Menikah Karena Taruhan

Menikah Karena Taruhan
Sudah Berakhir


__ADS_3

Di sebuah hotel ternama bintang lima, seorang wanita dan seorang pria tengah duduk santai di balkon kamar yang luas sambil menatap bintang-bintang. Sebotol wine dan beberapa cemilan terletak di meja yang kini berada di tengah-tengah mereka.


“ Sayang, tuang setengah gelas lagi dong.”


“ Jangan sayang, nanti kalau kandungannya kenapa-napa gimana? Siapa dong penerus perusahaanku? ”


“ Gak apa-apa sayang, cuma setengah gelas aja kok.”


“ Iya iya, nih aku tuang lagi.”


Pria itu kembali menuang wine ke dalam gelas wanitanya. Sementara wanita itu langsung meneguk wine tersebut sambil memejamkan mata. Merasakan sensasi panas di tenggorokannya.


“ Sayang, ngomong-ngomong kamu ingat gak sih gimana pertama kali aku nembak kamu waktu SMP? ” tanya pria itu sambil meneguk winenya.


Kekasihnya terkekeh pelan kemudian dia mengangguk. “ Pasti dong aku ingat. Waktu itu kamu selalu ngejar-ngejar aku dan well kita pacaran dari kelas dua SMP sampai sekarang.”


“ Jahat banget ya kamu,” jawab pria itu sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Dan tanpa di minta, wanita itu berjalan mendekati kekasihnya kemudian duduk di pangkuan pria itu. Dia mengalungkan tangannya di leher kekasihnya dan mendekatkan bibirnya ke telinga pria itu untuk membisikkan sesuatu.


“ Honey, di dunia ini siapa yang gak bertahan, they will lose.”


“ Yes babe I know. Dan aku bangga punya kamu karena udah berhasil ngerekap data Nugraha. Kamu emang pinter banget ya acting,” balas pria itu sambil menyelipkan rambut wanitanya ke belakang telinga.


“ Ngomong-ngomong, kita jadi ke Amerika? ”


“ Jadi dong, tapi kamu duluan aja ya sayang, aku balik ke rumah sebentar sekalian mau ngeberesin sesuatu,” jawab pria itu sambil tersenyum menyeringai.


“ So, this game it’s over? ”


“ Yeah, it’s over.”


….


Setelah mengetahui kejadian di kantor tadi, Vanka pun langsung menelfon Bian dengan tangan yang gemetar hebat. Jadi ternyata asisten direktur dari Giovano dan Nugraha telah melakukan buy back dengan seseorang yang tidak diketahui identitasnya.


Namun tadi Bian mengatakan jika dia sudah tau siapa dalang di balik semua ini. Bian pun berjanji pada Vanka untuk menunggunya karena pria itu sekarang sedang dalam perjalanan menuju ke rumah Naufal.


Vanka mendudukkan dirinya di sofa sambil menangis. Naufal juga tidak pulang-pulang dan tidak ada kabar sama sekali. Entah kenapa sekarang perasaan wanita itu sangat tidak enak. Dia sangat memikirkan keberadaan Naufal sekarang.

__ADS_1


Terlebih lagi Vanka mengecek barang-barang di kamar Cecile dan semuanya sudah kosong. Vanka tidak mengerti dengan situasi sekarang ini. Namun tiba-tiba saja mbok Ten duduk di samping Vanka dan memberikan segelas air putih.


“ Minum dulu nyonya, saya yakin kok kalau tuan gak pergi sama Cecile. Mungkin tuan ada urusan.”


“ Urusan apa buk? Gak mungkin dia ada urusan.”


Mbok Ten mengusap punggung Vanka agar bisa sedikit menenangkan wanita itu.


“ Saya masih gak nyangka sama kasus pak Surya,” ucap Vanka tiba-tiba.


“ Memangnya penyebab kematiannya sudah tau? ”


Vanka mengangguk. “ Sudah, tadi polisi datang ke kantor dan menjelaskan semuanya.Tapi pelaku masih belum diketahui.”


Namun tiba-tiba saja terdengar suara bel dan Vanka langsung bangkit dari duduknya. Mungkin saja itu Bian pikirnya. Tapi setelah wanita itu membuka pintu tersebut, dia malah melihat dua orang polisi sudah berdiri di sana sambil membawa sebuah laporan.


“ Selamat siang, apa benar ini rumahnya pak Naufal? ”


“ Si-siang, iya benar,” jawab Vanka gugup.


“ Apakah pak Naufalnya ada? ”


“ Oh jadi anda istrinya? ”


“ Iya benar, saya istrinya.”


“ Begini, saya mendapat laporan dari perusahaan xxx jika dia membeli saham dengan pak Naufal, tapi ternyata surat-surat itu tidak valid. Intinya suami anda telah melakukan penipuan.”


“ H-hah? Pe-penipuan? ”


Mbok Ten yang melihat Vanka sedikit lemas, dia langsung menghampiri wanita itu. Namun pada saat yang bersamaan, sebuah mobil sport merah terparkir di belakang mobil polisi tersebut. Mereka semua pun langsung menoleh ke belakang, Vanka membulatkan matanya ketika melihat seseorang yang turun dari mobil itu.


“ Maaf mengganggu. Tapi bukan Naufal pelakunya pak.”


“ Bian? ” ucap Vanka pelan.


Kini polisi tersebut menatap Bian dengan tatapan menyelidiki. “ Maksud anda apa ya? ”


“ Yang melakukan penipuan investasi itu bukan Naufal. Tapi saya tau pelaku yang sebenarnya.”

__ADS_1


“ Kalau begitu, cepat kasih tau kami siapa pelakunya.”


“ Sebelumnya saya minta tolong sama pihak kepolisian untuk menghubungi rekan-rekan anda yang sedang menyelidiki kasus pembunuhan di perusahaan Nugraha.”


Semua orang yang mendengar perkataan Bian itu langsung menautkan kedua alisnya.


“ Maksud kamu apa Bian? ” tanya Vanka.


“ Karena pelaku penipuan dan pembunuhan ini adalah orang yang sama.”


….


Cairan kental bewarna merah yang sangat banyak tak hentinya menetes dari bagian tubuh seorang wanita yang tengah tergantung di sebuah ruangan khusus. Wanita tidak berdaya dengan sebelah tangan yang sudah tidak ada bagaikan sebuah mainan bagi seseorang yang telah membuatnya seperti itu.


Sementara di sisi lain ada seorang pria yang juga tidak sadarkan diri sedang duduk di sebuah kursi dengan tangan dan kaki yang terikat kuat. Tak lupa mulut pria itu disumbat oleh lakban hitam.


Namun akhirnya perlahan netra pria itu terbuka dan dia mengerjapkan matanya sebentar. Dia melihat sekeliling ruangan dengan menautkan kedua alisnya. Tapi ketika netranya tak sengaja menangkap mayat seorang wanita yang tengah tergantung, manik matanya membulat sempurna. Terlebih lagi dia mengenal rupa wanita itu.


“ Mmmphh! Mmmphh!! ”


Pria itu memberontak sehingga membuat kursinya tergeser kesana kemari. Namun saat itu juga, seorang pria berpakaian hitam, masuk ke dalam ruangan itu sambil tersenyum menyeringai.


“ Ssstt.. Jangan berisik dong.”


Tahanan yang duduk di kursi tadi menggeleng tidak percaya setelah melihat wajah pria itu. Dan membuat setetes cairan bening jatuh dari pelupuk matanya.


“ Jangan nangis dong, kan aku sedih juga.”


Orang itu menggores kening pria yang sedang duduk di hadapannya menggunakan sebuah pisau tajam yang terdapat kode di tungkunya.


“ Gimana rasanya disakiti sama pisau sendiri? Hahaha.”


Namun tiba-tiba saja, sebuah ponsel bewarna putih bergetar menandakan ada sebuah pesan. Orang itu meletakkan pisaunya di atas meja dan mengambil ponsel tersebut.


Seketika bibir orang itu membentuk sebuah senyuman saat membaca isi pesan itu.


“ Menarik.”


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2