
Dio dapat melihat dengan jelas memar dengan warna hijau kebiruan di tangan jasmine saat jasmine aka mengambil jus yang sama di atas meja....dio lalu beranjak pergi.
Jasmine berpikir bahwa ia salah menilai lelaki itu, peristiwa tadi siang bukan berarti dio berubah menjadi baik terhadapnya ternyata masih sama saja...Dio masih merasa enggan berada di tempat yang sama dengan jasmine.
Bisa-bisanya jasmine berpikir demikian, seperti apapun baik nya dia tetaplah dio, seorang yang angkuh dan kaku, mana mungkin ia akan membiarkan ada sekecilpun sela di kokohnya tembok pembatas di antara mereka.
Mengingat bagaimana dio meraih pinggangnya, mendekapnya dalam jasnya dan melindungi kepalanya dengan kedua tangannya, seperti seseorang yang tak rela milik berharganya tergores sedikitpun.
Bagaimana dalam waktu sekejap ia bisa berubah kembali menjadi sosok vampire berdarah dingin ?
tapi itulah dio tak ada yang bisa menebak tatapannya, senyumannya dna tindakannya.
Berapa banyak gadis-gadis yang hatinya terpotek-potek karna sikap dio yang acuh ini.
wajar saja hingga sekarang ia tak memiliki kekasih...
wanita mana yang berani mendekatinya ?
begitulah pikir jasmine, ia tak tau di luaran sana begitu banyak wanita yang berebut ingin menjadi kekasihnya hanya saja dia memang tak memberikan sedikitpun kesan baik pada mereka hingga mereka menyerah begitu saja seakan takkan pernah ada harapan untuk bisa mendekati pria terpopuler di kota itu...
Selain tampan, kaya, dan menjadi aktor yang sedang hits membuat dio makin melejit kepopulerannya sayangnya dia sangat susah terjamah...
Berbeda dengan aktor lainnya yang berfoya dan menghabiskan malam di club dengan mabuk dan berkencan dengan gonta ganti wanita.
****
Dio masuk ke ruang pelayan, seketika para pelayan membungkuk dengan takut...
"Tuan muda, ampunkan pekerjaan kami yang tidak beres sehingga tuan muda sampai datang kemari"
ucap salah satu pelayan dengan suaranya yang bergetar...
"Kau ambilkan kotak obat segera...tangan jasmine terluka" dio lalu berlalu dengan cepat
Palayan tadi berlari mengambil kotak obat dan segera menghampiri jasmine.
pelayan meletakkan kotak obat di di meja makan, jasmine heran saat pelayan tersebut bersimpuh di depannya dan bertanya...
__ADS_1
"Nyonya apanya yang sakit...bagian mana yang terluka" ucap pelayan sambil matanya menyusuri badan jasmine dan ia menemukannya.
"Aku tidak apa-apa bi" tangan jasmine bwrusaha menutupi kedua dengkulnya saat pelayan itu hendak membersihkan lukanya
"Jangan bi...ini tak apa hanya luka kecil besok jg sudah kering" jasmine masih bersikeras tak mau di obati semata-mata tak ingin merepotkan pelayan itu.
"Nyonya saya mohon, diamlah sebentar saja kalau tidak tuan muda kedua tidak akan memaafkan kami" suara pelayan mulai terdengar gelisah dan mengiba.
Tuan muda ke dua ? apa itu artinya dio ? apa karna luka ini di sebabkan oleh ulah fansnya sehingga ia merasa bertanggung jawab terhadapnya ?
Jasmine tidak mau membuat pelayan dalam kesulita lalu ia membiarkan pelayan mengobati lukanya.
kedua kakinya di beri obat sebelum di tutup dengan perban dan plastes dan memar-memar di tangannya di olesi salep.
Sebenarnya hanya luka gores sedikit tapi terlihat lebay begini karna sudah di perban seperti luka parah saja.
Jasmine melihat jam sudah pukul lima sore kenapa andra belum juga pulang, ia yakin andra pasti sudah menghubunginya tadi, hawatir andra salah paham lalu jamsine memutuskan menelpon andra lewat telpon rumah.
"Ada apa ?" suara di ujung sana terdengar berat dan agak serak khas lelaki macho.
"Kemana saja kau...aku terus menelpon dan mengirimkan pesan tapi tak ada jawaban"
nada bicara andra agak meninggi, tapi ia bisa mengontrolnya tak ingin membuat wanita di ujung telpon sana merasa tak enak hati. karena ia tahu jasmine tipe orang yang memikirkan perkataan dan pandangan orang terhadap dirinya.
Kalau andra menunjukkan kemarahan dan kecemasannya, jasmine akan merasa bersalah dan tidak tidur semalaman karna terus memikirkannya.
"Tadi aku pergi menonton bersama ibu, aku tak menyadari mungkin Hpku terjatuh di bioskop"
"Ya asal kamu sudah di rumah sekarang tak apa. aku hanya hawatir tadi kamu bilang bosan aku pikir kau pergi keluar sendiri. aku terus menghubungimu tapi tak ada jawaban aku takut hal-hal buruk terjadi padamu" ucapan andra menghangatkan relung-relung hati jasmine yang membeku.
perhatian andra yang tulus selalu berhasil membuat perasaannya meleleh.
Sebenarnya andra sudah tau dari kepala pelayan bahwa jasmine pergi bersama ibu sofia sehingga andra merasa lega sedikit. hanya kesal jasmine tak mengangkat tellonnya saja ternyata HPnya hilang.
"Apa kau tak pulang ? apa tidak makan malam di rumah ?" tanya jasmine
"Makanlah dulu, jangan menungguku. malam ini aku akan bertemu rekan bisnis di hotel mungkin juga aku menginap" ujar andra di ujung sana entah mengapa ia merasa sedih mendengarnya...merasa hatinya kembali hampa.
__ADS_1
Pasalnya hanya andra yang bisa di ajak bicara disini, yang mengerti dia dan mau mendengarkan semua keluhannya, andra juga selalu menuruti kemauannya walaupun dengan cara yang tak nampak sehingga ini membuat kepulangan andra adalah hal yang paling di nantinya setiap hari.
setiap hari andra akan menelponnya sebelum pulang, jasmine berdiri di balkon kamar menunggunya, melihat mobilnya memasuki gerbang utama lalu berlari-lari kecil menuruni tangga untuk menyambutnya.
Jasmine menganggap hanya andralah satu-satunya 'sahabat'nya.
*
*
*
**Hallo teman-teman...
terimakasih sudah mampir ke ceritaku ini.
jangan lupa untuk terus dukung thor dengan cari berikan :
Like
Komen
Vote
Tip
Tag ❤ sebagai favorit kalau kalian suka cerita ini supaya kalian akan mendapatkan notif info update tiap episodenya
Selamat membaca**
__ADS_1