Menikahi Adik Ipar

Menikahi Adik Ipar
Kenapa Bisa Bersama ?


__ADS_3

Dio mengunci dirinya di dalam kamar mandi, berendam di dalam air hangat kukuh yang yang membuat kulitnya memerah dan hampir melepuh, bibirnya berubah menjadi ungu.


parahnya lagi ia menggigit dirinya sendiri, jika biasanya ia akan memborgol kedua tangannya tapi dalam keadaan tak terduga seperti ini ia meninggalkan borgol yang selalu ia bawa itu di dalam kamarnya.


Ia mengaum seperti seekor singa yang terluka terkena tembakan di kakinya, orang manapun yang melihat ini hanya ada 2 kemunkinan, yang pertama kabur yang ke 2 pingsan ketakutan.


bagaimana tidak, air berendamnya di bathtub sudah merah karna darah ia menggigit tangan dan lengannya.


Ini sudah pukul 3, dio belum juga reda membuat suara yang begitu gaduh sehingga membangunkan jasmine, yang pertama ia terkejut mandapati dirinya yang sudah berganti pakaian dan ada suara ribut-ribut di dalam kamar mandi, walaupun takut ia mencoba untuk mencari tau, mengendap-endap mendekati kamar mandi dan menempelkan telinganya mencoba mencari tau apa yang terjadi di dalam. ketika ia membuka pintu, di hadapannya adalah pemandangan yang sangat menyeramkan, dio dengan di dalam air yang berwarna merah dan bau darah di mana-mana.


Ia menjerit histeris, ia mengira dio bunuh diri atau mungkin terbunuh.


"JUAN DIO !!!!" pekiknya dan berlari mendekati dio, memeriksa bagian tubuhnya bermaksud melihat apanya yang terluka.


Setelah berada sangat dekat ia melihat bibirnya yang sudah membiru, dan badannya kejang-kejang. di tangan dan lengannya terdapat 3 bekas gigitan lalu ia pun tau bahwa dio sedang kambuh sakitnya.


namun kali ini sudah tidak ada kuasa untuk bergerak lagi, jadi sudah tidak akan merusak atau menyakiti siapa-siapa lagi.


jamsine membuka saluran pembuangan air bathtub, hingga iarnya mengering kembali, mengambil handuk dan mengeringkan rambut dan tubuh dio yg masih di baluti pakaian tidurnya, merasa aneh melihat baju dio, kemudian ia menatapa ke arah dirinya sendiri, ini adalah baju yang sama senada. ia menjadi terheran-heran.


lalu kenapa ia dio bisa berada di kamarnya, tepatnya kenapa bisa mereka berada di kamar yang sama, bajunya siapa yang menggantikannya dan baju couple ini apa maksudnya.


Berbagai pertanyaan timbul di benak jasmine, ia memutuskan untuk minta penjelasan dio setelah ini.


"Dio...dio...bangun...." ia menepuk pipi dio beberapa kali tapi tak ada respon, hanya suara nafasnya yang terengah-engah dan seperti orang mendengkur.


Hendak pergi meminta bantuan, ketika ia akan beranjak, tangannya di tahan dio,


"Jangan panggil siapapun, siapapun tidak boleh ke sini" ia berkata sambil ngos-ngosan


sebenarnya melihat kondisinya saat ini ia sangat-sangat perlu di bawa ke rumah sakit dengan segera tapi ia menahannya semata-mata karna tak ingin orang-orang tau ia sedang satu kamar dengan jasmine, tidak ingin membuat ini jadi menimbulkan fitnah dan salah paham.


wanita yang bersamanya adalah wanita bersuami, dan ia adalah adik iparnya. keadaan seperti ini banyak orang yang ingin menjatuhkannya, bagi rivalnya ini adalah berita yang panas dan bisa di putar-putar sedemikian hingga untuk merusak reputasinya. apalagi andra adalah pengusaha besar yang populer, gossip yang timbul akan mencoreng nama baiknya.


Di luar sana banyak tamu dari manca negara dan paparazi dimana, terutama berita tentang dio selama ini selalu di redam hampir tak pernah ada gossip apalagi skandal apapun tentangnya jadi para wartawan selalu mengintai dan mencari-cari kabar dirinya. kejadian malam ini adalah berita besar bagi semua.


jadi ia menahan untuk siapapun tau.


Setelah air di tubuhnya sedikit berkurang, ia di bantu oleh jasmine di pindahkan ke atas ranjang.


"Bajumu ganti dulu, nanti malah masuk angin" kata jasmine.


Tapu dio tidak bisa berbuat apa-apa lagi


apa harus aku yang menggantikannya...


tak apalah ganti atasannya saja.


Gerutunya dalam hati.


Jasmine membuka satu persatu kancing baju dio, ia melihat banyak merah-merah bekas ciuman di dada dan leher dio.

__ADS_1


Apa ini.....?


Bukannya ia tidak ingat bahwa ia mabuk semalam, ia sangat jelas sekarang. tapi kenapa bisa dio yang bersamanya bukan suaminya.


jasmine menutup wajahnya dengan kedua tangannya, sangat frustasi begitu slide-slide kejadian semalam muncul di memorimya.


*


*


*


*


"Sudah bangun ?" tanya nya ketika melihat dio berlahan-lahan membuka matanya.


tapi dio tidak menjawab.


"Sudah mendingan ?" tanyanya lagi


"Hemmmm" dio menjawan singkat sambil berusaha duduk, jasmine membantu meletakkan bantal di punggung dio untuk bersandar.


"emmm... yang semalam....apa yang terjadi antara kita" ragu-ragu dan agak malu-malu ia bertanya ini.


"Tidak ada...." kata dio


"Baju ini... apa kau yang menggantinya ?" jasmine sambil memegang pakaiannya


"Bukan, pelayan wanita" jawab dio datar.


"Tapi aku sudah melihatnya" katanya lagi membuat mata jasmine melotot


"Bukan salahku...kau yang membukanya sendiri" masih dengan datar ia berkata tapi membuat jasmine malu dan meradang.....


ia kembali mengingatnya...memang benar yang di katakan dio.


"Jangan bilang, merah itu aku......."


"Ya...kamu menciumku sampai begini, coba kau pikir bagaimana aku keluar dari sini seperti ini" dio menggosok-gosok dengan sebal bekas merah di lehernya yang terekspose dengan jelas karna tempatnya tidak tersembunyi, apalagi kulitnya yang putih membuatnya nampak dengan jelas.


"Lalu apa yang kau lakukan padaku ?!"


"Tenang saja aku tidak melakukan apapun kepadamu, hanya membantumu sedikit" ucap dio sambil mengangkat 2 jari tangan kirinya...


Wajah jasmine memerah karn malu, ingin rasanya berlari ke tepi jurang dan melompat ke dalamnya


bunuh diri saja lebih baik dari pada kehilangan muka di depan pria ini. semua yang ia katakan tidaklah bohong tapi bukan berarti harus jujur seperti ini.


"Brens*ek..." jasmine mukul-mukul dada dio...


"Heiii.... harusnya kau berterimakasih padaku bukannya marah begini...lalu kamu ingin aku membantumu menggunakan apa ?" dari awal sampai sekarang mimik wajahnya saat bicara masih datar dan acuh.

__ADS_1


"Sudah jangan lanjutkan...aku tidak mau mendengar apapun lagi, cepat segera pergi dari sini"


Jasmine marah-marah tidak jelas padahal itu semua sebenarnya karna ia benar-benar malu mendengar semua yang keluar dari mulut dio.


apa jadinya kalau andra mengetahui ini, ya tuhan....ia tidak berani membayangkannya.


"Brengs*ek" umpat jasmine, tidak keraa tapi dapat tersengar oleh dio


Ia bergegas pergi tapi sebelum keluar dio berkata


"Jangan sebut aku brengs*k, nanti juga kau akan tau sendiri siapa sesungguhnya yang brengs*k"


Setelah berkata seperti itu dio lalu mengambil handuk untuk melilitkannya di lehernya lalu pergi.


Jasmine loncat-loncat ketar ketir, memukul-mukul tembok, melemparkan bantal dan mengacak-acak rambutnya dengan kesal.


tidak menyadari dio masuk kembali dan itu membuatnya semakin malu, dio melihat semua kekonyolannya.


"Handphoneku tertinggal" dio mengambil handphonenya di meja dan pergi begitu saja, seolah-olah tidak melihat apa-apa


Jasmine benar-benar akan gila, ia mengunci pintu agar dio tidak bisa masuk kembali


entahlah harus menangis atau bersyukur, dio tidak menodainya tadi malam.


*


*


*


*


Hallo teman-teman...


terimakasih sudah mampir ke ceritaku ini.


jangan lupa untuk terus dukung thor dengan cara berikan :


Like


Komen


Vote


Tip


Tag ❤ sebagai favorit kalau kalian suka cerita ini supaya kalian akan mendapatkan notif info update tiap episodenya


Selamat membaca 🙏🏻🙏🏻🙏🏻❤


__ADS_1




__ADS_2