Menikahi Adik Ipar

Menikahi Adik Ipar
Flashback 1 (Hipotermia)


__ADS_3

Jasmine terduduk lesu...pandangannya kosong, perkataan dio seakan menamparnya.


"Kau sudah membuat keputusanmu di detik kau mengingatku..itu sudah cukup menegaskan semuanya tentangku..tentangmu. kita sebaiknya memposisikan diri kita pada tempatnya. aku tidak akan memintamu memilih" sebagai laki-laki tentu saja ia masih punya harga diri.


dio kemudian bangun dan meninggalkan jasmine yang masih duduk di tanah. ia menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua belah tangannya.


Sebelum dio masuk ke dalam mobilnya, ia berbalik....


"Aku tidak ingin andra tau masalalu kita" katanya


Setelah di pikir-pikir lagi pula jasmine tidak mungkin menarik kembali kata-katanya kepada andra tadi. walaupun dia tidak mencintainya tapi dia berhutang budi terlalu banyak padanya...


Masa lalu kita....


Jasmine mengulang kata-kata yang di ucapkan dio. masa lalu saat pertama mereka bertemu...


Jasmine suka ke kebun bunga di bawah kaki gunung hingga senja berakhir barulah dia pulang karena pemandangannya sangat cantik hingga ia tidak rela cepat-cepat pulang.


Waktu itu sudah hampir gelap dan sepertinya akan turun hujan saat jasmine mendengar seseorang berlari dari atas bukit.


"Ada apa ?" tanyanya...


"Ada seseorang di atas bukit, tubuhnya membiru aku tidak berani menyentuhnya takut dia mati dan aku di tuduh membunuhnya" kata pria itu lalu pergi dengan tergesa-gesa


Bodoh ! umpat jasmine


bagaimana kalau orang itu masih hidup dan ia membiarkan orang itu mati padahal ia seharusnya masih bisa tertolong.


Tanpa berpikir panjang jasmine naik ke bukit...ia menatap ke atas langit sudah gelap dan sepertinya akan datang badai..angin kencang, gemuruhpun sudah terdengar. jasmine menapaki jalan setapak yang berbatu sangat sulit dengan kondisi kabut yang sudah tebal sehingga jarak pandang terbatas. saat melewati semak belukar karena gelap jasmine tidak melihat tumbuhan berduri yang ia lewati membuat kedua kakinya terluka tergores-gores.


Setelah cukup lama mendaki sambil terus mencari-cari akhirnya ia melihat sesosok pria yang sedang meringkuk di bawah pohon di samping batu yang besar sekali.


dialah dio..


Jasmine berlari ke arah dio tapi jatuh tersandung batang pohon yang melintang di tanah. karna berlari keras jatuhnya pun juga keras, jasmine meringis kesakitan, mungkin sekarang kakinya sudah bengkak dan memar.


Berjalan dengan pincang jasmine datang kepada dio, saat menyentuh kulitnya jasmine seperti tersetrum, badannya dingin sekali dan tubunya membeku. sekujur tubuhnya pucat hampir biru.

__ADS_1


Tapi dio menepis tangan jasmine.


"Siapa kau ? jangan sentuh aku.. cepat pergi dari sini !"


dio berteriak, membuat jasmine terkejut dan mundur dengan refleks.


saat dio mengangkat kepalanya jasmine di buat kaget dengan tatapan mata dio yang tajam seperti mata setan, jasmine ragu sejenak lalu dia mundur dua langkah tapi kemudian ia melihat hidungnya sudah mimisan bibirnya putih pecah-pecah seperti sudah tidak ada darah. tubuhnya berguncang menggigil.


Ia mengalami hipotermia...!


hujan sudah mulai turun jasmine memberanikan diri mendekatinya lagi, berjalan berlahan-lahan ke arahnya walaupun jantungnya berdebar karna ketakutan, lelaki asing di hadapannya ini sewaktu-waktu bisa saja menyerangnya seperti binatang buas kelaparan yang sudah menemukan santapannya.


"Tetang... aku tidak berniat jahat. kamu tenangkan dirimu kita akan segera pergi dari simi" ia dengan lembut menyentuh pundak dio dan mencoba menenagkannya.


Dengan tertatih-tatih memapah tubuh kaku nya ke balik batu besar yang berbentuk melengkung, jasmine membawanya berteduh di sana karna ia bisa mati jika tubuh menggigilnya basah terkena hujan.


"Sudah ku bilang cepat pergi dan jangan mendekat, aku akan menyakitimu !" teriaknya lagi


Gigi dio bergeretak..jasmine rasa ia sedang pada puncak kesakitannya lalu ia membuka jaket yg ia kenakan untuk menutupi punggung dio, iapun segera membuka sepatu dan kaos kaki dio yang sudah basah lalu mengosok-gosoknya untuk memberi kehangatan tapi tidak ada perubahan dio semakin menegang tubuhnya bergetar.


Tapi secara tak terduga dio menggigit lengan jasmine dengan keras membuat jasmine terkejut dan menjerit...


Aaaahhhh..... pekiknya.


bau amis darah tercium jasmine memejamkan matanya menahan sakit yang teramat pada tangannya, gigi dio menancap hingga dalam di sana. kalau ia menarik tangannya dengan paksa yang ada kulit dan dagingnya akan robek karna mulutnya yang sudah kaku itu mencengkeramnya dengan kuat sehingga susah di lepaskan. air mata jasmine pun sudah membasahi wajahnya.


Hujan semakin deras, suara petir menggelegar jasmine mendekap dio dengan semua tubuhnya, sehingga hujan yang masuk hanya mengenai tubuhnya, jasmine menjaga jangan sampai dio terkena hujan karena dalam kondisi seperti ini apabila basah maka akan semakin membuatnya memburuk.


Jasmine membiarkan tangannya masih berada di dalam mulut dio lama kelamaan ia tidak merasakan sakit lagi.


jika ia meninggalkannya sekarang mungkin dia bisa mati saat itu juga.


setengah jam lebih,.... dio sudah tidak menegang, gigitannya juga sudah tidak dengan tekanan walaupun ia belum melepaskannya. jasmine yang basah kuyup itu pun sudah lemas sementara hujan masih belum reda juga.


Jasmine memikirkan bagaimana caranya bisa membawa dio keluar dari hutan ini tapi tentu tidak saat hujan begini....


*

__ADS_1


*


*


*


Hallo teman-teman...


terimakasih sudah mampir ke ceritaku ini.


jangan lupa untuk terus dukung thor dengan cara berikan :


Like


Komen


Vote


Tip


Tag ❤ sebagai favorit kalau kalian suka cerita ini supaya kalian akan mendapatkan notif info update tiap episodenya


Selamat membaca 🙏🏻🙏🏻🙏🏻❤



Ilustrasi jasmine




Ilustrasi dio



Ilustrasi andra

__ADS_1


__ADS_2