
Andra tiba di kediamannya di sambut bahagia oleh jasmine ia datang menghampiri andra, mengambil jas dari lengan andra lalu menggandengnya
mereka berjalan bersama menaiki anak tangga...
"Tumben tidak bernalam" ucap jasmine
"Aku takut kamu rindu" jawab andra
jasmine menghentikan langkahnya kemudian berkata
"Aku yang rindu atau...."
tapi belum selesai, andra sudah mengecup bibirnya...
"Iya...aku yang rindu..." kemudian mengecupnya lebih lama lagi, jasmine mencoba menahannya, mendorong dada andra sambil berkata
"Hentikan,... bagaimana kalau ada orang melihatmu begini"
"Kalau begitu, begini saja" andra menggendong jasmine tubuh membawanya ke dalam kamar, ia mengunci pintu sebelum merebahkan tubuh jasmine di atas ranjang.
andra merangkak di atas tubuh jasmine yang terlentang lalu mengulum bibir lembut istrinya itu.
lidahnya menyapu seluruh permukaan rongga mulut jasmine dan saling berkaitan cukup lama, ciuman mesra itu turun ke leher putih jasmine, ia mengecup setiap inci kulit leher jasmine dan meninggalkan warna merah cinta di sana, saat bibir andra menyentuh bagian belakang telingannya itu membuatnya menggelinjang kegelian, kepalanya meronta ke kiri dan ke kanan.
desahan jasmine semakin keras saat andra menyentuh gundukan di dadanya, membuat darahnya berdesir panas sampai ke ubun-ubun, melihat itu andra semakin berlama-lama mempermainkannya di bagian itu, menciumnya dan sesekali menggigit gemas.
Cumbuan demi cumbuan yang di lakukan andra membuat jasmine serasa melayang, ia tidak sadar sudah mendesah, menjerit dan memohon kepada andra, bukannya mempercepat tapi andra sengaja membuatnya makin tidak berdaya. tangan andra tidak tinggal diam, ia menyibak rok milik jasmine dan jari-jarinya bermain disana sebelum miliknya memasuki bagian bawah jasmine.
Dua insan itu memadu cinta hingga hampir pagi, sampai jasmine benar-benar menyerah barulah ia melepaskannya.
"I love you" bisik andra di telingan jasmine kemudian ambruk tepat di sebelah jasmine
"Love you too" jawab jasmine di sambut kecupan ringan oleh andra di kening jasmine.
Begini saja sudah bahagia, mencintaimu dan di cintaimu sudah bisa membeli seluruh dunia dan seisinya.
*
*
*
*
Andra sedang di kamar mandi ketika ponselnya berbunyi, terus menerus...
mati kemudian berdering kembali, itu sangat menganggu jasmine yang sudah hampir terlelap melihat jam dinding menunjukkan pukul 5 pagi, handphone andra masih terus berbunyi,
__ADS_1
Siapa sih yang menelphone sepagi ini, pikir jasmine, ia meraih handphone andra dan melihat nama elena di layar handphone.
jasmine menyeret langkahnya berjalan dengan setengah mengantuk setengah kelelahan, kemudian mengetuk pintu kamar mandi.
"Andra...., ada telpon" sebelum ia menyodorkan handphonenya ia sudah menggeser tombol hijau, alih-alih mengambil hanphone andra malah menarik tangan jasmine masuk.
jasmine memekik terkejut.
"Andra...kamu apa-apan"
"Apalagi, mau mandi bersama" ucap andra sambil mendekap tubuh jasmine dengan tubuhnya yang basah itu.
"Hei...bicara dulu, telponnya sudah terangkat, barangkali ada yang penting" jasmine memperingati.
aksi andra berhenti sebentar lalu ia mengacukannya,
"Tidak ada yang lebih penting daripada istriku" ia melanjutkan kegiatannya memandikan jasmine sementara telponnya belum di tutup.
Mendengar suara-suara di ujung telpon membuat hati elena memanas, dari suara itu ia sudah bisa membayangkan apa yang sedang terjadi di sana, ia begitu marah dan cemburu, dengan kesal ia membanting ponselnya ke lantai, seperti seorang yang frustasi ia menangis sambil menjambak-jambak rambutnya sendiri. ia tidak rela yang seharus menjadi miliknya malah menjadi milik orang lain. jika ia tidak bisa, maka tidak ada siapapun yang memilikinya.
Setelah selesai dari acara mandi bersama, telpon kembali berdering kali ini dari asisten pribadi andra. rupanya cukup darurat sehingga andra dengan buru-buru pergi tanpa memakan sarapannya.
"Ini berbahaya tuan, sebagian besar pemilik saham dan sponsor menarik saham mereka dan mengalihkannya ke MG intertainment.
jika ini tidak segera di tindak lanjuti maka kita akan mengalami kerugian yang cukup besar" ucap asisten andra, andra mengamati berkas dan grafik di pasar saham. saham mereka turun drastis tidak lama setelah pertemuan kemarin, rupanya para inavestor lebih tertarik bekerja sama dengan MG intertainment.
Dalam kesibukannya menangani masalah ini masuklah asistennya kali ini membawa kabar buruk lagi....
"Tuan, anda harus melihat ini" ia menyerahkan sebuah tablet yang sedang memutar berita, disana juga menampilkan cuplikan foto-foto kemesraannya dengan elena di hotel tempo hari.
rupanya karna sakit hati tadi pagi elena memanggil wartawan bayaran dan menyebarkan foto-foto mesranya dengan andra. kini ia bertekad akan menghancurkan rumah tangga jasmine dan andra, bila sebelumnya ia rela jadi wanita simpanan sekarang ia tidak bisa bermurah hati lagi.
Andra geram dan marah, siapa lagi yang bisa melakukan ini....selain dio, begitu batinnya.
"Blokir semua pemberitaan di media tentang ini" perintahnya.
"Baik tuan"
"Ini tidak boleh sampai terlihat atau terdengar oleh jasmine !"
"Baik tuan, tapi dengan adanya rumor ini bisa jadi dewan dan investor lainnya berpikir untuk tetap bekerja sama dengan kita, ini akan memperburuk keadaan"
"Aku tau...kau urus yang ku suruh tadi"
Andra meraih ponselnya dan menghubungi elena, berkali-kali tapi kali ini elena sengaja tidak mengangkatnnya, tidak sabar karna tidak mendapat respon dari elena, andra bergegas pergi ke apartemen elena.
andra menerobos masuk begitu pintu di buka.
__ADS_1
"Akhirnya kau datang juga sayang" elena merangkul lehet andra
"Aku menelponmu lebih dari seratus kali tapu kau tidak mengangkatnya, itu membuatku sedih" ia menyandarkan kepalanya ke dada andra dengan manja tapi andra malah mendorongnya dengan kasar.
"Sudah hentikan ! hentikan ini sekarang juga !" ucap andra sengan nada bicara yang meninggi
"Maksudmu ?" elena pura-pura tidak mengerti
"Di antara kita tidak pernah ada hubungan apa-apa dan tidak akan pernah ada, mulai sekarang menjauh dariku"
Andra hendak pergi tapi elena menahannya...
"Bagaimana bisa tidak ada apa-apa ? bagaimana bisa kau suruh aku pergi kalau nyatanya sekarang aku sedang hamil !" elena pura-pura memasang wajah sedih dan putus asanya.
*
*
*
*
Hallo teman-teman...
terimakasih sudah mampir ke ceritaku ini.
jangan lupa untuk terus dukung thor dengan cara berikan :
Like
Komen
Vote
Tip
Tag ❤ sebagai favorit kalau kalian suka cerita ini supaya kalian akan mendapatkan notif info update tiap episodenya
Selamat membaca 🙏🏻🙏🏻🙏🏻❤
__ADS_1