
Pagi itu jasmine sudah bersiap, ia mengenakan dress hitam sebatas paha sesuai perintah andra di padukan dengan highheels merah terlihat sangat kontras dan menampilkan kaki mulusnya, rambutnya di tata ke atas, dengan kerah baju yang lebar hingga bahu dan leher putihnya terekspos dan menampakkan giwang kecil berwarna merah senada highheelsnya
jasmine pun menggunakan make up seadannya sehingga ia terlihat cantik natural namun mewah...
jasmine bak permata yang selama ini bersembunyi di dalam lumpur, aura kecantikannya memancar hingga membuat siapa saja yang memandangnya terkagum-kagum.
Namun penampilannya yang sempurna tidak menutupi rasa gugupnya....
Jasmine turun dari kamarnya, andra sudah menunggunya di kursi samping jendela kaca, andra mengenakan setelan jas bercorak dengan kaos putih di dalamnya, casual tapi tetap elegan menunjukkan jiwanya yang manis dan pribadi yang dewasa...
Saat jasmine sudah di anak tangga, ia berhenti sebentar, tatapannya terfokus pada wajah andra, dalam hatinya ia berkata...
Apakah benar pria ini kah yang akan menikahiku ? lelaki yang baru dua hari aku temui...lelaki tampan dan kaya yang entah pangeran dari kerajaan mana asalnya.
walaupun ini adalah pernikahan sementara tapi aku berharap semua berjalan baik-baik saja...
Mendengar suara langkah kaki di anak tangga, andra melihat ke arah asal suara tersebut namun seketika hatinya ingin runtuh...
Andra cepat membuang pandangannya ia takut jika lama-lama menatapnya akan menimbulkan perasaan suka, ia takut keputusannya akan berubah dan berubah pula rencana awalnya.
"Kau sudah siap ? ayo cepat" ucapnyaa dengan sopan dan langsung berjalan ke arah mobil yang sudah terparkir di depan.
Jasmine duduk di sebelah andra di bangku penumpang. tak ada suara di antara mereka yang ada hanya kesunyian dan suasana yang kaku, padahal dalam hati mereka saling memuji satu sama lain
Dan merekapun sampai di kantor urusan pencatatan pernikahan, asisten andra membukakan pintu keduanya. sejenak mereka berdiri di pintu utama mendongak tulisan yang terpahat di bangunan gedung KANTOR K U A
Gleeekk.....
Jasmine terlihat susah menelan ludahnya,
lalu andra menanyakan kembali kesanggupannya...
"Apa kamu yakin sudah siap ? sebelum kita masuk kau masih bisa berbalik dan pergi sekarang tapi setelah kita di dalam kau tidak bisa merubah keputusanmu lagi"
__ADS_1
"Iya aku sangat siap, aku yakin tidak akan merubah keputusanku" ucap jasmine mengangguk dengan mantap lalu meleparkan senyuman termanisnya...
Ia pun menggapai lengan andra dan mereka berjalan masuk sambil bergandengan tangan.
Tak lebih dari tiga puluh menit urusan mereka sudah selesai kini andra dan jasmine telah menjadi suami istri yang sah....
surat pernikahan sudah di amankan oleh andra.
"Aku yang simpan, aku takut kau menghilangkannya"
"Aturlah mana yang yang menurutmu baik" jasmine sangat patuh, selain karna andra sudah menolongnya, ia juga merasa andra bukanlah orang yang jahat.
"Ini...tanda tanganlah...ini surat perjanjiannya"
andra menyodorkan beberapa lembar kertas di atas meja sesaat mereka sudah sampai di apartemen, jasmine mengambilnya, hanya nampak membolak balikkannya saja lalu ia tanda tangani.
melihat itu andra berpikir di dalam hati, dasar wanita bodoh...apa sebodoh itukah dia ini sehingga tak perlu membacanya lagi, bagaimana jika itu merugikannya, kenapa ia dengan begitu mudahnya percaya pada orang asing yang baru di kenalnya...
pantas saja ia di tipu oleh temannya sendiri, harusnya dia menjadikan itu pelajaran.
Lalu dalam dirinya andra bertekad untuk menjaga wanita itu...
di dalam hatinya takut wanita itu terluka
Sedangkan jasmine sendiri...ia merasa tak perlu lagi membaca surat perjanjian itu...
Entah kenapa dia merasa andra adalah orang yang bisa di pegang kata-katanya
lagi pula apapun keputusan dan perkataan andra jasmine akan menurutinya, suatu hari saat kontrak sudah selesai atau saat kontrak belum selesai dan andra meninggalkannya secara sepihak jasmine akan terima.
Yang pernah mereka bicarakan kemarin adalah, pernikahan mereka hanya satu tahun, jasmine akan di perlakukan seperti istri selayaknya, nafkah larir dan......
tidak ada kontak fisik secara paksa melainkan atas dasar suka sama suka.
__ADS_1
selain dari itu jasmine mendapatkan gaji atas kerjasama mereka dan andra akan rutin mengirimkan uang kepada keluarga jasmine, menyekolahkan adik jasmine, memberikan modal usaha untuk orang tua dan menjamin kebutuhan mereka di kampung.
Itupun sudah cukup bagi jasmine, masalah perlakuan andra nantinya ia iklas dan serahkan pada andra saja. ia merasa sudah sangat terbantu, wanita sepertinya tidaklah layak menuntut apapun dari seoarang yang terhormat seperti andra bagastra....
Terbukti.... saat sudah berjalan berbulan-bulan andra selalu memperlakukan jasmine dengan baik, dan tetap menunaikan kewajibannya dan janji-janjinya.
sikap andra yang baik dan ramah ini mencairkan suasana canggung di antara mereka sehingga mereka sudah terbiasa dan bersikap seperti pasangan suami istri sungguhan kecuali urusan ranjang.
Tapi walaupun begitu rasa suka dan ketertarikan satu sama lain belum cukup untuk di tafsirkan sebagai cinta. mereka menganggap ini hanyalah akting yang natural dan totalitas belaka....
Entah nantinya akan berakhir seperti apa hubungan mereka ini...
bila di tengah perjalanan skenario mereka terjebak cinta lokasi, itupun belum mereka bahas.
Namun kini di dalam hati andra sesungguhnya ia ingin pernikahan ini adalah untuk selamanya !!!!
sedangkan jasmine....ia merasa tak layak untuk berharap lebih dari hubungan ini, memikirkan di cintai dan mencintai saja ia tak berani.
Merasa aman dan nyaman bersama andra saja sudah cukup baginya, ia akan mengajar hatinya untuk menahan perasaannya..dan mengajar otaknya untuk jangan sekali-kali berani memikirkan cinta andra.
Hallo teman-teman terimakasih sudah mempir di ceritaku ini.
jangan lupa untuk like dan tag ❤ sebagi favorit agar kalian bisa dapat info uptade tiap episodenya dan juga tolong di vote yah.
selamat membaca 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Ilustrasi jasmine
Ilustrasi andra
__ADS_1
Ilustrasi dio