Menikah Karena Taruhan

Menikah Karena Taruhan
Bangun Telat


__ADS_3

Jovanka Kesya, atau yang biasa dipanggil Vanka, mahasiswi program studi Manajemen tingkat lima yang memiliki kepribadian ceria, dan sangat mudah mendapatkan teman. Selain itu,Vanka memiliki rupa yang cantik serta bentuk tubuh ideal. Bahkan tak jarang pula mahasiswa di Universitas Jayabaya mengira jika dia adalah seorang model.


Tapi ada satu hal yang Vanka tidak suka, bukan benci, melainkan hanya tidak suka. Seorang pria yang


diketahui adalah kakak tingkatnya dari fakultas Ekonomi semester tujuh yang bernama Naufal Nugraha. Pria itu menjabat sebagai ketua BEM di kampusnya. Menurut Vanka, Naufal terlalu senioritas. Sementara Vanka tidak suka hal semacam itu. Emang apa bedanya antara kakak tingkat dengan adik tingkat? Mereka sama-sama ingin menuntut ilmu di kampus itu, dan juga sama-sama membayar UKT. Yang menjadi perbedaan hanya tingkatan saja. Tidak lebih.


Tepat ketika pada masa PKKMB, semua mahasiswa baru dikumpulkan di lapangan dan dijemur di tengah terik


matahari. Vanka mengibaskan tangannya di depan wajah karena dia merasa sangat kepanasan. Selang beberapa menit kemudian, Naufal sebagai pemimpin masuk ke tengah-tengah lapangan untuk memberikan arahan.


Tapi pada saat itu juga, ada seorang mahasiswi, diketahui dia merupakan mahasiswi baru, dan telat datang ke kampusnya. Naufal memasang ekspresi tidak suka dan memarahi wanita itu. Tak segan pula dia mempermalukan wanita itu di hadapan mereka semua.


Tentu saja hal tersebut membuat Vanka geram. Dia tidak suka melihat tindakan Naufal seperti itu. Seperti


tengah mempermainkan seekor anak ayam dengan tidak manusiawi. Akhirnya Vanka mengangkat sebelah tangannya dan menarik perhatian semua orang.


“ Kak, apa benar tindakan kakak barusan mencerminkan seorang senior yang baik? ”


Teman-teman seangkatan Vanka langsung menutup mulut tidak percaya. Suara bisik-bisik pun mulai


terdengar. Perkataan Vanka barusan membuat Naufal tersenyum licik. Pria itu segera berjalan mendekati barisan Vanka yang tidak terlalu jauh darinya.


“ Dek, kalau masih baru itu jangan banyak bicara. Peraturan, tetaplah peraturan,” ucap Naufal sembari mendekatkan wajahnya dengan wajah wanita itu. Jarak mereka tipis sekali sekarang.


“ Itu bukan peraturan, tapi penyiksaan,” balas Vanka dengan tatapan tajam.


Naufal menggertakkan giginya dan menggepal kedua tangannya. Berani-beraninya mahasiswi baru ini


berkata demikian. Ketika Naufal ingin membalas perkaatan Vanka, namun pada saat itu juga ada sebuah tangan yang memegang pundak kekarnya.


“ Udah Fal, gak usah diperpanjang. Jangan mengurus hal yang gak penting.”


Dia adalah Abian Giovano,teman sekelasnya Naufal. Pria itu menarik bahu Naufal agar menjauh dari Vanka.


Awalnya Naufal mengelak, tapi kemudian dia menghembuskan napas kasar dan segera menjauh dari wanita itu.


“ Makasih kak,” ucap Vanka kepada Bian. Sementara pria itu hanya mengangguk lalu pergi dari sana.


Semenjak kejadian itulah Vanka tidak menyukai sifat senioritas yang dimiliki Naufal. Namun tak


jarang pula beberapa kali mereka sempat bertemu di parkiran, lorong fakultas, kantin, bahkan sampai café di dekat kampus.


Tetapi, Vanka malah menyukai teman sekelasnya Naufal yang bernama Bian. Alasannya bukan karena dia


mendapat pembelaan waktu itu, namun karena Bian adalah sosok yang dikaguminya sejak SMA. Ya, Vanka dan Bian sudah saling mengenal semasa putih abu-abu. Lebih tepatnya, Bian adalah mantan pacar Vanka sewaktu SMA.

__ADS_1


….


Waktu menunjukkan pukul delapan pagi, dan jalanan di sekitar kota Jakarta sudah sangat ramai tentunya.


Dengan langkah yang tergesa-gesa dan napas yang tersengal, Vanka berlari di area komplek rumahnya sambil sesekali melirik jam tangan yang dipakainya.


Vanka merutuki dirinya sendiri. Bisa-bisanya hanya karena sebuah anime, dia sampai bangun telat.


Bahkan suara alarmnya pun sudah tidak terdengar lagi. Untung saja dia terbangun karena ingin ke kamar mandi, jika tidak, wanita itu akan sangat menyesali hidupnya.


Beberapa waktu silam,Vanka resmi menjalani magang di salah satu perusahaan. Dan hari ini tepat dua bulan


dia bekerja. Kemarin malam, Vanka pulang agak larut karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikannya. Salah seorang wanita yang diketahui adalah atasannya bernama Silvi, menyuruh wanita itu untuk mengunci pintu jika sudah selesai bekerja. Namun tadi pagi dia bangun telat. Dan Vanka sudah memikirkan jika para pekerja akan mengomelinya.


Hingga satu jam kemudian, Vanka sampai di kantor dan waktu sudah menunjukkan pukul sembilan.Vanka meminta maaf kepada semua staff admin yang bertugas dan langsung membuka pintu ruangan administrasi tersebut.


“ Ngapain aja tadi malam? Bergadang nonton anime? ” tanya mbak Silvi, atasan yang dekat dengan


Vanka. Karena hubungan mereka bisa dibilang baik, Silvi jadi tau hal apa saja yang Vanka sukai.


“ Maaf banget mbak, maaf! ” balas Vanka sambil mengatup kedua tangannya.


“ Iya iya. Tapi lain kali saya gak mau nitipin kunci ke kamu.”


“ Begitu lebih baik mbak, hehe.”


Selang sekitar 20 menit, ponsel Vanka yang terletak di atas meja bergetar. Wanita itu melirik ponselnya dan melihat beberapa notifikasi instagram. Karena penasaran, akhirnya Vanka mengambil benda tersebut.


Manik mata wanita itu membulat sempurna dan hampir saja dia bersuara karena terlalu terkejut. Akun instagram dengan nama pengguna nugrahanaufal_ banyak memberikan bentuk hati di setiap postingan wanita itu. Vanka menggeleng tidak percaya, bahkan pria itu tak segan mengirimi Vanka sebuah pesan.


Follback,atau nyawa melayang.


Begitulah isi pesannya yang membuat Vanka menghela napas kasar. Tapi bukannya menekan bacaan ikuti


balik, wanita itu justru menekan bacaan blokir. Vanka tidak habis pikir bagaimana bisa pria itu mendapatkan akun sosial medianya. Dia pun meletakkan ponselnya kembali dan melanjutkan pekerjaannya.


….


Di sebuah café bernuansa klasik, tiga orang pria sedang duduk santai dan ditemani oleh secangkir kopi. Tak lupa pula dengan laptop yang masih menyala di atas meja. Naufal, Bian, dan Algar, sedang menyelesaikan tugas akhir mereka sambil bersantai.


“ Dapat akun instagramnya? ” ucap Bian tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.


“ Dapat, kalau aku jangan diragukan lagi buat nyari akun orang-orang.” Balas Naufal sambil memainkan ponselnya.


“ Terus kenapa akun mantanmu di blokir? ” ucap Algar.

__ADS_1


“ Mantan ya mantan. Masa lalu gak terlalu penting buat di ingat,” jawab Naufal santai. Namun perkataan tersebut membuat Bian menghentikan aktifitasnya karena pria itu seperti merasa sedang disindir.


“ Sialan! Di blokir! ”


Algar yang baru saja meneguk kopinya langsung tersedak. Sementara Bian menutup mulutnya agar tidak tertawa.


“ Udah deh Fal, dia itu dari semester satu emang benci banget ngeliat kamu,” ucap Algar.


“ Aku gak nyerah.”


“ Kenapa? Demi saham? ” sarkas Bian. Perkataan itu langsung membuat Naufal menatap lekat manik mata


pria itu.


“ Dia cukup menarik. Dan satu hal lagi, aku gak akan ngebiarin kamu menang.”


BERSAMBUNG…


.


.


.


Jovanka Kesya



Naufal Nugraha



Abian Giovano



Algar Flowgear



Cecile Mauren



Trifanya Widya

__ADS_1



__ADS_2