
Hujan belum juga reda, di tengah gelap gulita tubuh kecil jasmine mendekap tubuh dio walaupun dia sendiri mulai kedinginan dan menggigil.
Sinar matahari menerpa wajah dio membuatnya terbangun, saat ia membuka matanya ia melihat seorang gadis berada di di hadapannya sedang memeluknya. dio mencoba mengingat kembali kejadian semalam.
Dio akan beranjak ketika ia pelan-pelan mengangkat tangan jasmine dengan hati-hati memindahkannya, ia melihat luka gigitan cukup parah di tangan gadis itu. ia berdecak kesal.
Siapa dia ? kenapa bisa muncul di tengah hutan malam-malam...
kenapa dia tidak pergi saat aku menyerangnya,..
Dio melihat gadis itu tidak seperti yang lainnya yang berlari ketakutan saat melihat wujud aslinya yang seperti iblis...
bukannya pargi ia malah memeluknya dengan kencang walaupun dio sudah menggigitnya.
Saat jasmine terbangun ia tidak menemukan dio...ia mendapati dirinya sedang menyandar di dinding batu dengan berselimutkan jaketnya.
Kemana pergi nya pria itu.... pikirnya
Jasmine mencari kemana-mana tapi tidak menemukannya. lalu ia melihat sebuah aliran sungai yang airnya sangat bening dan bersih sekali. ia berpikir untuk minum sedikit disana, dari semalam tenggorokannya sudah kering.
Ia berjongkok mengambil air dengan kedua belah tangannya dan meminumnya lalu membasuh wajahnya. ketika ia melihat bayangan seorang pria terpantul pada permukaan air yang jernih, ia terkejut dan kehilangan kendali tubuhnya, hingga sedikit lagi tercebur di dalam air yang dingin itu untung saja dio segera menarik tangannya dan menahan pinggangnya dengan tangan sebelahnya lagi.
"Kau membuatku kaget, jantungku hampir saja copot" ucap jasmine sambil mengelus-elus dadanya karna terkejut
"Kau pikir aku hantu" kata dio lalu melepaskan pegangan tangannya.
"Siapa kamu...kenapa kau menolongku" sambungnya lagi.
"Aku jasmine..." sembari mengulurkan tangannya tapi dio tidak menyambutnya malah pergi duduk di atas bebatuan yang ada do tepi sungai.
"Lain kali bila melihatku beku, jangan coba-coba mendekatiku, itu sama saja dengan cari mati"
"Kenapa ? buktinya aku masih hidup"
"Tapi lain kali aku tidak menjaminnya..."
"Lalu kenapa kau bisa berada di atas bukit seorang diri, bukannya itu sangat berbahaya. aku tau kau pasti mengetahui kalau kau itu punya penyakit tidak tahan dingin, kenapa berani masih di sini sampai sore. kau tau tidak saat itu kabut mulai turun udara berubah menjadi dingin apalagi sedang musim hujan"
Dio menatap jasmine sinis...
"Kau wanita yang cerewet sekali..." sambil berlalu pergi tapi kemudian menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah jasmisne...
__ADS_1
"Kau masih ingin di sini atau ikut turun denganku"
tidak menjawabnya lalu jasmine mengikuti dio berjalan di belakangnya dengan kaki yang pincang karna tersadung pohon kemarin.
membuat ia tertinggal jauh dari dio.
matahari juga sudah menyengat jasmine mulai lemas dan kelelahan sedangkan dio berjalan tidak menengok kebelakang lagi. ia terus saja berjalan sampai ia menyadari jasmine sudah tidak ada di belakangnya lagi.
Hilang kemana gadis itu....tiba-tiba saja memghilang.
Rupanya jasmine tertinggal cukup jauh, ia bersandar di sebuah pohon dengan nafas terengah-engah...mengusap-usap kedua kakinya yang sakit tidak kuat untuk berjalan lagi...
ia berpikir mungkin laki-laki itu sudah meninggalkanya harusnya tidak takut turun sendiri, kemarin saja ia berani naik sendiri malam-malam
Tak lama dio muncul...
"Payah..."
"Kenapa kau kembali...aku tidak apa turun sendiri" ucap jasmine sambil masih mengelus kedua kakinya...
dio melihat kaki jasmine yang biru dan bengkak itu dengan rasa prihatin...bagaimanapun juga ia mendapatkan luka itu karna menolongnya..pikirnya.
"Coba ku lihat..." dio berjongkok dan memegang kaki jasmine...terdapat goresan2 akibat semak berduri kemarin...
"Kalau di pakai berjalan lagi..kakimu akan semakin membengkak"
"Ya..aku akan istirahat sebentar lalu lanjut lagi kalau sudah baikan" kata jasmine
"Menunggu hingga baikan ? jika tidak segera di obati kakimu ini baikannya minggu depan. jadi minggu depan baru akan meninggalkan hutan ? "
"Ayo naik..." dio mengisyaratkan jasmine untuk naik ke punggungnya
"Tidak perlu berlebihan begitu..aku bisa jalan sendiri" ucap jasmine sambil mencoba bangkit tapi kemudian terjatuh lagi...
Benar dia sementara tidak bisa lagi menggunakan kakinya untuk berjalan tapi mana mungkin ia membiarkan pria asing menggendongnya di punggungnya...
memalukan sekali.
"Sudahlah..cepat naik tidak usah membantah lagi kalau tidak kedua kakimu itu akan aku patahkan biar benar-benar tidak bisa berjalan lagi"
Tentu saja jasmine takut mendengar kata-kata dio...dari pertama melihatnya jasmine sudah tau laki-laki ini adalah seorang yang tidak suka basa basi.
__ADS_1
Laki-laki ini kejam sekali, tidak ada lemah lembutnya dengan wanita.
geram jasmine di dalam hati lalu dengan terpaksa naik ke punggung dio.
Tubuh kecil jasmine tidak terasa bagi dio saat menggendongnya sangat ringan sekali. membuatnya berpikir apa gadis ini tidak di beri makan oleh orangtuanya sampai-sampai kurus begini. hemmm....
*
*
*
*
Hallo teman-teman...
terimakasih sudah mampir ke ceritaku ini.
jangan lupa untuk terus dukung thor dengan cara berikan :
Like
Komen
Vote
Tip
Tag ❤ sebagai favorit kalau kalian suka cerita ini supaya kalian akan mendapatkan notif info update tiap episodenya
Selamat membaca 🙏🏻🙏🏻🙏🏻❤
Ilustrasi andra
Ilustrasi dio
__ADS_1
Ilustrasi jasmine