Menikahi Adik Ipar

Menikahi Adik Ipar
Salah Sasaran


__ADS_3

Dio sudah mengatakan kepada Mr. simon bahwa ia tidak ingin namanya di libatkan atau di sebut-sebut di depan umum. ia hanya ingin berada di belakang layar saja.


untuk boss besar GM juga harus di rahasiakan, ini adalah kesepakatan mereka.


Selama Mr. simon memberi kata sambutan, tidak ada yang berbicara di antara mereka, andra, jasmine, ibu sofia sedang melihat Mr. simon yang berbicara terlebih lagi dio yang memang pendiam itu.


Entah dari mana datangnya segerombolan gadis-gadis cantik datang menghampiri dio.


mereka langsung, mengerubuti dio seperti semut melihat gula.


"Tuan dio tak sangka bisa melihat anda secara langsung, dari dulu pesonamu tidak pernah pudar" ujar salah seoarang wanita berambut pirang.


"Ya selama ini hanya melihat dari televisi ternyata aslinya lebih tampan ya" kata wanita satunya lagi sembari melingkarkan lengannya ke tangan dio, ibu sofia pun di gesernya.


lalu mereka berebutan melakukan foto selfie dengan dio.


Jasmine hanya melihat itu lewat ekor matanya, tidak berani melihatnya secara langsung.


dan dio sudah mulai merasa tidak nyaman dengan semua itu. ia melonggarkan ikatan dasinya sedikit dengan ekspresi wajah kegerahan. tapi ia tidak mungkin mengusir para wanita-wanita itu dengan kasar walaupun ia sangat ingin melakukannya saat ini juga.


bergantian mereka mengambil foto dengan dio, sekali-kali ia pura-pura melemparkan senyumannya ke arah kamera.


Dan tiba-tiba seorang teman lama muncul, diasun adalah vivian, wanita yang sejak dulu tergila-gila dengan dio dan ia selalu di campakkannya.


"Jika sudah selesai tolong segera menyingkir darinya" ucapnya.


sontak mereka langsung pergi. saat itu Mr. simon sudah selesai berbicara di panggung.


"Dio ikut denganku sebentar, ia meraih langan dio dan menggandengnya pergi ke salah satu sisi ruangan yang berbentuk sebuah bar.


sementara Mr. simon mengajak andra, jasmine dan ibu sofia menikmata suguhan makan malam.


Dio dan vivian duduk di kursi bar, bartander menyuguhkan minuman untuk mereka.


"Dio, lama tidak bertemu... aku rindu sekali" ucapnya sambil menyandarkan kepalanya ke bahu andra dengan manja.


Ia mengambilkan gelas minuman itu untuk andra yang sebelumnya ia sudah bekerja sama dengan bartander itu untuk memberikan obat di dalamnya. tapi andra menolaknya. ia meletakkan gelas itu kembali


"Nanti saja" ucapnya


"Kau selalu saja begitu... selalu menolakku" vivian nampak sedih, tapi ia tidak menyerah, ia terus membujuk dio untuk memimumnya, akhirnya dio hanya meneguknya sedikit saja.


Vivian tersenyum puas. ia lalu merangkul kepala dio dan mencium bibirnya. walaupun sudut ruangan itu agak remang-remang tapi orang-orang yang menatap ke arah mereka dapat melihatnya. termasuk jasmine, jarak mereka yang tidak terlalu jauh membuatnya bisa melihat adegan itu dengan cukup jelas.


Mengingat dio yang belum makan sedari tadi ibu sofia memikirkannya, berjam-jam di perjalanannya kembali lalu langsung datang kemari ia pasti belum makan seharian ini, ia lalu mencari-cari dio dan menemukannya sedang bersama vivian.


"Dio..." panggilnya, membuat aktivitas mereka terhenti.


"Aku ingat kau belum makan sama sekali, sebaiknya makanlah dulu sedikit sebelum minum alkohol" ucapnya


Dio pergi bersama ibu sofia,...


"Dio minumanmu" kata vivian, ia memberikan gelas itu ke tangan dio. ia baru meminumnya sedikit bagaimana bisa ia meninggalkannya begitu saja, obat itu bahkan belum bereaksi sama sekali, ia tidak boleh gagal kali ini, pikirnya.

__ADS_1


Dan mereka kembali bergabung bersama andra dan jasmine. saking hati tidak fokus karna melihat adegan ciuman tadi, tak sadar jasmine mengambil makanan yang pedas pedahal ia tidak bisa makan makanan yang pedas-pedas. begitu ia memasukkannya ke dalam mulutnya dalam sekejap ia langsung merasa mulutnya terasa terbakar.


tanpa pikir panjang ia menyerobot minuman yang ia liat, yaitu gelas minuman di tangan dio !


jasmine meminumnya dengan gelagapan, ia meneguknya hingga habis tak bersisa.


setelah itu ia kembalikan gelas yang kosong itu kepada dio.


"Huaaa, hussshhh...haaaa...huusshhh...haaa"


"Kau tak apa" tanya andra sambil menengok ke dalam raut wajah jasmine yang sudah memerah karna kepedasan.


bagian depan bajunya basah terkena tumpahan wine dio tadi karna memimumnya dengan terburu-buru


ibu sofia mengambilkannya air putih dan membantunya minum.


"Aku tidak apa-apa, aku harus ke toilet sebentar"


Andra mengantarkan jasmine pergi ke toilet.


Vivian yang baru datang senang sekali melihat galas wine dio kosong, vivian sangat puas.


"Dio mari kita berdansa" ajaknya.


"Aku harus mengantarkan ibuku beristirahat" kata dio sambil melirik ibu sofia


"Ok. aku tunggu di sini"


"Bu sudah jam 12 malam, sebaiknya ibu pergi istirahat, acara sepertinya akan lama selesai. Mr. simon pasti mengajakku minum nanti"


"Tunggu aku di sini, nanti aku jemput lagi...ibu tidur saja dulu" ucap dio sambil menutup pintu kamar.


*


*


*


*


Andra menunggui jasmine di depan pintu toilet, ini adalah toilet wanita, bagaimana bisa ia berada di sini, orang-orang menatapnya dengan pandangan yang aneh.


jasmine mengelap bajunya dengan tissue basah lalu membasuh wajahnya yang memerah itu banyak-banyak tapi semakin merah saja bahkan sekarang tubuhnya menjadi panas, kepalanya pun mulai terasa pening.


Ketika ia keluar, andra melihat wajah jasmine yang sudah merah seperti tomat.


"Sepertinya kau sedang tidak baik, kita pulang saja" ucap andra


"Aku bisa ke kamar sendiri, kau lanjutkan saja di sini" kata jasmine


Kebetulan andra memang ingin mencari jaringan yang lebih banyak di sini, tadi ia juga berpikir untuk mengobrol tentang bisnis dengan Mr. simon, ia ingin menjalin kerja sama dengannya, sekali-kali berkumpul di sini tidak boleh di sia-siakan.


"Hemmm... baiklah. tapi apakah kau yakin kau tidak apa-apa jika aku tak mengantarmu ?" tanya andra.

__ADS_1


"Iya tentu saja jangan hawatir dan jangan selalu memperlakukanku seperti anak kecil" ucap jasmine dengan kesal. ia memuncungkan bibirnya yang mungil itu. terlihat sangat menggemaskan dengan wajahnya yang sekerang sudah seperti kepiting rebus.


Andra mencubit ujung hidungnya pelan


"Baik" seraya tersenyum dan pergi meninggalkan jasmine.


Sekali lagi jasmine masuk ke dalam toilet, membasuh wajahnya berulang-ulang kali tapi masih merah dan makin panas saja. ia keluar dan menuju lift dengan langkah yang sudah mulai goyang. di dalam lift tubuhnya bergetar seperti orang menggigil tapi di dalamnya ia merasa panas, seandainya ada kolam di depannya ia pasti langsung menyeburkan dirinya.


semakin lama kepalanya kian pusing, tatapan mata sudah kabur. ia mabuk dan obat perangsang itu sedang bereaksi di dalam tubuhnya, seperti sebuah gejolak yang akan meledak.


Ting


pintu lift terbuka, jasmine berusaha memfokuskan pandangannya dan berjalan keluar lift tapi begitu ia melangkah ia menabrak sebuah benda dengan keras dan membuatnya jatuh tersungkur ke lantai.


*


*


*


*


Hallo teman-teman...


terimakasih sudah mampir ke ceritaku ini.


jangan lupa untuk terus dukung thor dengan cara berikan :


Like


Komen


Vote


Tip


Tag ❤ sebagai favorit kalau kalian suka cerita ini supaya kalian akan mendapatkan notif info update tiap episodenya


Selamat membaca 🙏🏻🙏🏻🙏🏻❤








__ADS_1




__ADS_2