
Sebelum pulang mereka mampir ke counter HP,...
"Aku rasa kamu butuh sebuah handphone"
ucap andra....
"Aku ingin handphone keluaran terbaru" pinta andra kepada karyawan toko. kemudian karyawan tersebut mengeluarkan beberapa koleksi HP terbaru mereka...
Tapi jasmine menolaknya....
"Jangan...ini terlalu mahal, lagi pula aku tidak mengerti cara menggunakannya, kasi aku yang biasa-biasa saja" ucap jamsine
lalu andra meraih salah satu HP dengan casing warna pink.
"Aku rasa yang ini cocok untukmu. jangan hawatir nanti aku akan mengajarimu. kamu bisa kan ? nanti akan ada panduannya kok"
Tanpa menunggu kata iya dari jamsine, andra mengambil HP pilihannya itu dan membeli sabuah nomor cantik yang hampir mirip dengan nomor teleponnya.
Sudah pukul 5 sore saat mereka keluar dari mall itu. sesampainya di di apartemen andra, rupanya paket belanjaan mereka tadi sudah menunggu di depan....
mereka memasukkan barang-barang tersebut bersama, menumpuknya di ruang tamu. jasmine berpikir....banyak sekali barang-barang ini, mulai dari pakaian, sandal, sepatu, tas, kosmetik, alat mandi, accoris, dan juga kebutuhan dapur dna rumah tangga lainnya.....
"Itu kamarmu....masukkan barangmu semua di sana" andra menunjuk kamar yang bersebelahan dengan kamarnya.
Kemudian jasmine merapikan semua barang belanjaan tadi.
Setelah selesai ia menuju ke dapur...mengeluarkan sayuran dari dalam kulkas, sebelum mulai memasak jasmine menggunakan celemek yang tergantung samping kulkas.
rambutnya yang panjang di gulung ke atas sembarangan, sehingga beberapa rambut kecilnya masih tergerai, itu malah membuatnya nampak begitu mempesona.jasmine seperti sangat lihai memesak, di sela kesibukannya sesekali jasmine terlihat mengusap keningnya yg berkeringat dengan lengan bajunya. lalu kembali mengaduk-ngaduk makanan di dalam penggorengan.
Begitu seriusnya jasmime sampai-sampai tak memyadari andra sedari tadi memperhatikannya di belakang.
sampai andra menegurnya barulah ia menoleh.
"Sepertinya enak" sapa andra, sambil menengok ke dalam penggorengan jasmine
"Hanya makanan biasa, aku harap kau suka yah. mungkin kau terbiasa dengan makanan enak dan mewah di restauran, sayangnya aku tak bisa memasak seperti itu" ucap jasmine sambil terus sibuk dengan spatula nya.
"Tak apa....mulai sekarang aku akan terbisa dengan masakanmu" ucap andra lalu duduk di meja makan di belakang jasmine.
"apa kau sudah lapar ? tunggu tinggal sedikit lagi" ujar jasmine. sambil mengambil beberapa wadah untukk masakannya yang sudah matang.
jasmine membuat ayam asam manis, capcay dan udang goreng tepung
Jasmine menyajikannya di meja makan....
__ADS_1
andra mulai menyantapnya.
"Aku tak mengira kau cukup pandai memasak" ucap andra saat selesai makan.
"Tidak begitu pandai, hanya tau sedikit saja. di kampung aku setiap hari membantu ibuuku di memasak" jawab jamsine
"Selesai ini istiratlah...besok kita akan mengurus pernikahan kita, Oh iya...mana handphonemu tadi ? aku akan mengajarimu dasar-dasarnya saja. selebihnya kamu lihat di buku petunjuknya"
Jasmine lalu memberikan HPnya kepada andra...
"Duduk lebih dekat sedikit, kau tidak akan mengerti kalau jarakmu jauh begitu" ucap andra. jamsine menggeser posisi kursinya mendekati andra...
"Kau lihat ya ini baik-baik dan simpan dalam otakmu....untuk mencari kontak, kau pencet tombol ini, lalu kau gerakkan ke atas ke bawah untuk mencari nama, kemudian tekan hijau untuk menelpon. bila ada panggilan masuk kau tinggal geser ke kanan tanda hijau ini, bila tak ingin menganggkatnya geser ke kiri. untuk mengakhiri panggilan tekan tanda merah yang ini, apa sudah paham ? "
Jasmine mengangguk antusias
"Sini ku beri contoh"
Andra lalu memencet nomor yang ada di kartu baru jasmine.kemudian terdengar HP jamsine berbunyi, sebuah nomor muncul di layar.
"Nah seperti ini" andra memberikan contoh dan memperaktikkan yang sudah ia jelaskan tadi.
"Aku simpan nomorku yah...akan aku tulis namaku di sini. kamu belum tau namaku kan? ucap andra. karena memang dari tadi mereka belum memberitahukan nama mereka satu sama lain.
andra lalu menyerahkan HP itu kepada jasmine, yang di respon hanya dengan anggukan oleh jasmine.
"Nomor mu aku save dengan nama apa?" tanya andra
"Kau bisa menyimpanya dengan nama jasmine"
Akhirnya mereka sudah tau nama masing-masing. apa susahnya sih berkenalan atau menanyai langsung 😂
"Andra...terimakasih. kamu sudah terlalu baik padaku" jasmine tersenyum sangat tulus...
"Lain kali jangan terlalu baik padaku, kita baru saja sehari bertemu" sambungnya lagi
andra mengernyitkan alisnya mendengar kata-kata jasmine itu....
"Kenapa ??? apakah kau berniat menipuku???, coba saja...aku ingin lihat sampai mana kau bisa berlari" ucap andra dengan nada tidak suka. melihat ekspresi wajah andra yang beribah drastis, jasmine takut telah meninggung perasaannya...
"Bu...bukan begitu maksudku, maksudku kita baru saja kenal tidak seharusnya kau terlalu baik padaku"
"Lagi pula besok kita akan menikah, setelah itu kau akan menerima lebih banyak lagi dariku dan satu yang perlu kau ingat, aku tidak suka penolakan" andra lalu bangkit dari kursi dan melangkah menuju kamarnya...
sebelum andra masuk, andra membalikkan badan dan bericara kepada jasmine
__ADS_1
"Ingat besok jam 8 kita sudah berangkat, pakai dress hitam yang ku pilihkan tadi"
"iya" jawab jasmine sambil menganggukkan kepalanya...
tapi ini masih terlalu pagi untuk tidur, ia sebenarnya ingin menonton tv, tapi jasmine tetap masuk ke dalam kamar, takut-takut bila andra keluar nanti dan menemukannya masih di luar....andra pasti akan memarahinya.
andra terdiam saja jasmine sudah merinding, apalagi bila andra sudah menatapnya dengan tajam, matanya tidak besar tapi bola matanya seperti menyala-nyala penuh cahaya.
Tak di pungkiri jasmine sangat bersyukur bertemu dengan andra, di kota besar ini ternyata masih ada orang kaya yang baik hati.
seadainya tak bertemu andra mungkin jasmine sudah menjadi wanita penghibur di club malam itu, entah akan ada berapa laki-laki asing yang menidurinya atau bahkan sudah berhasil melarikan diripun hidup jasmine pasti terlunta-lunta di sini. kehidupan kota sangat keras ternyata, pikirnya.....
Tuhan masih berlihak kepadanya...
mengingat itu jasmine pun kembali merasa sedih...matanya berkaca-kaca, ada genangan air mata yang akan tumpah.
Untuk menikah, apakah sudah merupakan keputusan yang tepat ?
"Tapi apakah wanita sepertiku masih pantas untuk memilih selain hanya bisa menerima..." ucap jasmine dalam hati. ada yang mau menampung pun sudah syukur apalagi di nikahi oleh seorang kaya raya dermawan tampan dan mapan seperti ini
Lagipula dari pada kembali di luaran sana dan bertemu dengan della beserta kroninya ia pasti akan dibawa kembali ke club malam itu. yah mungkin lebih baik menikah walaupun hanya 1 tahun. laki-laki itu juga kelihatannya bukan orang sembarangan, sepertinya bukan orang jahat.
jasmine bisa tenang untuk sementara waktu ia hanya berharap suatu saat tidak akan menyesali keputusannya ini...
Halo teman-teman terimakasih sudah mampir ke ceritaku ini. dukung terus thor dengan beri like di setiap episodenya, komen, vote juga tag ❤ sebagai favorit supaya dapat info untuk update nya.
itu semua sangat berguna untuk thor
terimakasih 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Ilustrasi andra
Ilustrasi jasmine
Ilustrasi dio
__ADS_1