Menikahi Adik Ipar

Menikahi Adik Ipar
Mabuk


__ADS_3

Saat andra pulang, ia mendapati jasmine dengan mata yang sembab seperti habis menangis...


"Ada masalah apa ? " tanya nya dengan suara yang lembut.


"Tidak ada" ia hanya menjawabnya singkat sambil balik menghadap ke tembok, agar andra tak melihat wajahnya yang membangkak karna kebanyakan menangis.


Andra mengusap-usap rambutnya penuh perasaan. andra ini memanglah seorang penyayang, apalagi dengan orang yang di cintainya.


perlakuan andra sedikit menenangkan perasaannya yang galau.


"Sudah makan ?" tanya nya lagi


"Aku tidak lapar, hanya ingin tidur sekarang" kata jasmine


"Baiklah kamu istirahat duluan" sebelum andra beranjak dari tepi tempat tidur, ia menaikkan selimut jasmine hingga bahunya dan mengecup pucuk kepalanya.


Andra lalu mandi setelah itu bergegas ke ruang baca untuk menyelesaikan pekerjaannya.


memeriksa beberapa berkas perusahaan dan mengecek kesiapan pesta resepsinya yang akan berlangsung besok lusa, jadi seharusnya besok semua sudah rampung.


Terdengar suara pintu di ketuk.


"Masuk"


Yang datang adalah dio.


"Kak, lusa setelah pestamu, aku akan kembali ke london untuk menyelesaikan S2ku"


"Loh kenapa begitu mendadak dan terburu-buru sekali" andra mengernyitkan alisnya


"Aku sengaja mengurangi jadwal syutingku sebenarnya sudah lama dan sekarang aku rasa waktunya sudah tepat, cepat selesai dan aku akan cepat kembali" ujarnya...tentu saja itu hanya alasannya saja. ia sebenarnya ingin segera pergi dari negara ini dan tidak akan kembali lagi.


"Baiklah...jika kamu rasa itu terbaik untukmu aku tidak dapat memaksamu lagi" andra menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan keras seperti ada rasa kecewa yang terkandung di dalamnya


Tanpa berkata apapun lagi dio lalu pergi, sebelum ia menutup pintu andra memanggilnya


"Dio...jaga dirimu"


*


*


*

__ADS_1


*


Dio sedang mengemas barang-barangnya. tidak banyak yang ia bawa, selain agar tidak repot ia juga tak ingin ibu dan kakaknya melihatnya membawa semua barang-barangnya pastinya mereka akan bertanya-tanya.


jika hanya pakaian gampanglah tinggal beli yang baru semua.


Besok adalah resepsi jasmine, ia seperti ingin meninggalkan rumah itu sesegera mungkin.


ia tidak ingin melihatnya lagi setelah itu, menganggapnya tidak pernah ada dalam hidupnya dan membuangnya jauh-jauh dari hati dan pikirannya.


Malam itu dio kembali pergi minum ke bar.


vivian yang baru hari ini mengetahui dio memutuskan kontrak kerja dan mengakhiri semua kegiatan keartisannya, sangat terkejut mendengarnya. dari seorang produser berkata ia ingin vakum dari dunia hiburan.


kenapa demikian...semua orang menyayangkannya, padahal ia lagi naik daun dan begitu tenar saat ini. kariernya sedang berada di puncak kepopularitasan. hanya orang gila yang tidak menginginkan ada di posisinya.


Vivian sengaja membuntuti dio seharian sampai saat dio duduk menenggak birnya, ia datang seolah-olah tidak sengaja bertemu dengannya.


matanya berbinar-binar menatap bibir merah dio yang basah oleh bir, mengkilap di terpa lampu disco yang berkedap kedip.


dalam keremangan sekalipun ketampanannya tidak dapat di sembunyikan.


Dari tadi ia mengoceh dio sama sekali tak memperdulikannya, vivian menyadari dio sudah mabuk kemudian memanfaatkan situasi ini untuk kembali merayu nya...


ia duduk di pangkuan dio tangannya di lingkarkan di lehar dio.


Di depannya saat ini ia melihat wajah jasmine yang samar-samar sedang tersenyum menggoda kepadanya.


tanpa pikir panjang ia langsung menarik tengkuknya dan ******* bibirnya dengan ganas, vivian hampir melonjak karna girang tak menyangka sekian lama mendambakannya baru sekarang mendapatkannya pikirnya. ciumann itu lama-lama begitu panas dan berubah kasar tidak ada kelembutan sama sekali, seperti menyiksanya, ia tidak di berikan kesempatan untuk bernafas. vivian menggeleng-gelengkan kepalanya saat tiba-tiba dio dengan keras menggigit bibirnya hingga berdarah. ia menangis mencoba untuk melepaskan diri.


Dalam pandangan dio saat ini adalah jasmine yang ada di hadapannya kemudian dia menciumnya dengan kesal dan penuh amarah meluapkan semua emosi di dadanya.


"******* kau dio, laki-laki kurang ajar" vivian memakinya ketika berhasil terlepas dari mulut dio. dio meraih leher vivian menekannya ke tembok dan mencekiknya dengan keras.


"Tolong..tolong lepaskan aku..dio kau akan membunuhku" dengan sisa-sisa tenaganya dia memohon, wajahnya sudah biru nafasnya tinggal satu-satu..


"Lain kali jaga ucapanmu" dio melepaskannya yang kemudian terhempas ke lantai dan lunglai tak berdaya.


Malam ini ia memutuskan untuk tidur di aparteman pribadinya yang tidak jauh dari bar tersebut karna kepalanya begitu pusing selain itu ia tak mau berada di rumah yang sama dengan jasmine


Tiba-tiba handphone nya berdering...panggilan dari nomor asing.


"Siapa..."

__ADS_1


"Kau dimana.." suara disana tidak menjawab malah balik bertanya. tapi dio langsung mengenalinya, langsung ingin mengakhiri pangggilan, seperti tau..jasmine dengan cepat bertkata dengan suara putus asa


"Tunggu...jangan di matikan dulu ku mohon"


" Kakak ipar ada urusan apa hingga malam begini kamu mencariku"


suaranya serak terdengar semakin sexi walaupun ia bicara dengan begitu sinis.


"Dio..ku mohon sekali ini dengarkan aku, aku ada yang ingin ku bicarakan denganmu"


Dio begitu jengah mendengar jasmine..ada apa lagi..apa yang ingin dia bicarakan sebenarnya kenapa semakin ia ingin menghindarinya, gadis itu setiap hari mencari alasan untuk bertemu dengannya.


*


*


*


*


Hallo teman-teman...


terimakasih sudah mampir ke ceritaku ini.


jangan lupa untuk terus dukung thor dengan cara berikan :


Like


Komen


Vote


Tip


Tag ❤ sebagai favorit kalau kalian suka cerita ini supaya kalian akan mendapatkan notif info update tiap episodenya


Selamat membaca 🙏🏻🙏🏻🙏🏻❤




__ADS_1




__ADS_2