Menikahi Adik Ipar

Menikahi Adik Ipar
Bertemu


__ADS_3

Karna identitas sebenarnya sudah terungkap, maka baiklah...dio memulai harinya sebagai boss besar MG intertainment yg melegenda itu, iq tak lagi menutup-nutupi identitasnya lagi. hari ini ia datang ke perusahaan dengan dirinya sendiri karna pada dasarnya ia menyukai profesinya sebagai sutradara jadi ia akan tetap menjalakan pekerjaannya itu seperti biasa


Saat mobilnya baru tiba di depan gedung, wartawan ramai menanti kadatangannya, juga, pun para pengusaha lainnya yang berisaha ingin bertemu dengannya karna jika membuat janji terlebih dahulu pasti akan lama dalam list antrian jadi mereka berbondong-bondong mendatangi perusahaan, padahal dengan begitu lebih mempersulit mereka untuk bisa bertemu.


Cindy masuk memyerahkan laporan kepada dio, berbeda dengan andra sejak kemarin performa perusahaan mereka melonjak drastis, orang-orang entah dari mana saja ingin mengajukan kerja sama.


termasuk para investor yang dulu berinvestasi di Bagastra group.


dio membaca profil mereka sekilas....


"Ambil ini, ini...ini dan ini juga" ia memilih beberapa nama perusahaan yang melakukan pengajuan.


"Tapi tuan, emm... semua yang anda tunjuk adalah investor dari bagastra group" ucap cindy agak sedikit ragu.


Tapi dio tanpa berpikir panjang langsung meng ACC mereka, lalu mengapa jika mereka rekanan bagastra group ?


sekarang tidak ada lagi perasaan yang harus ia jaga, lagi pula mereka yang datang sendiri tanpa ia memintanya. jadi tidak salah kan ?


Bukannya kemarin andra berkata bahwa anjloknya harga saham rumah produksinya di karenakan oleh dio ? padahal itu tidak benar jadi sekarang mari di lakukan.


Keputusan yang di lakukan oleh dio ini adalah titik balik dari semuanya, tak ayal saat ini di tempat andra mengalami penurunan yang dangat signifikan, walaupun katanya ini hanya sebagian kecil dan tidak mempengaruhinya tapi menjadi berbeda bila penyebabnya adalah dio.


Ini benar-benar berimbas besar untuk bagastra group, andra sangat marah bagaimana bisa rumah produksinya jatuh hanya dalam 1 hari,,.


belum pernah ada yang bisa dan tidak pernah ada yang berani melakukan ini padanya.


lalu ia memikirnya tentang mencelakai dio. iapun menyuruh pembunuh bayaran profesional yang melakukannya karna jika ia lakukan sendiri itu tidak akan baik jika ibu sofia mengetahuinya. bagaimanapun juga dio adalah kesayangan ibu sofia. bagaimana kalau ia tau bahwa andra yang menghabisi dio, walaupun mereka bukan saudara kandung tapi ibu sofia tidak membedakan mereka.


Malam itu andra mengutus pembunuh bayaran untuk menghabisi dio, tapi ia tidak tau bahwa orang tersebut adalah anak buah jaya permana.


*


*


*


*

__ADS_1


Jasmine pergi ke supermarket untuk membeli sayuran, sebanarnya kepala pelayan sudah melarangnya, ia tak harus melakukan ini karna semua kebutuhan di rumah itu akan di antar ke rumah setelah mereka menelponnya tapi karna ia merasa bosan tidak ada aktifitas seharian hanya menonton dan tidur jika tidak ia hanya pergi menyiram bunga, bagi seorang jasmine yang lincah dan periang, seperti itu setiap harinya lama-lama juga membuatnya jenuh, andra juga tidak ada waktu untuk menemaninya jalan-jalan.


dulu ibu sofia yang sering mengajaknya keluar makan, belanja dan menonton tapi semanjak dio pergi, ibu sofia lebih sering tinggal dengan dio.


terlebih lagi sekarang, ibu sofia sama sekali tidak keluar dari kamarnya, ia begitu terpukul dengan tindakan andra kemarin.


jasmine hawatir melihat ibu sofia yang selalu sedih dan mengurung diri, makanan yang di antarkan tidak pernah di makan, selalu keluar dalam keadaan utuh tak tersentuh.


jasmine rasa, ia harus bicara dengan andra untuk membujuk ibu sofia.


Jasmine membeli berbagai macam sayuran hijau, daging, dan tomat. ia juga membeli bumbu-bumbu dapur. setelah di rasakannya cukup ia pergi ke rak lain untuk mencari yogurt, ketika berbelok trollynya tidak sengaja menabrak trolly belanjaan orang lain.


"Oh maaf aku tidak sengaja" ucap jasmine


wanita muda berambut coklat pemilik trolly tersebut berbalik dan mereka saling bertemu muka, saling memandang satu sama lain cukup lama dan sama-sama terkejut sepertinya.


Jasmine merasa seperti ia tidak asing, tentu saja mereka pernah bertemu beberapa kali dan......


Bukankah dia wanita yang ada di foto bersama andra ?!


Jasmine mengingatnya dengan jelas...


"Apa kau tidak punya mata" elena balik membentaknya


"Sepertinya kau ini tidak pernah melakukan hal dengan benar" sambungnya lagi sambil berkacak pinggang


"Apa kau tidak salah, aku menyenggol keranjang belanjaanmu dan kau marah ?" jasmine menyunggingkan kan sebelah bibir atasnya.


"Begitu banyak orang tidak tahu malu jaman sekarang, kau naik ke ranjang dengan suami orang kenapa kau tidak berpikir pemiliknya juga akan marah ?!" jasmine sedikit memajukan wajahnya ke wajah elena dengan sedikit mendongak karna elena jauh lebih tinggi darinya.


"Fuuhhhhh" jasmine meniup wajah elena


"Dassar tidak sopan, pantas saja andra bosan denganmu, lihat saja sebentar lagi dia akan meninggalkanmu" ucap elena dengan angkuh.


"Kau terlalu percaya diri, kenapa kau begitu yakin ?"


"Ya karna dia tidak mencintaimu dan lagi apa kau tidak berpikir menikah bertahun-tahun apa andra tidak menginginkan seorang anak ?"

__ADS_1


Degg !


Elena menyeret keranjangnya pergi meninggalkan jasmine yang seketika terdiam membisu bagai sebuah patung.


kalimat elena yang terakhir sangat membekas di hati jasmine membuat lidahnya kelu.


Sudah sekian lama memang mereka menikah jasmine tidak kunjung hamil juga, lagi pula andra tidak pernah bertanya atau meminta jadi mereka tidak pernah membahasnya. kenapa justru tiba-tiba elena menyebut masalah anak dengannya.


*


*


*


*


*


Hallo teman-teman...


terimakasih sudah mampir ke ceritaku ini.


jangan lupa untuk terus dukung thor dengan cara berikan :


Like


Komen


Vote


Tip


Tag ❤ sebagai favorit kalau kalian suka cerita ini supaya kalian akan mendapatkan notif info update tiap episodenya


Selamat membaca 🙏🏻🙏🏻🙏🏻❤


__ADS_1




__ADS_2