
"Ternyata kamu di sini Put ?" ucap Nia menghampiri Putri di kursi taman.
Putri memeluk Nia yang sedang duduk di samping nya. "Ma." Panggil Putri menangis di pelukan Nia.
Nia membalas pelukan Putri dan mengusap lembut kepala Putri. "Put, Mama tau kok perasaan kamu sekarang, maafin mama ya nak, mama gak bisa berbuat apa apa. Mama yakin kok, pilihan papa kamu mungkin itu yang terbaik." Ucap Nia lembut.
"Tapi ma, Putri tidak mengenal laki laki itu, gimana bisa Putri menikah dengan laki laki yang tidak Putri kenal, Putri ingin hidup bahagia dengan suami yang Putri cintai ma." Kata Putri tersedu sedu.
Nia melepas pelukan Putri dan menghapus air mata yang berada di pipi Putri. "Sayang, mama yakin kok, Putri pasti bahagia menikah dengan Arga." Kata Nia tersenyum meyakinkan Putri walau dia tau ini berat.
" mBagaimana kalau Arga menolak Putri ma, terus kalau dia tidak mencintai ku gimana ?" tanya Putri.
"Mama percaya kok sama tante Lina, Arga akan mencintai Putri sebagai istrinya, lagian mama tau Arga, Arga orang nya sangat baik kok." Jelas Nia meyakinkan.
Baik apa nya ma, sombong kayak gitu di bilang baik. Apa lagi sekretaris nya itu, lebih menakutkan dari Singa.
...Di Tempat Lain...
"Man, pernikahan Putri dan Arga kira kira kapan ya ?" tanya Lina semangat.
"Lebih cepat lebih baik." Jawab Arman.
"Gimana kalau minggu depan," ucap Lina.
__ADS_1
Rano yang mendengar pembicaraan mereka menghampiri nya. "Pa, Om tante, apa kalian gak tanyain dulu sama yang bersangkutan, mau apa tidak nya mereka menikah." Kata Rano.
"Rano sebaik nya kamu diam saja, ini urusan orang tua, Papa tau siapa yang terbaik untuk kakak kamu." Kata Arman tersenyum sinis.
Rano yang mendengar ucapan Arman memilih diam, karena ia tau keputusan yang dibuat Arman tidak boleh di bantah.
Setelah bisa berbicara berdua dengan Putri, akhirnya Nia bisa meyakinkan Putri, walaupun Nia sendiri tidak yakin dengan perjodohan ini, karena Nia tau siapa laki laki yang akan menjadi suami Putri.
Nia dan Putri memutuskan kembali ke tempat semula, dimana di sana semua nya sudah berkumpul.
"Ma, kak. Kalian dari mana saja sih, Sarah nyariin tau." Kata Sarah menghampiri Putri dan Nia.
"Mama sama kakak tadi duduk di kursi pojok sana Sar, " ucap Putri menunjuk arah kursi yang mereka duduk tadi.
"Nia, kayak nya minggu depan deh acara resepsi pernikahan Putri dan Arga." Kata Lina penuh senyuman.
"Apa ! minggu depan kak Putri akan menikah dengan tuan Arga ?" tanya Sarah tidak percaya, sementara Selly yang mendengar acara pernikahan Arga dan Putri tersenyum bahagia. "Bearti kak Putri akan menjadi kakak ipar Selly dong." Kata Selly tersenyum.
Putri tidak bisa berkata apa apa lagi, untuk menolak pun percuma, ia hanya bisa menerima dan pasrah dengan semuanya.
Semoga saja dia memang jodoh ku, Ya Allah aku serahkan semuanya hanya pada mu.
"Ayo beres beres, sudah sore," kata Arga melihat alroji tangan nya.
__ADS_1
Mereka pun membantu Lasmi dan Mira membereskan semua perlengkapanya.
Keluarga Hermawan dan keluarga Atmaja kembali ke mobil masing masing, mereka berpisah di taman, karena tempat parkir mobi mereka berbeda.
Di mobil Rano, Putri hanya diam seribu bahasa, hanya muka pasrah, sedih yang ia tunjukkan. Sarah yang mengerti perasaan Putri hari ini mencoba menenangkan nya dengan cara memeluk Putri.
...Di Tempat Lain...
Arga yang seharian menghabiskan waktu weekend nya dengan Clara.
"Sayang, aku mau beli tas branded keluaran terbaru, liat ni Indri sama Salsa mereka sudah ada loh ," ucap Clara menunjuk ponsel nya ke Arga.
"Bukan nya minggu kemarin kita sudah beli keluaran terbaru juga," kata Arga.
"Tapi ini lebih cantik loh sayang, ayo lah sayang, masa sih pacar CEO ternama di bilang orang orang ketinggalan jaman." Kata Clara merengek di pelukkan Arga.
"Bukannya tas branded yang di beli minggu kemarin itu sudah keluaran terbaru ?"Tanya Arga.
"Sayang,aku sudah bosan dengan tas itu, pokok nya aku mau keluaran terbaru yang ini.!" Ucap Clara manyun.
"Bram, putar balik sekarang." Perintah Arga.
"Baik tuan." balas Bram. Nona Clara selalu bersikap semaunya.
__ADS_1
"Makasih sayang, kamu memang laki laki terbaik yang tidak pernah aku temuin sebelum nya." Ucap Clara tersenyum dan sesekali mencium bibir Arga namun Arga selalu menolak nya.
Nona Clara memang tidak punya rasa malu, bagaimana bisa dia melakukan ini di depan ku. Apa saraf urat malu nya sudah putus.