
Setelah urusannya selesai andra menuju garden secret untuk bertemu dengan elena.
disana elena sudah menunggu, selalu saja ia datang lebih awal dari jam yang sudah di sepakati.
Senyumnya mengembang ketika ia melihat andra datang.
dalam hatinya yang sudah meyakini bahwa andra tidak akan mengingkari janjinya.
ia tidak sabar lalu berjalan ke arah andra untuk menjemputnya...
ia melingkarkan pelukannya ke lengan andra, dengan manja menyeretnya duduk kemudian ia pun duduk persis di sebelah andra.
"Aku sudah memesankan makanan favoritmu" ucapnya.
tak lama kemudian pelayan datang dengan membawa beberapa menu hidangan seafood yang semua merupakan makanan kesukaan andra.
"Aku masih ingat...kau suka makan udang tapi kau tidak bisa mengupasnya"
elena mengambil seekor udang dan mengupasnya untuk andra, seperti yang waktu dulu sering ia lakukan untuknya. meletakkan satu persatu di piring andra, ia makan dalam diam, tapi memikirkan satu hal.... gadis ini masih bersikap baik padanya bahkan setelah ia menolak dengan lantang untuk perjodohan mereka hingga membuat perusahaan orang tua mereka pecah kongsi, andra memutuskan untuk pergi.
Elena masih sibuk mengupaskan udang dan kepiting untuk andra, tapi ia sendiri lupa untuk makan.
"Kekasihmu jaya permana, apa kabarnya" ucap andra tiba-tiba sembari menyantap makanannya
"Baik..." wajah elena berubah seketika saat mendengar andra menyebut nama lelaki itu.
"Kapan kalian akan menikah" sambungnya lagi
"......." elena tidak menjawabnya, moodnya langsung hilang. ia meletakkan udang terakhir yang di kupasnya dan mengelap tangannya dengan tissue.
keceriaan dan kebahagiaannya tadi mendadak lenyap.
Jaya permana memang adalah kekasihnya walaupun ia sendiri tidak tau kapan ia memulainya, setelah andra menolak menikah dengannya, ayahnya lalu menjodohkan dia degan jaya permana, ia tidak menolak tidak pula menerimanya.
ia bukan murni pengusaha, ia mafia yang brengsek. menjalani semua bisnis haram bahkan yang melanggar hukum untuk keuntungannya sendiri. ia terjebak dengan jaya permana hingga detik ini.
Teringat akan hal itu ia bergegas beranjak dari kursinya, berpamitan lalu segera pergi dengan tergesa-gesa.
andra bingung melihat tingkah gadis itu tapi tak mau ambil pusing dengannya.
*
*
*
*
Jasmine yang merasa bosan, ia pergi membaca buku di ruang kerja andra, dua jam hingga membuatnya merasa mengantuk dan ia memutuskan untuk tidur ke kamarnya saja.
menuju ke kamarnya ia melewati kamar dio yang sekarang tidak berpenghuni itu. ia berdiri beberapa saat, lalu memegang handel pintu
Jeklekkk....
Saat ini menekannnya ternyata pintu tidak di kunci dan langsung terbuka.
__ADS_1
jasmine sempat terkejut, melihat sekelilingnya dan diam-diam masuk ke dalam kamar dio.
Foto-foto itu masih ada tertempel di dinding kamar, masih sama ketika pertama kali ia datang kemari. tidak ada yang berubah... walaupun orangnya tidak lagi disni tapi terasa seperti ada.
hati jasmine mendadak hampa....
separuh jiwanya sudah hilang.
Dia apa kabarnya di sana ?
Apakah dia menjalani hari-harinya dengan baik ?
Di sana sedang musim salju...apa dia memakai cukup mantel dan syal ?
Apa hypotermia nya kambuh ?
Apa dia membawa obat ?
Siapa yang akan merawatnya saat dia sakit ?
Semua pertanyaan itu menyeruak di dalam benaknya, memikirkannya membuat ia sedih namun tidak berdaya.
ingin sekali tau keadaannya tapi bagaimana caranya, dio juga sudah memutus semua akses untuk terhubung dengannya.
Jasmine melihat jam di dinding sudah hampir jam tujuh malam, biasanya andra akan pulang.
sabaiknya segera keluar sebelum ada orang melihatnya datang kemari, terlebih lagi kalau andra melihatnya.
sebelum ia keluar, ia melirik foto berbingkai kecil di atas meja di bawah lampu tidur, ia mengambilnya dan memasukkan ke dalam bajunya.
tak lama terdengar suara langkah kaki yang semakin mendekat, jasmine panik dan kebingungan, foto yang tadi di curinya dari kamar dio hendak ia sembunyikan dimana.
belum sempat berpikir, pintu sudah terbuka. foto di tangannya tadi ia selipkan di bawah bantalnya kemudian memperbaiki mimik wajahnya agar tidak terlihat mencurigakan.
"Sudah makan ?" tanya andra
jasmine berdiri menghampiri andra, mengambil jasnya dan membawanya ke dalam keranjang pakaian kotor.
"Apa sudah makan ?" karna tak mendapar jawaban, andra mengulangi pertanyaannya.
"Oh iya...sudah, apa kamu mau makan ? biar aku ambilkan"
"Tidak...buatkan aku susu hangat saja, aku merasa agak kedinginan" kata andra
"Baik...tunggulah..." jasmine bergegas turun ke dapur.
Andra berjalan ke sisi tempat tidur jasmine, mengambil sesuatu dari balik bantalnya..
bukannya ia tidak lihat, ketika ia datang ia melihat sesuatu yang di sembunyikan oleh jasmine dan itu ternyata foto dio.
Ia menghela nafas dengan keras, tapi meletakkan foto itu kembali ke tempat semula.
Jelas sudah baginya, apa yang di katakan elena bukanlah isapan jempol belaka, bukan krna gadis itu berbohong karna ingin bersamanya walaupun memang ia mengambil keuntungan dari ini semua. walaupun ia tidak mendapat penjelasan dati jasmine atau menayakannya langsung kepada dio tapi tidak ada alasan yang cocok, menyimpan foto dio pasti karna memang ada hubungan di antara keduanya, itu adalah alasan yang sangat pas.
Hati andra merasa geram tapi ia berusaha menahannya.
__ADS_1
Jasmine datang membawa segelas susu untuknya.
"Minumlah...aku akan menyiapkan air hangat untukmu mandi" ujarnya...
Ia mengisi bathtub dengan air hangat dan memasukkan beberapa tetes aroma terapi.
saat ia keluar andra belum juga bersiap untuk mandi, ia sedang menelpon...ia terlihat kesusahan mebuka kancing kemeja putihnya dengan sebelah tangan.
"Sini aku bantu" jasmine membantunya membuka kancing lengan bajunya.
andra yang sedang menelpon kehilangan fokus karna menatap jasmine, bagaimana ia mengurusnya. walaupun ia tidak mencintainya tapi ia berusaha menjadi istri yang baik dan melakukan tugas-tugasnya selayaknya seorang istri.
*
*
*
*
Hallo teman-teman...
terimakasih sudah mampir ke ceritaku ini.
jangan lupa untuk terus dukung thor dengan cara berikan :
Like
Komen
Vote
Tip
Tag ❤ sebagai favorit kalau kalian suka cerita ini supaya kalian akan mendapatkan notif info update tiap episodenya
Selamat membaca 🙏🏻🙏🏻🙏🏻❤
Ilustrasi jasmine
Ilustrasi elena
Ilustrasi andra
Ilustrasi dio
__ADS_1