Menikah Karena Taruhan

Menikah Karena Taruhan
Selesai [END]


__ADS_3

Dua hari setelah kejadian itu, para tersangka yang masih hidup seperti Louis dan Cecile kini resmi menjadi tahanan. Mereka melacak informasi Cecile dan akhirnya dapat menemukan wanita itu walaupun dia sudah berada di Amerika. Karena biar bagaimanapun juga, Cecile terlibat melakukan kejahatan dengan cara merekap data perusahaan tanpa izin.


Cecile terlihat depresi karena mengetahui jika Algar bunuh diri sehingga dia menggugurkan kandungannya dan menjadi gila di dalam sel tahanan. Pak Daniel yang telah difitnah, akhirnya segera dibebaskan karena terbukti jika dia tidak bersalah.


Rumah besar milik Algar sekarang juga dalam masa penahanan karena untuk membayar semua penipuan yang telah dilakukan pria itu, dan juga Flowgear resmi dinyatakan bangkrut sehingga mau tidak mau para karyawan yang bekerja di PHK. Dan akhirnya yang menampung mereka adalah Giovano dan Nugraha. Sedangkan orangtua Widya yang berada di Kalimantan sangat terpukul atas kematian putrinya itu.


Vanka duduk di kamarnya sambil membereskan barang-barangnya. Dia mengelus perutnya sambil tersenyum, namun setetes airmata kembali keluar dari pelupuk matanya. Vanka mengambil baju Naufal dari dalam lemari dan menciumi baju pria itu dengan airmata yang semakin lama semakin deras.


Mbok Ten yang melihat itu juga ikutan menangis dari balik pintu. Namun tiba-tiba saja Bian sudah berdiri di samping mbok Ten dan melihat Vanka terlihat begitu rapuh sekarang.


“ Bu, saya masuk ke dalam ya? ” ucap Bian pada mbok Ten.


“ Iya tuan masuk aja, saya kasihan liat nyonya begitu terus.”


Bian pun mengangguk kemudian segera masuk ke dalam sana. Vanka menoleh ke samping karena menemukan Bian yang sudah duduk di samping wanita itu.


“ Van.”


“ Oh kamu ternyata,” jawab Vanka dan dia buru-buru menghapus airmatanya.


“ Aku tau ini berat banget buat kamu dan juga aku. Aku juga sangat ngerasa terpukul atas kematian Naufal. Walaupun begitu, aku juga terpukul atas kematian Algar.”


“ Biar gimanapun, kami bertiga udah bareng-bareng dari awal kuliah, dan yah bisa dibilang dekat banget malah. Tapi semuanya berubah hanya karena uang. Pikiran kami tersulut akan kekuasaan sehingga melupakan tentang perasaan.”


Vanka bisa melihat Bian sedang menangis walaupun tidak terlalu kelihatan karena pria itu sedang menunduk.

__ADS_1


“ Seandainya ada mesin waktu, aku pengen banget buat perbaiki semuanya. Perbaiki hubungan kami bertiga dan kamu juga gak akan terlibat dalam hal ini Van.”


Tangan Vanka terulur untuk mengusap punggung Bian. Dia berusaha menenangkan pria itu karena Vanka yakin jika Bian lah orang yang sangat terpukul.


“ Semuanya udah terjadi Bian, kita gak bisa membalikkan keadaan.”


Bian menoleh, kemudian dia tersenyum. Dia pun menarik tangan Vanka dan menggenggam tangan wanita itu.


“ Van maafin aku, tapi kalau kamu bersedia, izinkan aku untuk melakukan amanah dari Naufal.”


….


Lima tahun kemudian.


Seorang anak lelaki yang berusia tujuh tahun berjalan dengan sangat hati-hati di area sebuah pemakaman. Anak laki-laki tersebut memegang sebuah bunga yang ada di tangannya. Dia berjalan sambil terus melihat ke bawah karena takut menginjak makam orang lain.


“ Mungkin mereka sedang mempertanggung jawabkan perlakuan mereka selama hidup di dunia sayang,” jawab Vanka, selaku ibu dari anak tersebut.


“ Termasuk papa? ”


“ Iya, termasuk papa. Makanya sekarang kita mau doain papa supaya dia tenang di sana.”


Bian yang berjalan di belakang mereka, tersenyum melihat putranya yang sangat bijak. Dan akhirnya mereka tiba di sebuah makam yang bertuliskan Naufal Nugraha.


Aarav Nugraha, selaku putra dari Vanka dan Naufal, meletakkan bunga tersebut di atas makam ayahnya itu. Bian membantu Vanka untuk berjongkok karena wanita itu sekarang sedang hamil dua bulan. Dan setelah itu mereka langsung memanjatkan doa untuk Naufal dan Algar karena makam mereka letaknya bersebelahan.

__ADS_1


“ Papa yang tenang di sana ya, aku janji akan terus doain papa sama om Algar. Aku juga janji akan jadi penerus Nugraha yang hebat dan selalu jujur. Aku sayang sama papa! ”


Airmata Vanka menetes setelah mendengar ucapan putranya itu. Namun dia segera menghapusnya dan mereka bertiga pun beranjak dari sana, untuk kembali pulang ke rumah.


Biarlah aku menjadi korban perasaan atas kekuasaan.


Meskipun begitu, aku sama sekali tidak bisa mematahkan persepsi benci jadi cinta.


Kau sudah terlanjur hadir di dalam hidupku. Namun, sekarang kenangan itu hanyalah bayangan masa lalu.


Selamat jalan, Naufal…


TAMAT


.


.


.


A/n : akhirnya selesai juga 😁 sebelumnya aku berterima kasih buat yg baca work ini dengan enjoy wkwk


Darimana sih idenya? Aku dapat inspirasi dari salah satu drakor tpi lupa judulnya apa 😂 yg jelas ceritanya beda banget. Karena aku anti copas2 club 🐱


Oke deh sekali lagi makasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


Semoga aku bisa menang ya di contest kali ini wkwk AAMIIN....


__ADS_2