Menikahi Adik Ipar

Menikahi Adik Ipar
Dialah Orangnya


__ADS_3

Melakukan perjalanan bisnis kali ini dalam rangka membahas proyek besar yang dimana akan menunjukkan kualitas dan performa perusahaan itu sendiri, semua pemilik rumah produksi akan hadir di sini termasuk andra dan jaya permana.


Dalam sebuah ruangan pertemuan yg luas dengan meja bundar yg besar kursi-kursi berjajar melingkar. terdapat 2 buah kursi besar di antaranya dengan posisi berhadapan.


layar besar juga terpasang di dinding ruangan.


semua org duduk di kursi yang sudah terdapat nama mereka masing-masing di meja di hadapannya, kecuali 2 kursi besar itu tidak bernama tapi semua orang sudah tau yang duduk di kursi itu hanyalah mereka yang di anggap penting.


ketika beberapa org masuk teramasuk dio.


dio berjalan sejajar dengan tuan michel pemimpin rapat ini, sang empunya wewenang, pengusaha terkenal dan cukup di segani.


hampir semua di sana menatap sinis dan memandang rendah kepada dio, terlebih lagi jaya permana, ia lah seorang pecundang yang sedang berusaha menjilat, begitu pikirnya


tapi belum selesai dengan pemikirannya itu semakin tercengang ia begitu dio berjalan dan langsung duduk di kursi besar dan berhadap-hadapan dengan tuan michel. itu membuatnya geram dan spontan berdiri dan menggebrak meja.


"Lihat...siapa dirimu dan lihat betapa tidak sopannya kamu ! begitu datang langsung duduk sembarangan, bangun sebelum ku panggilkan security untuk mengusirmu keluar" ucapnya dengan marah, kata-katanya dan cara ia memandang dio sangat melecehkannya.


semua orang melihat bergantian ke arah jaya permana dan dio.


tapi orang yang di maksud ini tidak bergeming ia duduk menyilangkan satu kakinya ke kakinya yang lain dan jari-jari tangan kanannya mengetuk-ngetuk meja, matanya menatap lurus ke arah jaya permana...


Lalu tuan michel menyela,


"Maaf mungkin ini salah paham, kursi itu memang di sediakan untuk tuan dio, boss besar MG intertain"


Begitu kata-kata boss besar MG intertain itu meluncur dari mulut tuan michel, jaya permana begitu shock seakan nafasnya terhenti di tenggorokannya, tidak ada satu hurufpun yang mampu terucap dari mulut busuknya itu.


begitu juga yang lainnya tak terkecuali andra.


jaya permana jatuh duduk di kursinya, ia nampak lemas dan menundukkan kepalanya.


dio merubah posisi duduknya menjadi sedikit menyandar dengan kedua tangannya di lipat di depan dadanya begitu santai seolah menunjukkan inilah aku dengan semua kekuasaanku yang tidak kamu ketahui. tapi ini semua terlalu cepat untuk terungkap, dio sebenarnya masih tidak ingin identitas aslinya terbuka secepat ini.

__ADS_1


Andra duduk tenang tapi dalam hatinya berkecamuk, sama seperti yang lainnya ia tidak menyangka bahwa boss besar MG intertainment yang di agung-agungkan itu adalah dio, boss besar yang selama ini penuh kuasa tapi tertutup keberadaannya, sosok yang misterius itu adalah dio ???


Rapat berlangsung dengan tertib, ketika dio berbicara ia terlihat sangat elegan, nampak berwawasan luas, ilmunya tinggi, ia menunjukkan kemampuan dan kualitas dirinya bahwa ia pantas ada di sini, ia pantas duduk di kursi ini. ialah dio sang boss besar MG Intertainmen yang di segani orang-orang selama ini.


semua yang di sampaikannya membuat orang-orang berdecak kagum, anak muda yang begitu kreatif dan inovatif. lalu tepuk tangan yang riuh mengiringinya ketika ia selesai menyampaikan persentasi dan memberikan opini-opininya yang brilian.


Setelah beberapa jam rapatpun berakhir. andra tidak langsung pulang, ia pergi bertemu seseorang secara diam-diam.


"Kau lihat... dio dia adalah boss besar MG intertainment, harusnya aku tidak meremehkannya kemarin-kemarin jika begitu aku bisa menjalin kerja sama dengannya" ucap jaya permana


"Apa kau takut ?" andra menyunggingkan senyum lalu menyesap kopinya.


"Tidak ada yang seoarang jaya permana takutkan, aku hanya menyayangkan kemungkinan kerjasama yang pupus, tapi tidak bisa dii pungkiri kemampuannya luar biasa" ucap jaya permana ia melirik ke arah dio, sedikit memanas-manasinya


"Ia hanya punya 1 bidang ia tidak memiliki yang lainnya jadi itu tidak akan mempengaruhiku" maksud andra adalah dio hanya bekerja di 1 bidang saja yaitu intertainment sedangkan andra merambah ke dunia properti, jawellery, dll. jadi jika dio menguasai 1 bidang itu, maka andra masih merajai yang lainnya.


"Kau belum membayarku untuk yang kemarin" kata jaya permana


"Ku pikir itu hanyalah DP nya, ku peringatkan jangan coba macam-macam denganku, apa kau pikir dio akan diam saja saat ia tau aku yang mencelakainya ? bahkan saat ia tau bahwa kau dalang di balik semuanya. apa ia akan diam saja ? aku rasa dio bukanlah orang yang bodoh. jangan terlena dengan sikap diamnya, bersiaplah untuk serangan balik darinya"


"Aku sungguh menyesal mempercayakan orang yang tidak berkompeten, oh ya aku menunggu saat-saat itu tiba" andra mengusap pergelangan tangannya yang tadi di cengkeram oleh jaya permana lalu meninggalkannya pergi.


Sepanjang perjalanan ia masih memikirkannya, kejadian hari ini membuatnya menjadi pusing.


ia meraih ponselnya, ingin menelpon jasmine..mendengar suaranya setidaknya membuatnya sedikit merasa tenang.


"Hallo...." sapa suara di ujung telpon


"Sedang apa ? tanya andra


"Tidak ada aku hanya menyiram bunga, kapan kau pulang ?"


"Kenapa ? apa kau sudah rindu dengan suamimu ? " andra tersenyum saat mengatakannya

__ADS_1


"Tentu saja aku rindu, tidak ada yang menggaruk punggunggu kalau kau tak pulang malam ini" ucap jasmine sambil terkekeh


"Ya aku akan segera pulang, nanti ku telpon lagi" andra memutuskan panggilannya.


*


*


*


*


Hallo teman-teman...


terimakasih sudah mampir ke ceritaku ini.


jangan lupa untuk terus dukung thor dengan cara berikan :


Like


Komen


Vote


Tip


Tag ❤ sebagai favorit kalau kalian suka cerita ini supaya kalian akan mendapatkan notif info update tiap episodenya


Selamat membaca 🙏🏻🙏🏻🙏🏻❤



__ADS_1


__ADS_2