
"Beruntung sekali nasibmu bisa menjadi simpanan kesayangan tuan andra....pasti setiap malam kau memberikan service yang bagus hingga tuan andra puas denganmu, tak sangka gadis lugu sepertimu ternyata liar jg" perkataan si penculik wanita dengan nada meremehkan jasmine...
"Kalau aku minta tebusan padanya 5 atau 10 miliar mungkin ia takkan merasa rugi" sambungnya lagi sambil mengetik nomor di HP yang ia pegang.
"Kau ingin memerasnya ? aku ini bukan siapa-siapanya andra, ia tidak akan mengeluarkan uang sebanyak itu untukku !" pekik jasmine
"Sungguh ? tapi aku liat tidak begitu...uang sebesar itu tidak seberapa baginya, sekarang cepat bicara dengannya " penculik wanita memegang telpon ke telinga jasmine, panggilan ke HP andra sudah tersambung.
"Cepat bicara !!!" bentak si penculik...
"Tidak mau" teriak jasmine
Andra yang panik di sana langsung mengangkat telpon, mendengar jasmine menjarit membuatnya sangat marah.
"Katakan apa maumu" dari nada bicaranya bisa di tebak seperti apa reaksi andra saat ini.
"Ini yang aku suka, tuan andra begitu to the point aku juga tidak suka terlalu banyak basa basi..., aku ingin menukar gadis ini dengan uang 10 miliar tapi jangan coba-coba lapor polisi"
"Oke...tapi jangan sampai ia tergores sedikitpun kalau tidak aku akan membunuh semua keluarga dan keturunanmu dengan cara yang mengenaskan" bicara andra terdengar tegas penuh ancaman membuat lawan bicaranya merinding mendengarnya.
Penculik mengirimkan lokasi penyekapan, andra tanpa berpikir lagi langsung menuju ke sana. di tengah jalan ia menelpon asistennya untuk menyiapkan uang.
*
*
*
*
Hari ini dio pergi ke perusahaan karna presdir tidak di tempat, ada dokumen penting yang harus di tanda tangani. dio lah satu-satunya orang yang memiliki wewenang mengambil keputusan.
Bahkan walau hanya pewaris ke dua tapi karisma dan kekuatan kekuasaannya di kota X sudah menggema ke seantero dunia.
Sepanjang jalan sejak turun dari mobil dan masuk ke dalam gedung, mata seluruh karyawan tak perkedip menatap dio, tuan muda pewaris kedua sang aktor papan atas yang mempunyai paras sangat mempesona itu untuk pertama kalinya muncul di perusahaan.
__ADS_1
Semua karyawan wanita terperangah, tak di sangka wujud asli bos mereka lebih tampan melebihi di layar TV. kulitnya yang halus, bibir yang kemerahan dan garis hidung yang tegas membuat siapapun yang memandangnya lebih dari 5 detik pasti akan meleleh...
Tapi tak ada yang berani mengeluarkan suara, kesan dingin sudah terasa sejak pertama kali kemunculannya, dio bahkan mengabaikan staf senior dan para manager dan ketua direksi yang membungkuk menyambutnya, dio tetap melangkah dengan cuek tanpa menengok sedikitpun ke arah mereka.
Sampai punggungnya menghilang di balik pintu, sontak suasana hening tadi menjadi gaduh. bagaimana tidak heboh, sang idola remaja dan para wanita terhits era ini yang biasanya hanya liat di TV tiba-tiba datang di hadapan mereka secara live.
Sempat terpikir untuk minta tanda tangan tapi mereka urungkan melihat raut wajah dio yang tidak bersahabat. siapa yang tidak tau, di rumah di dunia hiburan dio terkenal sebagai seorang yang dingin cuek dan arogan bahkan di perusahaan pun isu itu sudah tersebar.
Dio melempar dokumen yang sudah di tanda tanganinya itu dengan angkuh ke tengah-tengah meja rapat setelah melakukan meeting darurat.
Dio memimpin rapat dengan sukses dan lancar, walaupun tidak pernah mengurusi urusan kantor sebelumnya tapi ia tidak menemukan masalah dalam cara berkomunikasi, semua di sampaikan dengan apik.speaking dan public relationnya sebagai selebritis cukup bagus dan tidak di ragukan lagi.
"Kalau semua sudah jelas dan tidak ada yang di tanyakan lagi maka saya tutup pertemuan kali ini" ucapnya lalu berdiri, merapikan jasnya dan keluar dari ruang rapat dengan buru-buru karna memang ia sedang sibuk akan syuting iklan terbarunya dan dalam waktu satu jam kedepan akan ada siaran langsung di salah satu stasiun tv sebagai bintang tamu.
keluar ruangan, kembali terdengar pujian dan sanjungan para keryawan wanita mengagung-agungkan dio.
Saat mau memasuki lift dio berpapasan dengan asisten andra dan tak sengaja mendengar percakapannya yang tengah menelpon...
"Siap sir...uang 10M akan di siapkan untuk menebus nyonya jasmine" sepotong kalimat yang dapat di dengar oleh dio saat asisten andra melewatinya, asisten membungkukkan badannya memberikan salam.
"Kenapa ? apa yang terjadi dengan jasmine ?"
"Sebenarnya saya tidak di izinkan untuk memberitahulan siapapun oleh tuan andra, tapi saya rasa seseoarang harus tau untuk mencegah hal buruk terjadi" ucap asisten setelah berpikir sejenak memang sebaiknya memberitahukannya tentang ini takutnya terjadi sesuatu di luar dugaan.
"Nyonya jasmine di culik dan meminta tebusan sebesar 10M, tuan andra menyuruh saya siapkan dan pergi mengantarkan uang ini, sekarang tuan andra sedang menuju kesana, penculik meminta tidak melaporkan ke polisi kalau tidak nyawa nyonya jasmine terancam"
"Beritahu tempatnya aku kesana" ujar andra tidak sabaran, raut muka suda berubah muram.
"Bekas pabrik gula di pinggiran kota..."
Tak menunggu asisten menyelesaikan kata-katanya, andra sudah berlari menuju lift sambil menelpon.
"Pabrik gula lama di pinggir kota, sekarang !"
*
__ADS_1
*
*
*
**Hallo teman-teman...
terimakasih sudah mampir ke ceritaku ini.
jangan lupa untuk terus dukung thor dengan cara berikan :
Like
Komen
Vote
Tip
Tag ❤ sebagai favorit kalau kalian suka cerita ini supaya kalian akan mendapatkan notif info update tiap episodenya
Selamat membaca 🙏🏻🙏🏻**🙏🏻❤
Ilustrasi andra
Ilustrasi dio
Ilustrasi jasmine
__ADS_1