
Di apartemen dio
"Hemmmm ada apa apa cepat katakan" ucap dio datar, ia duduk di tangan sofa yang empuk. kepalanya menunduk tapi mata dan alisnya terangkat, menatap tajam ke arah jasmine seperti mata pisau yang siap menghunus lawan.
"Aku tau aku salah, tapi ku mohon... jangan membenciku setelah ini" jasmine memberanikan diri untuk bicara walaupun dia tau mungkin dio tidak akan peduli tapi ia rasa ia harus menjelaskannya.
"Aku benci atau tidak apa urusannya denganmu ?" masih tetap sinis dio.
"Karna aku tidak bersalah !"
"Ow kamu datang ke sini hanya untuk mengatakan ini..kamu sungguh sudah menyia-nyiakan waktuku, lagi pula apa kata orang kau masuk ke rumah adik iparmu larut malam begini kecuali kau memang datang untuk menggodaku" dio mendekati jasmine melangkah pelan-pelan seperti seoarang penyusup, sangat pelan kakinya seoalah tidak menginjak lantai.
Merasakan hawa yang tidak enak, jasmine mundur menghindari dio.
auranya sangat mengerikan, membuat yang melihatnya seperti melihat wujud lain dari dewa pencabut nyawa.
Dengan gerakan yang cepat dan tidak di sangka-sangka dio menjatuhkan jasmine di atas sofa, ia mencengkram dagunya dengan kuat. nafasnya yang panas menerpa wajah jasmine.
jika dulu jasmine ibarat pawang yang bisa menjinakkan kebuasan peliharaannya...kini peliharaan itu berbalik menyerang pawangnya.
tapi dia tidak panik tetap terlihat tenang walaupun rahangnya rasanya mau terlepas.
Mengeluarkan suara sama saja melawannya, jadi dia pasrah menerima cacian dan kemarahan dio, apapun yang ia katakan cukup dengarkan saja, ia sedang marah yang terpenting, ia mabuk....
*
*
*
*
Jasmine menatap pemandangan luar dari jendela kaca sebuah ruang ganti di hotel mewah yang tidak jauh dari tempat pesta. dio di tanggung jawabkan untuk menjemput pengantin wanita.
sayangnya cuaca sedang tidak bersahabat, gemuruh datang tiba-tiba. retorika ini bukannya begitu dramatis dan melankolis ? dimana kekasihmu bersanding dengan kakakmu di bawah hujan badai yang seoalah menyayat hati...
__ADS_1
Di hadapannya kini berdiri sesosok yang begitu cantik dan bersinar dengan gaun putih bak seoarang peri, hiasan bunga melingkari kepalanya.
"Ayo cepat...acara akan segera di mulai" tugas dio hari ini mengharuskannya berinteraksi kembali dengan jasmine, suka tidak suka ia harus.
"Hajannya deras, kau bawa payung" ucap jasmine sedikig ragu...tidak mungkin menabrak hujan deras ini pikirnya. angin jg kencang sekali, pohon-pohon tertiup ke kanan dan ke kiri.
"Sudahlah kita tidak punya banyak waktu" ia melepas jasnya, memutupi bagian kepala kasmine lalu menarik tangannya sementara jasmine tangan sebelahnya mengangkat gaunnya yang panjang mereka berlari ke parkiran luar.
"Aaahhh shiitttt !" dio menggerutu sambil melepaskan ikatan dasinyaa lalu ia membuka dua kancing atas kemeja nya.
ia mulai merasakan hal yang buruk akan terjadi, gejolak di dalam tubuhnya seketika ingin meledak.
"Kau pindah ke belakang segera !" ia berteriak kepada jasmine
"Apa yang terjadi padamu ?, apa kau merasa tidak enak ? jasmine melihat tanda-tanda perubahan pada wajah dan tubuh dio. saat ia menyentuhnya kulitnya seperti di setrum.
"Ku bilang pindah cepat, jika tidak aku tidak dapat mengontrol diriku !!!!" saat ia mengangkat wajahnya, bibirnya sudah bergetar
lalu ia mengambil sebuah borgol dan memborgol tangannya sendiri. mencegah dirinya akan menyerang orang-orang di sekitarnya nanti.
melihat ini batin jasmine sangat sakit, ia sangat cemas..bukan takut jika tiba-tiba di serang tapi takut melihat kondisinya yang saat ini. laki-laki ini belum juga sembuh apa selamanya akan seperti ini ?
Dio sedang berjuang saat ini, tubuhnya terhempas ke kanan dan ke kiri, ia meronta-ronta dengan kuat kemudian membenturkan kepalanya sendiri ke kemudi dan ke kaca jendela mobil.
"Dio tenanglah...dio" jasmine memeluk dio dari belakang, air matanya mengalir deras.
"Ku mohon tenangkan dirimu" jasmine berbisik di telinga dio. hawa hangat tubuhnya di transfer ke tubuh dio lewat pelukannya. 5 menit, 10 menit, 15 menit...
sudah tidak ada suara dan pergerakan lagi hanya suara petir dan hujan yang masih terdengar di luar sana.
Dio terkejut saat sadar.
"Apa aku merusak pestamu ?" ucapnya. pandangannya mengisyaratkan sangat butuh jawaban
"Tidak..hanya terlambat 20 menit, lagipula badai begitu keras, mereka akan mengerti"
__ADS_1
ia sambil merapikan rambut dan pakaiannya kembali, begitu juga dengan dio.
Mereka kemudian melaju ke aula.
di sana semua orang sudah menanti dengan cemas, ibu sofia tau mungkin hal buruk sudah terjadi pada dio. harusnya ia menghindari badai ini.
*
*
*
*
Hallo teman-teman...
terimakasih sudah mampir ke ceritaku ini.
jangan lupa untuk terus dukung thor dengan cara berikan :
Like
Komen
Vote
Tip
Tag ❤ sebagai favorit kalau kalian suka cerita ini supaya kalian akan mendapatkan notif info update tiap episodenya
Selamat membaca 🙏🏻🙏🏻🙏🏻❤
__ADS_1