
Pagi ini di kediaman keluarga bagastra.
saat tiba waktunya sarapan, sudah ada ibu sofia, andra dan jasmine tapi dio tak nampak.
"Dio kenapa belum turun...?" tanya andra
"Kan dia biasa memang jarang mau sarapan" jawab ibu sofia
"Hal yang tidak baik jangan di biasakan...lagi pula aku ada yang ingin di sampaikan dengan semua mengenai rencana pesta pernikahan, tolong panggilkan dia" andra memberikan isyarat dengan gerakan kepala kepada pelayan untuk segera memanggil dio. tapi kemudian pelayan itu turun...
"Tuan muda dio tidak ada di kamarnya tuan, mungkin semalam tuan muda tidak kembali"
Sambil menyantap makanannya dio berkata kepada ibu sofia
"Semua urusan pesta sudah aku atur, nanti akan di urus oleh weding organizer, desainer akan datang besok untuk mengambil ukuran ibu dan jasmine. dia akan membuatkan rancangan khusus untuk kalian berdua karna ini adalah hari yang spesial...dio aku ingin dia menjadi pendamping pengantin wanitaku"
Ibu mengangguk antusias mendengar perkataan andra. sedangkan jasmine hanya menunduk memotong-motong sandwichnya sedari tadi sampai menjadi bagian kecil-kecil tapi tidak memakannya. ia menatap kosong ke dalam piringnya.
Lalu dari arah pintu masuk dio dengan langkah kaki yang besar hendak menaiki tangga. mata semua orang tertuju padanya.
penampilannya sangat berantakan, bajunya lusuh, matanya merah dan tercium bau alkohol yang sangat kuat.
sepertinya ia habis minum dan tidak tidur semalaman.
"Sayang kemari..." ibu sofia memanggilnya
langkah dio terhenti tanpa menoleh dia berkata
"Ibu aku lelah" lalu naik ke kamarnya
jasmine meliriknya dengan perasaan sedih.
tidak tahan air matanya ingin jatuh ia segera bangun dari tempat duduknya.
"Aku sudah kenyang, perutku sakit aku ke toilet sebentar"
Jasmine naik ke kamarnya. saat melewati kamar dio dengan pintu yang tidak tertutup rapat, ia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak masuk ke dalam.
Tidak melihatnya ke semua sudut ruangan, ia mencarinya ke balkon, dio ada di sana. berdiri di pinggir pagar sambil menghisap sebatang rokok.
"Dio...." jasmine memberanikan diri memanggilnya. dio membalikkan badan ke arahnya. melihat di sana jasmine berdiri sambil meremas-remas jemari tangannya.
"Ada apa ? " nadanya sangat acuh dan tidak suka
"Kenapa tidak sarapan" sebenarnya bukan ini yang ingin ia katakan tapi ini yang keluar dari? mulutnya...tidak tau harus mulai dari mana saat tatapan dingin menusuk hatinya ia merasakan dingin hingga sulit untuk bersuara.
"Untuk berpartisipasi dalam pernikahan kalian ? aku sudah mendengarnya tadi...apa kau datang untuk memintaku menjadi pengiringmu ?" dio tersenyum miris
__ADS_1
"Tak ku sangka setelah menikamku, kamu berniat menguburku" tatapan matanya begitu dalam padahal jarak mereka cukup jauh tapi jasmine seolah terintimidasi oleh tatapan dio.
Dio berjalan ke arah jasmine, kedua tangannya di masukkan ke dalam saku celana nya.
"Apa belum cukup bagimu hingga ingin melukaiku lebih dalam lagi ?"
jasmine masih menunduk tidak berani mengangkat kepalanya
"Aku tidak bermaksud...."
belum selesai dio sudah memotong perkataannya
"Tapi bila kamu sangat ingin menjadikanku pendampingmu, aku akan penuhi anggap saja sebagai kado pernikahan dariku. setelah itu kita tidak akan berjumpa lagi"
Kata-kata itu begitu menyayat hati. jasmine sudah benar-benar tidak dapat menahannya lagi..bulir-bulir kristal itu mengalir mengikuti bentuk wajahnya.
lalu tangannya di tarik dengan keras oleh dio ia di seret dan di lemparkan keluar kamar.
Jasmine berlari ke kamarnya dan menangis tersedu-sedu.
semua kata yang ingin ia ucapkan tertelan kembali ke dalam tenggorokannya seketika saat terbunuh oleh ucapan dio. tapi ia tidak bisa memyalahkannya...karna memang begitulah kenyataannya. ia berkata yang sebenarnya.
Dio mengambil botol anggur dan memimumnya langsung seperti orang putus asa dan frustasi, meneguk anggur itu hingga habis hanya dalam satu tarikan nafas.
kemudian "Praaangggg"
ia membanting botol yg sudah kosong ke lantai hingga hancur terburai seperti keadaan hatinya saat ini.
amarah dan kesedihannya bercampur jadi satu.
Di kamar sebelah sana sedang mengalami hal yang sama, sama-sama menangis dna berkeping-keping.
tapi kali ini dio tak mengeluarkan airmata lagi, airmatanya sudah habis terkuras semalam saat mabuk dia menangis habis-habisan lalu ia berjanji tidak akan pernah ada airmata lagi untuknya.
padamu sepenuh hati
hidup pun akan ku beri
apapun kan ku lalui
Tapi tak pernah ku bermimpi
kau tinggalkan aku pergi
tanpa tau rasa ini
ingin rasa ku membenci
__ADS_1
Tiba-tiba kamu datang
saat kau telah dengannya
semakin hancur hatiku
Jangan datang lagi cinta
bagaimana aku bisa lupa
padahal kau tau keadaannya
kau bukanlah untukku
Jangan rindu lagi cinta
ku tak mau ada yang terluka
bahagiakan dia aku tak apa
biar aku yang pura-pura lupa
#Mahen \= pura-pura lupa*
terimakasih sudah mampir ke ceritaku ini.
jangan lupa untuk terus dukung thor dengan cara berikan :
Like
Komen
Vote
Tip
Tag ❤ sebagai favorit kalau kalian suka cerita ini supaya kalian akan mendapatkan notif info update tiap episodenya
Selamat membaca 🙏🏻🙏🏻🙏🏻❤
__ADS_1