Menikahi Adik Ipar

Menikahi Adik Ipar
Rumah Sakit


__ADS_3

Mobil andra melaju dengan kecepat penuh, andra ingin sesegera mungkin sampai di rumah...


Rumah sudah sepi saat andra masuk, larut malam begini pastinya semua orang sudah tertidur dengan nyenyak hingga tak menyadari kejadian di kamar jasmine.


Andra berlari menaiki anak tangga. sampai di dalam kemar, pintu kamar mandi terbuka...


jasmine tergeletak dengan kepala bersimbah darah.


saat terpeleset jasmine jatuh kebelakang dan kepalanya terbentur sudut meja wastafel.


Andra memeluk tubuh lemas jasmine, menuruni tangga sambil berteriak...


seisi rumah gaduh...ibu sofia dan para pelayan berhamburan keluar, semua terkejut melihat andra menggendong jasmine dengan darah menetes dari kepalanya...


Dengan sigap sopir sudah menunggu di depan. andra masuk ke dalam mobil dengan buru-buru. di dalam mobil ia tak melepaskan pelukanya dari tubuh jasmine, kemeja putihnya kini berwarna merah.penuh bercak darah.


"Bangun sayang..." di tepuk pipi jasmine beberapa kali. wajah wanita itu di dekap di dadanya, bulir- bulir bening itu sudah tak tertahankan lagi, menetes begitu saja....


Rasa takut dan sedih nya tak bisa di gambarkan...


sekarang andra menyalahkan dirinya, harusnya ia tak meninggalkannya sendirian...


menatap dalam-dalam ke wajah gadis kecilnya yang ceroboh itu...


baru kali ini ia merasakan takut kehilangan seseorang...


Wajah tampannya meredup, tuan andra yang biasanya tangguh, kuat dan bijaksana itu kini hatinya menjadi lemah.


semua hal buruk membayanginya namun ia tak berani berpikiran kesana.


"Jes....jes..." sesekali andra menguncang tubuh kecil jasmine tapi sama sekali tak memberikan respon.


Merekapun tiba di rumah sakit terdekat, jasmine langsung di bawa masuk ke ruang operasi untuk mendapatkan tindakan....


Beberapa menit kemudian ibu sofia menyusul ke rumah sakit, . .


ia melihat andra sendirian menunggui jasmine dengan gelisah...


sesekali duduk lalu berdiri, berjalan mondar mandir di depan pintu ruangan.


"Andra bagaimana jasmine ?"


ibu sofia menghampiri andra dengan berjalan tergesa-gesa, raut wajahnya nampak khawatir...

__ADS_1


andra membawa ibu sofia duduk sambil menggenggam tangannya.


"Dokter belum keluar, semoga saja tidak terjadi apa-apa" ucap andra menenagkan ibu sofia padahal dalam hatinya sendiri sangat tidak karuan.


bu sofia mengangguk, tatapan mereka berdua tidak lepas dari pintu ruangan operasi.


*


*


*


Lampu merah di atas pintu mati, tanda operasi selesai, dokter keluar sontak ibu sofia dan andra berdiri berbarengan dan mendekati dokter .


"Keluarga pasien ?" panggil dokter begitu pintu terbuka.


"Ya... saya suaminya" ucap andra


"Bagaimana dok keadaan istri saya" tanya nya dengan nada cemas.


"Tidak terlalu serius, hanya saja karena luka benturannya di kepala jadi darahnya keluar banyak, tapi untung saja cepat di bawa ke sini kalau tidak ia akan kehabisan banyak darah"


"Tapi akibat dari benturannya sendiri apakah tidak berbahaya ?" tanya andra


"Tidak ada geger otak hanya trauma sedikit hanya butuh istirahat dalam beberapa hari akan segera membaik jadi jangan cemas.


Jasmine keluar dari ruangan operasi di pindahkan ke ruang perawatan. sepertinya ia harus menginap di sini selama beberapa hari ke depan.


wajahnya masih pucat, ia berbaring dengan kepala di perban.


sudah satu jam jasmine belum sadar juga.


"Bu... pulanglah.....biar aku saja yang berjaga di sini" andra meminta ibu sofia pulang karena waktu jg sudah hampir subuh, ibu sofia tampak lesu, andra tak tega melihatnya begadang dan menyuruhnya istirahat di rumah.


"Tapi kamu sendirian......"


"Tak apa...bila lama ibu di sini nanti malah akan buat ibu tak sehat"


belum selesai ibu sofia bicara andra sudah memotongnya...


"Minta orang bawakan pakaian gantiku dan peralatan mandi" ucapnya sambil menilik ke dirinya sendiri.


Ya dia memang harus segera membersihkan dirinya, darah merah yang memenuhi kemejanya sudah mengering dan menjadi kaku.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama pakaiannya sudah sampai, andra segera mandi dan berganti baju.


Andra duduk di tepi tempat tidur jasmine, menggenggam jemari gadis itu...tak hentinya ia mengutuk dirinya sendiri atas kejadian ini.


andra berjanji setelah jasmine sadar ia akan memarahinya....


Dan tentu saja akan memecat pembantu yang tidak becus membersihkan rumah.


bagaimana mungkin kamar mandi bisa di biarkan licin seperti itu, hampir saja merenggut nyawa seseorang,,,, geram andra.


*


*


*


*


**Hallo teman-teman...


terimakasih sudah mampir ke ceritaku ini.


jangan lupa untuk terus dukung thor dengan cari berikan :


Like


Komen


Vote


Tip


Tag ❤ sebagai favorit kalau kalian suka cerita ini supaya kalian akan mendapatkan notif info update tiap episodenya


Selamat membaca 🙏🏻🙏🏻🙏🏻❤**



Ilustrasi jasmine



Ilustrasi andra

__ADS_1



Ilustrasi dio


__ADS_2