Menikahi Adik Ipar

Menikahi Adik Ipar
Flashback (Hanya Kambing Yang takut Air)


__ADS_3

Entah kenapa dio merasa gadis itu berbeda dengan yang lainnya, dia tertarik padanya saat pertemuan pertama mereka memberikan kesan yang tak bisa di lupakan oleh dio.


Jasmine satu-satunya wanita yang tidak takut dengan perubahannya, yang tidak berlari saat melihat wajah aslinya. dialah orangnya....


Dio masih mengingatnya saat samar-samar jasmine memapahnya, memberikan kehangatan pada kedua telapak kakinya, menggosok-gosok tangannya, memeluknya bahkan saat dia menggigitnya jasmine malah mengelus-elus kepalanya mencoba menenangkannya...


itu semua membuat dio begitu penasaran padanya, tak pernah merasa seperti sebelumnya pada gadis manapun, apalagi sampai memikirkannya sepanjang hari.


karna kebanyakan para wanitalah yang mengejar-ngejar dirinya dio bahkan tidak menanggapi mereka.


Kali ini ia merasa sudah menemukan separuh dari belahan jiwanya.


Ahhhh gadis ini membuatnya tidak fokus saja, segera di raihnya kunci mobil dan melaju dengan kecepatan tinggi menuju perkampungan tempat jasmine tinggal.


Berjam-jam dio menyetir menempuh perjalanan yang lumayan jauh tapi tidak membuatnya lelah.


sekilas ia tersenyum tipis saat mengingat jasmine, senyuman yang begitu manis pada wajah dinginnya meningkatkan level ketampanannya.


Tiba di sebuah perkampungan dengan jalan berkerikil yang belum di aspal, dio kemana harus mencarinya ? tiba-tiba teringat lembah berbunga di bawah kaki gunung kemarin.


matanya menyapu sekelilingnya tapi tak menemukan sosok kecil itu... dio memilih untuk tetap berada di situ. tidak selang lama, seperti dugaannya benar saja gadis itu muncul.


Jasmine awalnya tidak melihatnya, ia dengan asyiknya berlari-lari kecil sambil bersenandung, memetik beberapa tangkai bunga lalu menari lagi.


dio diam-diam menahan tawanya...di dalam hatinya ia semakin menyukainya.


dia berpikir mungkin sementara lebih baik ia tidak menyadari keberadaannya. ia menikmati pemandangan itu sampai ketika jasmine berputar-putar ia seperti melihat bayangan yang tidak asing di depannya, lalu ia dengan cepet berbalik untuk memastikannya..


"Aaaaahhhhh....." pekik jasmine antara terkejut dan malu...malu sekali sampai-sampai ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. sejak kapan ia di situ, apakah dia daritadi sudah melihat semua adeganku ? pikirnya


"Heyyy....sedang apa kau ? kenapa kamu bisa ada di sini ?" jasmine berkata dengan nada marah

__ADS_1


"Sedang melihatmu....tadi aku lihat kamu berbicara sendiri, bernyanyi, menari berputar-putar" jawab dio dengan santai.


nafas jasmine seketika naik ke ubun-ubun. rupanya benar dia sudah melihatku...


rasa malunya semakin besar, tapi tidak lagi bersembunyi ia malah berlari ke arahnya dan memukul-mukul dada lelaki itu bertubi-tubi


"Kamu ini hantu apa manusia sih..tiba-tiba muncul dan menerorku" tapi pukulannya itu malah membuat sakit tangannya sendiri. dadanya yang bidang dengan otot-otot yang kuat tentu tak merasakan apa-apa dari tangan jasmine. saat pukulan terakhirnya dio menangkap tangannya.


"Aku kemari karna sudah melupakan sesuatu" ucap dio datar dengan suara agak pelan.


"Apa..." jasmine memutar bola matanya dengan jengah


"Aku lupa mengucapkan terimakasih padamu...terimakasih ya sudah menyelamatkan nyawaku kemarin" kali ini suara dio lebih pelan lagi sehingga seperti berbisik. suara lembutnya membuat siapapun yang mendengarkannya jadi merinding.


Jasmine termanggu beberapa detik terpesona oleh penampilan dio saat itu, wajahnya, suaranya..di hadapannya ini seperti seorang pangeran sempurna yang keluar dari sebuah buku dongeng.


sebelum dio menyadari pikirannya, dengan cepat ia menghepaskan tangan dio yang memegang kedua tangannya itu.


Jasmine mengangkat tangannya menadah rintik hujan yang jatuh, dengan riang.


tapi tidak dengan dio, melihat hujan turun ia menjadi sangat panik bagian tubuhnya yang terkena air hujan terasa seperti tersetrum, jasmine dapat melihat perubahan pada wajahnya.


dengan cepat jasmine menarik tangannya, mereka berlari sambil bergandengan tangan.


jasmine membawanya ke sebuah pondok yang di tinggalkan oleh pemiliknya.


"Aku lupa..kamu tidak bisa dingin" kata jasmine, dio diam lama...baru menjawabnya.


"Aku hanya takut basah" wajahnya masih datar.


"Apa bedanya ? hemmm hanya kambing yang takut hujan" jasmine mencibir ke arah dio. lelaki itu tak menjawabnya lagi walaupun ia kesal dengan ejekan jasmine ia hanya meliriknya sepintas tapi lirikannya itu seperti sebuah maya pisau yang merobek hati, tak terkecuali hati jasmine.

__ADS_1


*


*


*


*


Hallo teman-teman...


terimakasih sudah mampir ke ceritaku ini.


jangan lupa untuk terus dukung thor dengan cara berikan :


Like


Komen


Vote


Tip


Tag ❤ sebagai favorit kalau kalian suka cerita ini supaya kalian akan mendapatkan notif info update tiap episodenya


Selamat membaca 🙏🏻🙏🏻🙏🏻❤




__ADS_1


__ADS_2