
Pria itu mendekati jasmine...meraih tangan jasmine dan membalik telapak tangannya, melihat tanda lahir kecil di sana, ia hanya memastikan lagi apakah dia adalah gadis yang sama lima tahun yang lalu.
dan ini semakin menguatkan dugaannya....
antara harus senang atau sedih dengan ini, senang karena menemukannya tapi sedih karena menyadari jarak di antara mereka yang terasa kian menjauh.
Namun ikatan hati pria itu terasa kuat...ia meyakini ini mungkin adalah merupakan sebuah takdir mereka di pertemukan kembali walaupun situasinya tak seperti yang ia harapkan...
Baginya cukuplah hanya bisa melihatnya saja, mengetahui ia bersama orang yang baik dan bisa lebih dekat dengannya walau mungkin tak bisa lagi menyentuhnya bahkan tak lagi memimpikan untuk bersamanya...
"Dimana aku...di situ kamu"
Ia berbisik di telinga jasmine....
Lalu pria itu mengenggam jari jemari jasmine dengan kuat seakaan penuh kerinduan yang mendalam yang ingin di luapkannya kepada gadis di hadapannya...berkali kali mengecup punggung tangan jasmine dengan hangat, lalu ia berpikir apakah harus memperjuangkannya kembali atau merelakannya pergi ???
Seperti ada rasa kecewa terbesit dari pancaran matanya, yang belum bisa menerima kenyataan ini.
ingin menyalahkan siapa ? marah kepada siapa ?
hanya saja ingin
garis wajahnya terlihat tenang tapi dalam hatinya bergemuruh...ia bangkit dari sisi tempat tidur jasmine, melepaskan genggaman tangannya.
merapikan jasnya kembali dan meraih bunga yang ia bawa tadi....
bunga yang ia bawa tentu saja bunga kesukaan jasmine, dulu mereka kerap pergi bersama ke kebun bunga lily, jasmine bilang itu adalah bunga favoritnya.
mengahabiskan waktu disana dan menanti senja tiba.
Ragu-ragu ingin meletakkannya di meja tapi ia mengambilnnya lagi dan membawanya pergi.
berjalan di lorong rumah sakit, pria itu membuang seikat bunga lily itu ke tempat sampah.
*
*
*
*
Di dalam tidur panjangnya jasmine terngiang....
Dimana aku di situ kamu
Jasmine tiba-tiba bangun dan terduduk
"Di mana aku di situ kamu" ia mengucapkan kata-kata itu, seperti merasa ada suara yang tidak asing di telinganya....
__ADS_1
seperti masih hangat terngiang-ngiang.
Tiba-tiba Dokter datang tak berselang lama andra dan asistennya masuk mengejutkannya yang belum sepenuhnya sadar.
"Nyonya berbaringlah...anda belum sepenuhnya pulih"
dokter berkata sambil menekan bahu jasmine dan merebahkan tubuhnya kembali ke kasur.
jasmine menurut lagi pula kepalanya masih pening karena bangun secara mendadak tadi rasa sakitnya seperti bertambah.
Andra berjongkok berbisik di telinganya
"Syukurlah akhirnya kamu sadar juga" senyum tersungging dari bibir tipisnya.
Dokter memeriksa kondisi jasmine dengan tetoskop lalu memberikan suntikan obat melalui infusnya...
"Perkembangannya sudah bagus, jika dalam beberapa hari kondisinya membaik maka secepatnya akan bisa pulang" ucap dokter
"Tapi aku ingin dia di rawat sampai benar-benar pulih" kata andra masih dengan tatapannya yang tak lepas dari wajah jasmine.
"Tentu saja tuan" dokter berkata sambil permisi membungkukkan badan dengan penuh hormat lalu meninggalkan ruangan, asisten menyusul di belakang dokter keluar, seperti sengaja memberikan waktu untuk jasmine dan andra berdua.
Tapi mata jasmine masih terasa berat, entah sudah berapa lama ia terbaring dan tertidur.
"Istirahatlah, jangan buru-buru...kamu baru saja sadar jangan membuat terlalu banyak gerakan, bilang padaku apa yang kamu butuhkan" andra berbicara seperti ketika melihat jasmine bergerak ingin mengangkat badannya.
sebenarnya ia sangat bosan dengan yang namanya berada di rumah sakit apalagi berbaring berhari-hari membuat punggungnya terasa panas...
andra bangkit dari duduknya dan membantu jasmine yang memang agk susah di gerakkan itu, andra menggeser tubuh jasmine sedikit dan memiringkan posisinya.
kini tubuh jasmine menghadap ke arah andra.
Tubuhnya yang sakit dan susah bergerak itu entah kekuatan dari mana datangnya hingga jasmine bisa mendadak duduk dari posisi tidurnya, apakah dari mimpinya yang antara sadar dan tidak sadar tadi ?
apa energi tadi datang dari sosok pria misterius itu ?
"Tiga hari pingsan perutmu kosong tidak masuk apa-apa pasti sekarang lapar kan ? makan bubur ini mumpung masih hangat biar cepat pulih" andra menyodorkan sendok bubur ke arah mulut jasmine tapi jasmine menghindarinya, ia memalingkan wajahnya.
"Menurutlah sedikit saja biar cepat sembuh"
"Tapi aku tidak lapar" jasmine menggelengkan kepalanya
"Berarti kamu ingin lama-lama disni, baiklah" andra melepas sendoknya lalu jasmine menarik tangannya lagi ia mengangguk yang artinya setuju untuk makan.
Dari pada berlama-lama di rumah sakit tentu saja jasmine sangat bosan dan ingin segera keluar.
Andra menyuapi jasmine dengan berlahan, sedikit demi sedikit hingga bubur dalam mangkuk itu habis.
andra tersenyum puas.
__ADS_1
"Gadis yang manis" ia mengelus kepala jasmine dan meletakkan mangkuk kosong itu ke meja di sebelahnya.
"Jadi kapan kita pulang" ucap jasmine dengan tidak sabar.
"Tunggu sampai kau sembuh, kepalamu mendapat sepuluh jahitan dan kehabisan banyak darah, tiga hari kau tak sadarkan diri sampai membuat semua orang khawatir, jadi jangan banyak tingkah, tidur makan dan minum obatmu dengan baik jika ingin cepat keluar dari sini" andra mengomeli jasmine yang masih saja ceroboh.
jasmine memuncungkan mulutnya merasa sebal.
"Cepatlah sembuh aku akan mengajakmu ke suatu tempat" ujar andra tersenyum penuh arti ke arah jasmine.
melihat wajah jasmine yang cemberut andra mencoba membujuknya persis seperti anak kecil yang sedang mengambek.
*
*
*
*
**Hallo teman-teman...
terimakasih sudah mampir ke ceritaku ini.
jangan lupa untuk terus dukung thor dengan cari berikan :
Like
Komen
Vote
Tip
Tag ❤ sebagai favorit kalau kalian suka cerita ini supaya kalian akan mendapatkan notif info update tiap episodenya
Selamat membaca 🙏🏻🙏🏻🙏🏻**❤
Ilustrasi andra
Ilustrasi dio
__ADS_1
Ilustrasi jasmine