
Andra mengambil gambar jasmine dengan berbagai pose, ia yang berjalan dan bermain dengan ombakpun tidak luput dari sasaran bidikan kamera andra. gadis itu begitu riang bertemu pantai, andra senyum-senyum sendiri melihat tingkah gadis kecilnya itu.
saat tengah asik memotret jasmine, telpon genggam di sakunya berdering.
"Hemm...bagaimana.., baiklah selidiki lagi" lalu ia menutup telponnya. dan memanggil jasmine.
"Kemari...."
jasmine tidak membantah, di panggil sekali saja ia langsung datang. tampak manis sekali kalau menurut begini.
"Minum dulu" andra menggandengnya ke arah cafe yang berada di dekat pantai.
"Es kelapa muda dua" ucapnya kepada pelayan.
Jasmine sibuk melihat-lihat hasil jepretan andra.
"Yang ini jelek, hapus...kok yang ini giginya nyengir, jelek hapus..." jasmine sambil memuncungkan bibirnya saat menemui foto yang tidak sesuai keinginannya dan jelek menurutnya ia langsung mendelatenya, hal ini membuat andra keberatan.
"Heii jangan seenaknya main hapus sembarangan" ia menarik kamera dari tangan jasmine
"Ini kan terlihat jelek, kenapa kamu memotretku saat aku belum siap" protesnya
"Memangnya kenapa...namanya juga candid"
Jasmine mengembek karna andra tidak mengizinkannya menghapus foto jeleknya.
ia melihat andra yang tertawa saat melihat hasil fotonya membuat jasmine kembali marah.
"Benarkan kamu menertawakanku..kamu sengaja menjadikanku bahan leluconmu" jasmine merajuk.
"Hahaha tidak tidak..iya akan aku hapus. lagi pula ini tidak jelek kok... di mataku kamu mau bagaimanapun juga tetaplah jasmineku yang paling cantik" ia seraya mencubit pipi jasmine.
saat menyentuh wajah gadis itu ia teringat kemarin meminta orang untuk menyelidikinya, mencari tahu masalalu nya, asal usul keluarga dan kampung halamannya. sebenarnya ia tidak mempermasalahkannya, tapi saat elena berkata macam-macam di pesta kemarin malam, entah kenapa ia menjadi penasaran.
Dulu sebelum menikahpun ia tanpa ragu, tanpa mengecek terlebih dulu, tanpa pikir panjang langsung saja menikahinya, atau mungkin karna pada saat itu ia tidak berniat serius dengan jasmine, hanya sebatas kontrak jadi tidak memperdulikan itu semua.
jasmine jg tidak bercerita banyak hanya bicara sedikit mengenai orangtuanya dan adiknya di kampung, mereka hidup susah bahkan tidak bersekolah hingga tamat sampai ia di ajak kerja oleh tetangganya ke kota lalu di jual di club malam.
Hari itu ia berkisah sambil menangis jadi andra tidak tega untuk menanyakan lebih jauh
Kemarin saat elena bicara, bukannya membuat ia tidak percaya dengan jasmine hanya saja ingin membuktikan kebenarannya, jika tidak benar maka ia akan membuat perhitungan dengan elena karna sudah bicara yang tidak-tidak, membuat rumor yang mungkin bisa merusak citra perusahaan bahkan merusak hubungan keluarganya.
Flasback
Elena menuangkan anggur pada gelasnya, ia sengaja berada di situ karna melihat andra.andra yang seusai menyapa tamu merasa haus dan mengabil minuman di meja, melihat suasa agak sepi, ia kemudian menyusulnya.
__ADS_1
"Selamat ya atas pernikahanmu, mari bersulang untukmu" elena mengangkat gelasnya dan minum dengan elegan.
andra sebenarnya enggan berbicara dengannya ya sudahlah karna hari ini pesta pernikannya jadi ia dapat pengecualian. jika tidak ia sebisa mungkin akan menghindarinya.
"Apa kamu tau mengenai wanita itu" ia tiba-tiba mengajukan pertanyaan pada andra.
andra mengernyitkan alisnya menatap tajam ke arah elena
"Siapa yang kau maksud ? istriku ?"
"Ya dia apa kau tau ?" tanya nya lagi
"Tentu saja aku tau..."
"Termasuk masa lalunya ?" elena sedikit menekan pada kata masa lalunya
"Seperti apa masa lalunya aku tidak peduli dan juga itu bukan urusanmu" andra mulai terlihat tidak senang
"Apa kau yakin ? bagaimana jika dulu ia kekasih adikmu dio, dan mereka bahkan serumah. apa kamu tidak takut kalau mereka bertemu tiap hari, benih-benih cinta bisa tumbuh kembali" ucapan elena sedikit memprofokasi andra, wajah andra seketika berubah suram. elena selesai berkata begitu menjadi takut dengan perubahan andra.
sebelum sempat ia berbicara lagi andra langsung berkata
"Jaga ucapanmu, aku tidak sungkan untuk memotong lidahmu itu kalau kau berani menyebar gosip sembarangan" andra langsung pergi, ia meletakkan gelas dengan keras ke meja membuat elena terkejut dan tubuhnya tersentak.
"Coba kau selidiki semua tentang jasmine" andra menelpon seseoarang memintanya menyelidiki jasmine.
Lantas bagaimana bila memang pernah memiliki hubungan ? ia akan bagaimana ? akan melakukan apa dan menyikapinya seperti apa ? andra menjadi bertanya-tanya hingga menjadi penasaran.
*
*
*
*
ia teringat juga kemarin seusai pesta ia mencari jasmine, hingga keliling semua ruangan dan halaman ia tidak menemukannya. saat di depan kamar dio ia mendengar seperti suara jasmine, tidak sabaran ia langsung membuka pintu dan benar saja jasmine ada di dalam kamar bersama dio.
Waktu itu ia melihat mata jasmine sembab seperti habis menangis dan jasmine menjadi gugup saat ia tiba-tiba masuk.
sebelumnya ia tidak pernah melihat mereka saling bertegur sapa apalagi sampai bercakap-cakap jadi ia merasa heran kenapa jasmine bisa berada di kamar dio, mereka tidak pernah akrab sebelumnya.
Lalu kepergian dio setelah pernikahannya, ia juga sebelumnya tidak pernah mendengar dio akan study ke luar negeri, kenapa terkesan mendadak ? apa mungkin serba kebetulan saja atau hanya perasaannya saja.
Jadi daripada berpikir dan mencurigai yang tidak-tidak sebaiknya cari tau dulu biar lebih jelas
__ADS_1
*
*
*
*
Hallo teman-teman...
terimakasih sudah mampir ke ceritaku ini.
jangan lupa untuk terus dukung thor dengan cara berikan :
Like
Komen
Vote
Tip
Tag ❤ sebagai favorit kalau kalian suka cerita ini supaya kalian akan mendapatkan notif info update tiap episodenya
Selamat membaca 🙏🏻🙏🏻🙏🏻❤
Jasmine
Elena
Andra
__ADS_1
Dio