Menikah Karena Taruhan

Menikah Karena Taruhan
Terungkap


__ADS_3

“ Dunia bisnis ini kejam. Kalau tidak dibunuh ya membunuh.”


Vanka menghela napasnya kasar ketika mengingat perkataan Bian kemarin siang. Wanita itu menggelengkan kepalanya sambil menggigit bantal. Apa-apaan perumpamaan Bian itu pikirnya. Terlalu kejam!


Wanita itu memilih untuk memainkan ponselnya dan melihat jam. Ternyata sudah jam tujuh malam pikirnya. Tapi kemudian Vanka menautkan kedua alisnya ketika membaca pesan masuk dari Naufal.


Sayang, aku gak pulang hari ini. Aku nginap di tempat Dafa, ada yang perlu dibicarain.


Vanka menghela napasnya kasar. Berarti malam ini dia akan tidur sendirian? Menyebalkan! Padahal Vanka sudah sangat nyaman dengan pelukan hangat Naufal. Ketika manik mata Vanka melihat ke arah meja, dia teringat akan sesuatu.


Benar, flashdisk milik Cecile. Vanka pun segera bangkit dan berjalan ke dekat meja. Mumpung Cecile belum pulang juga pikirnya. Sebentar, Cecile belum pulang apa ada kemungkinan dia bersama Naufal?


Kini pikiran Vanka menjadi kacau kembali.


Tapi yang jelas, wanita itu mencoba untuk percaya saja pada suaminya. Mungkin memang ada hal yang harus diselesaikannya dengan Dafa.


Vanka pun membuka sebuah laci untuk menemukan benda kecil yang kemarin diambil oleh Naufal. Namun Vanka tidak menemukan flashdisk itu. Apa Naufal membawanya? Atau jangan-jangan sekarang ini dia lagi memeriksa itu dengan Dafa?


Ah sial, mungkin karena sedang hamil pikiran Vanka jadi mendadak liar. Ketika Vanka ingin menutup laci itu, dia melihat adanya sebuah album foto kecil yang terletak di sudut laci. Wanita itu segera mengambilnya untuk melihat foto apa yang terdapat di sana.


Vanka tersenyum saat melihat gambaran Naufal ketika masih kecil. Pada saat itu sedang hari ulang tahunnya yang kedua tahun. Di sana Naufal bertepuk tangan sambil tertawa melihat kue di hadapannya. Sementara kedua orangtuanya mencium pipi lelaki itu dan terlihat bahagia.


Di lembar selanjutnya ada juga foto-fotonya saat masih kecil bermain bersama Emily. Vanka mengelus perutnya sambil tersenyum. Ternyata Naufal waktu kecil lucu juga pikirnya. Keluarganya dulu juga sangat terlihat bahagia.


Apakah nantinya keluarga mereka akan seperti itu juga?


Namun ketika membalik lembar terakhir, dia melihat gambar Naufal bersama dengan kedua temannya, yaitu Bian dan Algar. Di sana mereka terlihat saling merangkul satu sama lain. Wajah-wajah itu menunjukkan seperti tidak ada beban sama sekali. Mungkin foto itu diambil ketika mereka masih tingkat satu.


Sejujurnya Vanka seperti merasa sangat terharu ketika melihat foto itu. Rasanya Vanka ingin mereka bertiga kembali seperti dulu. Bukan seperti sekarang yang saling menusuk satu sama lain dari belakang.


Vanka merebahkan dirinya sambil menatap langit-langit. Dia memeluk album foto itu dan perlahan memejamkan matanya. Berharap jika hari esok dan seterusnya akan lebih indah dari sekarang.

__ADS_1


….


Silvi melangkahkan kakinya di koridor perusahaan sambil menempelkan ponselnya di telinga. Wanita itu menggigit ibu jarinya dan raut wajahnya terlihat sedang memikirkan sesuatu.


“ Gimana? Diangkat? ”


Silvi menggeleng pelan menjawab pertanyaan Dafa. Namun pada saat itu juga Vanka melewati mereka berdua dan Silvi langsung menarik tangan wanita itu. Vanka tersentak kemudian menautkan kedua alisnya.


“ Naufal kemana Van? Kenapa gak masuk? ”


“ Loh, bukannya kemarin nginap di rumah mas Dafa? ”


Silvi dan Dafa saling bertatapan kemudian melihat Vanka kembali.


“ Maksud kamu Van? Naufal gak ada nginap di rumahku.”


Vanka terkejut dan langsung mengeluarkan ponselnya. “ Pak Naufal bilang sendiri ke aku. Nih aku tunjukin chatnya.”


“ Serius Van, Naufal dari semalam gak ada datang ke rumahku.”


Seketika itu juga jantung Vanka berdetak sangat cepat dan dia mulai merasakan pusing. Silvi yang melihat itu langsung menahan tubuh Vanka, dibantu juga dengan Dafa. Para karyawan lain yang melihat kejadian itu juga ikut membantu dan mendudukkan Vanka di sebuah kursi.


“ Tapi kemarin Naufal gak pulang ke rumah.”


Semua karyawan terkecuali Silvi menatap heran dan sedikit menganga. Hah? Pulang ke rumah? Batin mereka.


Namun tiba-tiba saja, dua orang polisi datang dan ditemani oleh seorang satpam dari perusahaan mereka. Vanka menautkan kedua alisnya sementara Dafa dan Silvi langsung menghampiri tiga orang itu.


“ Selamat siang pak Dafa.”


“ Siang pak, ada apa ya? ”

__ADS_1


“ Begini pak, saya menemukan sebuah catatan dari rumah almarhum pak Surya. Di sana terdapat catatan yang berupa tindakan kriminal.”


Semua orang yang berada di sana sangat terkejut dan bola mata mereka juga terlihat seperti mau keluar dari tempatnya.


“ Ca-catatan kriminal apa ya pak? ”


Polisi itu mengeluarkan sebuah kertas dari dalam baju dinasnya dan memberikannya pada Dafa. Pria itu langsung membuka kertas tersebut dan membaca isinya.


Ternyata itu adalah sejumlah angka-angka atau nilai saham yang sengaja dipermainkan. Surya telah melakukan tindakan kriminal yang berupa insider trading. Dimana seseorang melakukan penipuan mengenai harga asli dari saham itu sendiri dan menjualnya kembali kepada seseorang yang akan membeli saham itu dengan nilai yang lebih tinggi.


Dafa dan Silvi merasakan kaki mereka begitu lemas. Dafa memijit pelipisnya dan Silvi memberikan kertas tersebut terhadap Vanka agar wanita itu juga membacanya dengan karyawan yang lain.


Pantas saja jika belakangan ini saham menurun drastis pikir Dafa. Ternyata Suryalah yang selama ini memanipulasi.


“ Tapi pak, sampai sekarang saja kita tidak tau siapa yang melakukan pembunuhan terhadap pak Surya.”


“ Kemungkinan besar pelakunya adalah seseorang di balik akun palsu ini. Korban telah melakukan buy back dengan si pelaku, namun tiga hari sebelum kematian korban, dia memblokir akunnya sendiri dan memberhentikan kerja samanya dengan si pelaku. Bisa di bilang ini motif balas dendam.”


“ Sekarang tugas kami ingin mencari si pelaku karena dia sudah meraup keuntungan yang sangat besar. Hal ini ternyata juga menimpa perusahaan Giovano.”


Manik mata Vanka langsung membulat dan dia mendekati polisi itu. “ Maksud bapak? ”


“ Pelaku juga melakukan tindakan kriminal ini dengan asisten direktur di perusahaan Giovano. Nama tersangka adalah Louis, dan sebagian pihak kepolisian juga sedang berada di sana untuk membawa tersangka ke kantor polisi dan melakukan introgasi.”


Di lain sisi…


Brakk!


Bian menendang meja kerjanya dan pria itu langsung duduk sambil memijit kepalanya yang sangat pusing. Pria itu menggepalkan tangannya lalu memukul meja kerjanya dengan sangat kuat.


“ Pasti kamu pelakunya! ”

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2