, tenang saja, lagian bos kakak juga saudara kakak di Panti Asuhan, kalau kakak capek kakak bisa istirahat." Kata Putri.


“Baiklah kalau kakak maksa berkerja, bagaimana kalau kakak berhenti berkerja di toko roti itu, dan kakak mencari pekerjaan baru, kakak Putri kan pinter walau pun kak Putri hanya tamatan SMA." Kata Sarah.


“Hem, baiklah Kakak akan coba pikirkan lagi, kamu bersiap siap hampir jam 8, katanya ada persentasi hari ini." Kata Putri beranjak dari duduk nya.

__ADS_1


"Iya kak, Sarah ke kamar dulu ya." Kata Sarah meninggalkan kamar Putri.


Sarah yang sudah mengambil tas dan perlengkapan kuliah nya, turun ke lantai 1 untuk segera sarapan, Sementara Rano sudah menunggu di meja makan.


"Tumben abang bangun pagi." Saut Sarah daru anak tangga.


Rano tidak menghiraukan pertanyaan Sarah dan masih fokus mengoles selai ke rotinya.


“Bagaimana keadaan kak Putri ?" tanya Rano penasaran.


“Sudah baik kan ,, Mama Papa sudah berangkat ke kantor ?" tanya balik Sarah.


“Sudah mungkin," jawab Rano.


Sementara itu Putri keluar kamar dan menuruni anak tangga.


“Kak Put, gimana keadaan kakak." Tanya Rano cemas.


“Alhamdulillah kakak gak apa apa, Mama Papa sudah ke kantor ?" tanya putri melihat kursi yang hanya di duduki Sarah dan Rano.


“iya kak ," serentak Sarah dan Rano.


Ternyata mama sama papa sangat sibut , untuk sarapan bersama keluarganya mereka pun jarang. Batin Putri.


“Bang, di kantor abang dan loker nga ?" tanya Sarah.


“Tidak ada !! apa kamu mau berkerja, kamu kuliah aja belum lulus," ucap Rano yang mebuat Sarah sedikit kesal.


“Ini itu bukan buat aku , tapi buat kak Putri !* jawab Sarah nyolot.


“Tidak perlu Sarah, kakak bakalan nyari pekerjaan sendiri tidak perlu bantuan Rano, Mama dan Papa , kalau kakak minta bantuan mereka kakak tidak mandiri dong , kakak harus mencontohkan sifat yang baik terhadap adik adiknya." Ucap Putri membuat Sarah dan Rano Terdiam. "Teruskan makan kalian, kalau bicara terus kita bakalan terlambat." Ujar Putri yang melanjutkan sarapanya.


Sarah dan Rano sudah selesai sarapan dan berjalan menuju mobil masing masing. Putri pun mengahabiskan makan terakhirnya dan membersihkan piring piringnya .


“Mbak, biar bibi aja yang membersihkan nya." Kata Lasmi mengambil piring di tangan Putri.


“Bi, tidak perlu memanjakan ku seperti ini, Putri sudah terbiasa dengan ini bi, Putri mohon ya bi," ucap Putri tersenyum manis.

__ADS_1


"Tidak mbak, ini sudah tugas bibik." Kata Lasmi berjalan meninggalkan Putri.


"Ayo lah bik, kalau ada mama sama papa bibik boleh kalau hanya ada aku biarkan aku saja yang membersihkannya,nanti aku tidak bisa mandiri lagi bi," saut Putri berjalan nengikuti Lasmi sampai ke dapur.


Lasmi tidak bisa berkata apa apalagi hanya diam dan menunduk yang selalu di lakukan nya, sedangkan Putri masih mencuci piring.


“Bi, piring nya sudah selesai Putri cuci, Putri berangkat kerja dulu ya, Assalamualaikum ," ucap Putri meninggalkan Lasmi dan pelayan lain nya.


“Wa`allaikum salam mbak Put." Jawab serentak para pelayan keluarga Hermawan. Semua pelayan tersenyum melihat Putri, Putri pun berjalan meninggalkan dapur, dan menuju parkir mobil.


"Mbak Putri baik ya," kata Lela yang memperhatikan Putri dari jauh.


"Iya Lel, mbak Putri sangat sopan, walaupun kita hanya pelayan." Jawab Ani.


"Husstt, jangan bergosip, lanjutkan kerja kalian." Perintah Lasmi yang mendengar Lela dan Ani mengobrol.


Lela dan Ani melanjutkan pekerjaan mereka masing masing, sementara Lasmi masih membersihkan dapur.


Iya, mbak Putri orang nya baik, dia sangat sopan dan selalu perhatian sengan nona dan tuan muda. Batin Lasmi.


Di halaman keluarga Hermawan , Putri sudah berada di dalam mobil, ya sekarang Putri sudah tidak di bolehkan lagi naik Taksi.


"Maaf mbak Put, sudah membuat mbak Putri menunggu." Kata Ujang.


"Iya, ngak apa apa pak Ujang." Saut Putri.


"Makasih mbak," ucap Ujang.


"Sama sama, pak Rusmin kemana, gak kerja." Tanya Putri.


"Pak Rusmin mengantar nona muda kuliah mbak, jadi hari ini saya yang membawa mobil mbak Putri." Jawab Rusmin fokus mengemudi.


"Oh gitu," ucap Putri. "Mama sama Papa, siapa yang bawa mobil nya pak." Tanya Putri.


"Nyonya sama tuan bawa mobil sendiri mbak, tuan tidak mau di antar sopir." Jawab Ujang.


"Hemm." Gedam Putri.

__ADS_1


Tumben Sarah ngak bawa mobil, biasanya dia ngak mau di anter sopir, apa jangan jangan masalah kemarin, makanya Sarah ngak mau bawa mobil, sore nanti tanya Sarah saja lah. Batin Putri.


__ADS_2